Berikan Pemahaman Terhadap Anak, Antisipasi Jaringan Terorisme

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Anak, diberikan jaminan dalam undang-undang dasar 1945 dan undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, namun masih banyak untuk kepentingan, banyak anak-anak yang di manfaatkan melakukan tindakan yang melanggar peraturan perundang-undangan seperti melibatkan anak dalam jaringan terorisme yang berdampak pada kerugian orang lain

Oleh karena itu, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menggelar acara Sosialisasi Kebijakan Perlindungan Anak Korban Stigmatisasi dan Jaringan Terorisme di Sumsel. Hal itu disampaikan Asisten Deputi Perlindungan Anak Berhadapan dengan Hukum dan Stagmatisasi Hasan SH, di Hotel Grand Zuri, Rabu (28/11).

“Melalui kegiatan bertujuan memberikan pemahaman, pemasukan dan menggali informasi guna menyempurnakan pedoman dalam upaya pencegahan dan perlindungan anak dalam korban jaringan terorisme,” ucapnya.

Hasan menambahkan, faktor yang mempengaruhi terorime itu terjadi karena banyak faktor, diantaranya ideologi, politik, ekonomi, perbedaan pahaman kelompok masyarakat dan lainnya.

“Sebagai contoh, pelaku terorisme ini ingin mengubah ideologi negara Pancasila karena mereka menilai masih ada kemiskinan dan ketimpangan di masyarakat, ” tandasnya.

Teks : Herwanto
Editor : Sarono PS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *