Dinkes OKI Klaim Kasus DBD Alami Penurunan

SWARNANEWS.CO.ID, OKI | Di musim penghujan kali ini, angka penderita penyakit yang ditimbulkan oleh nyamuk seperti demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), diklaim Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat bahwa ada kecenderungan menurun.

Kepala Dinkes OKI, HM Lubis, SKM M.Kes, Menurutnya, penurunan penyakit yang bisa berujung kematian tersebut karena tingkat kesadaran masyarakat akan hidup sehat semakin baik.

“Kita sangat bersyukur, karena penurunan kasus DBD ini cerminan dari perilaku hidup sehat masyarakat yang ditandai kebersihan lingkugan sudah cukup membaik. Kita harapkan ini akan terus meningkat,” katanya saat Ditemui, Kamis (22/11).

Meski menurun cukup siginifikan, sambung Lubis, bukan berarti kasus kesehatan ini tidak ada. Diakui, dari data yang diterimanya tetap ada penderita DBD yang dirawat di pusat kesehatan atau rumah sakit daerah (RSUD).

“Tetap ada, tapi menurun. Yang dirawat juga ada, tapi kebanyakan yang dirawat ini saat dianalisa bukan langsung dari tempat tinggalnya tapi bawaan dari tempat lain, sudah bepergian ke mana seperti itu pulangnya kena. Jadi kebanyakan yang seperti itu,” jelasnya. Namun, ia tidak menyebutkan angka penurunan dan penderita yang masih atau sedang dirawat.

Untuk masyarakat yang terkena penyakit ini, lanjutnya, sudah diambil tindakan seperti dilakukan perawatan, dilakukan PE hingga dilakukan kunjungan langsung ke rumah warga untuk melihat. Selain tindakan terhadap warga yang sudah terjangkit DBD, pencegahan juga terus dilakukan. Seperti dengan melakukan fogging, serta pemberian bubuk Abate.

“Alat fogging ini memang tidak disediakan di setiap Puskesmas, tapi alat dan petugas sudah kita siapkan juga ada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, kami mengimbau agar masyarakat tetap menjaga perilaku hidup sehat seperti membasmi jentik nyamuk,” pungkasnya.

Sementara itu, Petugas Puskesmas Kutaraya, Ichsan mengungkapkan, untuk saat ini pihaknya belum menemukan kasus DBD, hanya saja dalam mengantisipasi hal tersebut sosialisasi menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terus dilakukan.

“Bagi warga yang terjangkit datang ke Puskesmas agar segera dilakukan tindakan,” tandasnya.

Teks : Elisa
Editor : Sarono PS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *