Liza Sako Politisi Perempuan Peduli Rakyat

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Jum’at malam (19/10) Lintas Politika Indonesia menggelar acara Launching Forum Diskusi Dwi Mingguan sekaligus Deklarasi Gerakan Bersama Kick Hoax yang bertemakan Berdemokrasi Cerdas dan Mencerdaskan.

Acara ini dihadiri oleh Hafiz Tohir, Liza Sako dan Alvin Kenedi dengan dihadirkan penyampaian pemaparan Visi dan Misi sebagai calon Legislatif.

Liza Sako saat membuka acara menyampaikan bahwa orang yang penting itu tidak akan dan ingin dianggap penting, berlagak penting apalagi mengakali orang lain untuk kepentingan dirinya, Orang yang penting adalah orang yang senantiasa menjadikan kepentingan orang lain lebih penting dibandingkan kepentingan dirinya.

Liza mengaku bahwa ia percaya semua yang berada di ruangan itu adalah orang- orang penting itu karena semua yang hadir senantiasa menggunakan Hati Nurani.

Saat ditanyai perihal kesiapannya menjadi calon anggota Legislatif Liza Sako menjawab bahwa ia memosisikan dirinya layaknya seorang ibu rumah tangga yang mengabdikan dirinya untuk keluarga.

“Ketika menjadi anggota Legislatif kita harus bisa memosisikan diri sebagai selayaknya istri yang melayani suami, ibu melayani anak dan sebagai anggota legislatif kota posisikan diri melayani masyarakat. Saya katakan ini atas penilaian yang dilihat dari sudut pandang perempuan,” ujar Liza.

Nama akhir Liza yakni Sako ternyata menurut pengakuannya saat dikulik oleh pembawa acara adalah pemberian ayahandanya.

“Sako itu nama pemberian ayah, ayahkan dari Jepang dan dengan nama ini saya begitu yakin bahwa sesuatu yang berbicara dan diungkapkan lewat hati,” tandasnya.

Liza yang beberapa waktu lalu mendapatkan penghargaan sebagai tokoh inspirasi perempuan ini mengatakan bahwa siapapun boleh mengutarakan sebuah janji, bahkan ia begitu yakin bahwa tidak hanya perempuan tetapi seluruh caleg di sini dapat berkomitmen dengan janjinya walau tak mesti untuk bagian Dapilnya tetapi masyarakat dapat mencoblos Caleg dari nomor urut 1 sampai 10.

Dibeberkan oleh wanita tangguh ini rentetan strategi fokus pada keunggulan kompetitif sebagai caleg (politisi) perempuan yakni :

  1. Bahwa politik ke depan harus makin membawa solusi bagi rakyat karena itu diperlukan tebalnya rasa peduli dalam hal kepedulian, perempuan lebih unggul.
  2. Politik juga harus makin bersifat dewasa dan berkompetisi secara damai, Bukan ramai konflik perebutan jabatan dan jangan dengan kekerasan. Dalam hal berpolitik lebih dewasa, santun, damai, perempuan bisa lebih unggul.
  3. Politik juga harus makin bersifat melayani, servis kepada publik bukan malah minta dilayani. Pejabat itu pelayan masyarakat jadi jika makin banyak politisi perempuan yang berhasil di legislatif dan eksekutif, sifat melayani dari politik akan makin kuat.
  4. Politik juga harus makin bercitra bersih karena saat sekarang kesannya kotor kasar dan kumuh. Masyarakat ada yang malah benci dan salah paham tentang politik. Kalau politisi perempuan yang tampil, yakin politik akan ada perbaikan citra menjadi lebih bersih dan feminin (tidak kasar).
  5. Politik juga harus membuat para politisi makin berkomitmen dan bertanggung jawab terhadap masyarakat pada awal janji- janji kampanye dan idealisme. Janganlah setelah terpilih lupa janji dan hanya ingat kursi karena kursi itu untuk mewujudkan janji, program dan keinginan rakyat politisi perempuan adalah politisi yg bisa dipegang janjinya dan bertanggungjawab.

“Bukan berarti politisi laki-laki tidak bisa seperti itu. Tapi kalau politik makin banyak perempuan yang terlibat, akan lebih mudah terbangun sinergi untuk membangun politik yang baik dan demokrasi yg bermartabat,” pungkas Liza.

Sementara Alvin Kenedi yang saat ini tengah mencalonkan dirinya sebagai anggota legislatif dengan latar belakang pengusaha yang berasal dari Kota Palembang, ia mengaku dirinya mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif ini untuk mengetahui pengembangan ini berjalan, serta ketika dilihat masih banyak ruang tingkat pengusahanya dan terus melihat bagaimana tingkat UMKM ini terus digalakan oleh pemerintah.

“Terdapat beberapa hal melihat kondisi ekonomi yang harus diwaspadai yakni pada implasi sudah baik dan ekonomi sudah naik, bagaimana kita memberikan pelatihan kepada petani karet harus digalakkan,” ucapnya.

Rasa terima kasih disampaikan oleh Hafis Tohir yang juga calon Legislatif DPR RI Dapil Sumsel dalam sambutannya.

“Terima kasih kepada Lintas Politika, terima kasih karena kita telah menjadi demokrasi karena tanpa saling care seorang dewan belum bisa menampung suara rakyat,” tutur Hafis.

Ia mengungkapkan bahwa negara ini ialah sebagai Trias Politika yang mana ketika anggota legislatif memihak pada kepentingan rakyat maka ia telah melaksanakan tugasnya dengan begitu baik.

“Saya minta ayo buka mata karena rakyat Sumsel harus benar- benar bisa melihat dengan nyata mana sebuah kebenaran yang nyata,” tutupnya mengakhiri.

Teks : Ridho
Editor : Sarono PS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar