Pertemuan Teknis Kelapa Sawit Sumsel, Lahirkan Kemitraan Kuat Berdaya Saing Tinggi

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Pembukaan acara pertemuan tekhnis kelapa sawit Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) digelar di Hotel Horison Ultima Kota Palembang,  Rabu (17/10) malam pukul. 20.00 Wib.

Acara tersebut diselenggarakan oleh DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Sumsel dan dihadiri oleh perwakilan Kadin Perkebunan, Wasekjen Apkasindo serta DPW Apkasindo.

Fahrul Rozi mewakili Kadin Perkebunan mengatakan, acara ini digelar untuk memberikan peningkatan kapasitas kemampuan secara teknis maupun kemitraan dengan perusahaan perkebunan.

“Dengan adanya acara ini semoga dapat terus meningkatkan kapasitas kemampuan secara teknis, Kita jadi memahami tentang perkembangan kelapa sawit yang utama di dalam membangun kemitraan. Kita harus posisikan bagaimana diri kita ketika dekat dengan petani karena dari sanalah penguatan kelembagaan dan lembaganya harus kita bentuk dengan penguatan berupa jalinan kemitraan. Jika kita menjalin kemitraan dengan perusahaan maka akan ada kepastian serta jaminan dalam ikatan untuk mengatur masalah hak dan kewajiban,”  jelas Fahrul Rozi.

Menurutnya jika sebuah kemitraan terjalin tentun tidak akan sawit petani dihargai rendah. Bahkan berdasarkan informasi yang didapat dari beberapa pabrik kelapa sawit bahwa posisi tangki timbun mereka CPO-nya penuh sehingga kesulitan untuk menjual CPO sementara jika kondisinya penuh membuat para petani bingung akan dialihkan kemana.

“Permasalahan yang saya jelaskan tadi tentu tidak akan terjadi pada petani yang sudah bermitra seperti di Veteran karena memang mereka sudah membuat suatu kesepakatan perjanjian jual beli yang harganya ditetapkan tiap dua minggu satu kali oleh tim penetapan harga di sekitar perkebunan. Penetapan itu pula dihitung atas pertimbangan hasil penjualan rata- rata dari perusahaan yang menjadi anggota tim penetapan harga yang saat ini berkisar Rp1.400.00,- hingga Rp1.500.00,- harga ini mengikat ke anggota tim penetapan harga,”ujarnya memaparkan.

Wakil Sekertaris Jendral (Wasekjen) Apkasindo mengapresiasikan acara ini karena baginya dengan adanya acara ini petani akan meningkatkan kapasitas dari petani itu sendiri serta tahu bagaimana cara- cara untuk menjadi petani yang profesional.

“Ini yang pertama kalinya,  program yang bertujuan meningkatkan kapasitas petani, baik dari produksi yang bagus serta berwawasan lingkungan. Sehingga dalam acara ini terdapat serangkaian acara dari seluruh provinsi penghasil sawit diIndonesia,” jelas Rino.

Rino membeberkan bahwa banyak sekali hal positif yang didapat terkait cara mendapatkan bibit yang baik sekaligus pupuk yang baik dan menangani hambatan yang terjadi perihal legalitas permasalahan hutan, kemitraan dan lainnya.

“Minyak sawit yang dihasilkan di Indonesia ini dapat dijual ke seluruh negara yang membutuhkan karena bahan makanan yang mengahasilkan energi itu dari minyak, bagi Apkasindo yang paling penting adalah bagaimana perbaikan tata niaga TBS karena jika melihat harga CPO yang saat ini 530 dolar mestinya di  tingkat petani itu  Rp1.400 perkilogram. Turunnya di lapangan bisa dicek itu di bawah Rp1.000. Berdo’a saja semoga dengan memperbaiki kemitraan dengan perusahaan petani mendapatkan payung hukum yang dapat menstabilkan harga yang tadinya Rp1.000 bisa naik Rp1.480. Harusnya petani tidak mendapatkan harga serendah itu jika langsung menjual buah ke pabrik bukan lewat pedagang perantara sehingga harga yang didapat wajar,” tandasnya.

Ketua DPW Apkasindo sampaikan rasa terima kasihnya karena dengan diadakannya pertemuan seluruh petani kelapa sawit terdiri dari 17 kabupaten Kota yang ada di Sumsel, dengan tujuan perbaikan kemitraan antara petani kelapa sawit swadaya plasma dan perusahaan yang mengelola perkebunan sekaligus PKS.

“Alhamdulillah dengan digelarnya acara ini semoga kemitraan akan menjadi lebih baik kualitasnya, ke depannya dengan kemitraan ini jangan sampai hanya sebelah pihak saja yang maju melainkan keduanya berkembang sehingga melahirkam sebuah semangat dan menciptakan daya saing yang tinggi,” ucapnya menceritakan.

Acara ini juga dilangsungkan sebagai ajang diskusi menemukan solusi bagaimana mengatasi anjloknya harga hal ini diutarakan oleh Slamet.

“Membangun kemitraan yang tangguh ke depannya kita berharap harga sawit di petani swadaya juga akan menyemai sama dengan harga petani plasma, ini bertujuan agar titik kemitraan sehat keduanya baik lembaga pelaku ekonomi diSumsel yang akan berjalan baik,” jelasnya.

Teks: Ridho

Editor: Sarono PS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. We are a group of volunteers and starting a new scheme in our community. Your web site provided us with valuable information to work on. You have done an impressive job and our whole community will be grateful to you.