Banyak Dosen Belum Paham Pengajuan JJA-PAK

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Proses pengajuan JJA dan PAK ternyata belum banyak difahami oleh para dosen. Oleh sebab itulah Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi lembaga layanan tinggi wilayah II menggelar kegiatan Sosialisasi peraturan perundang-undangan bagi dosen di lingkungan lembaga layanan pendidikan tinggi wilayah II, di hotel Aryaduta Palembang, jumat (16/11).

Selaku Tim TPAK L2 DIKTI Wilayah II, Didik Susetyo memaparkan mengenai sosialisasi Penilaian Angka Kredit (PAK) dan Jenjang Jabatan Akademik (JJA). Kebanyaknya pengusul belum memahami ketentuan dan syarat khusus dan umum dalam regulasi terkait. Tampaknya pengusul dan PAK tahu dari info atau katanya menurut kasus-kasus tertentu.

“Tahapan usulan harus dikawal informasi sesuai kewenangan baik syarat administrasi dan angka sehingga sosialisasi percepatan JJA dan PAK terus dilakukan,” ujarnya sebagai Narasumber.

Didik menjelaskan, masalah PAK dan JJA akan muncul sejalan dengan mulainya pengusulan internal berkas program studi Fakultas, Universitas atau L2DIKTI. Penetapan persyaratan khusus artikel dilakukan pada jurnal internasional.

“Indikasi penolakan usulan belum dapat disetujui karena perguruan tinggi pengusul dan mensosialisasikan cara penilaian kepada tim penilai. Karena dalam penilaian peer-review tidak mencantumkan hasil penilaian kualitatif,” terangnya

Lanjutnya, Penilaian karya ilmiah sangat beragam, sehingga sulit menentukan guru besar dibidang apa nantinya. Sehingga adanya pertanyaan mengenai jumlah artikel yang banyak dalam satu tahun, melebihi jumlah atau angka kewajaran. “Kebanyakan artikel yang sama hanya mengganti objek penelitian dan dikembalikan pengusul,” paparnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Bina Darma Palembang, Sunda Ariyana memaparkan melalui sistem PAKJAFA atau Jaringan fungsional Ada empat masalah utama yakni mengenai ketidaklengkapan administrasi, URL karya ilmiah salah, klaim kelompok karya ilmiah tidak benar dan indikasikan plagiasi. Tips dan triknya pendidikan/ijazah harus menyesuaikan dengan ilmu dan penugasan seperti termasuk dalam Buku Ajar dan buku referensi.

“Disini maksudnya Buku Ajar defenisinya harus ada pegangan mata kuliah yang tertulis dan Buku Referensi adalah sebagai tulisan dalam bentuk buku yang dibuat dari suatu penelitian. Isi tulisan harus memenuhi syarat sebuah ilmiah itu sendiri,” paparnya.(*)

Teks : Herwanto
Editor : Asih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *