Dosen Harus Punya Jenjang Jabatan Akademik

Tunjangan Dosen Serdos Tiga Juta

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Untuk mendorong dan memotivasi semua dosen dalam percepatan jenjang karir bagi semua dosen di Wilayah II LD2DIKTI meliputi Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung dan Bengkulu. Maka seorang dosen harus mempunyai Jenjang Jabatan Akademik (JJA). Hal itu di katakan langsung ketua Wilayah II LD2DIKTI, Slamet Widodo usai menggelar Sosialisasi di hotel Aryaduta, Jumat (14/11). Menurutnya, Untuk Jumlah semua dosen PTS itu ada 10364 dosen. Dosen tersebut terdiri dari Staf Yayasan dan PNS.

“Ini juga dilakukan termasuk untuk percepatan akselerasi jenjang kepangkatan. Selama ini mungkin perlu sosialisasi dalam rangka untuk percepatan jenjang karir dosen,” ujarnya

Dijelaskannya, disamping Sertifikasi Dosen (Serdos) dan guru besar masih banyak kendala dalam melakukan percepatan. “Kami memang mempunyai target seluruh dosen harus mempunyai JJA,” terangnya.

Lanjutnya, disamping pengesahan dan legalisasi jabatan, dosen juga diberikan tunjangan dari Serdos minimal 3 juta rupiah, ini bisa meringankan beban dari yayasan atau pengelola perguruan tinggi.

“Sebetulnya, apabila pemerintah menyediakan semua dosen mempunyai serdos untuk menganggarkan tunjangan tersebut. Di samping itu semua dosen mendorong Tri Dharma perguruan tinggi dengan sebaik-baiknya yaitu pengajaran pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” harapnya.

Untuk itu, pemerintah banyak menyediakan fasilitas-fasilitas untuk penguatan daripada perguruan tinggi. Untuk penelitian sendiri pemerintah menyediakan anggaran sebesar 1,9 triliun rupiah dari semua dosen-dosen yang menyerap dari penelitian. “Dari jumlah keseluruhan itu dosen baru mendapat 21 milyar. Sisanya dari wilayah-wilayah lainnya. Mudah-mudahan dengan perkembangan LD2DIKTI peneliti itu akan dibagikannya kesetiap wilayah,” paparnya.

Untuk kendalanya sendiri, dosen tidak melakukan penelitian sehingga tidak bisa naik ketingkat jenjang kepangkatan. Kuncinya dosen harus mempunyai penelitian, dari hasil itu harus di seminarkan baik di tingkat nasional maupun internasional. Kemudian mengakses jurnal index focus itu bisa dinaikkan ke guru besar atau rektor kepala.

“Tips-tipsnya dosen harus melakukan penelitian dan menulis jurnal. Alhamdulillah, untuk di wilayah sudah mengalami kenaikan secara signifikan,” pungkasnya.

Teks : Herwanto
Editor : Sarono PS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *