Emas 1,2,3 Gram Inden sampai Januari

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Animo masyarakat terhadap investasi emas kian meroket. Catatan PT. Antam Palembang, transaksi emas untuk jenis ukuran 1, 2 dan 3 gram harus inden hingga Januari 2019 lantaran stok sejak Oktober 2018 lalu kosong.

Marketing Representative PT. Antam Tbk. UBPP Logam Mulia Perwakilan Palembang, Imam Sutarwoko,SE, mengakui, peminat untuk ukuran 1 gram sebanyak 3500 pcs, 2 gram sebanyak 1500 pcs dan 3 gram sebanyak 1.100 pcs jenis emas logam mulia bersertifikat ini memang cukup tinggi. Selain kalangan umum sudah memiliki kebiasaan menabung sedikit sedikit, kini juga sudah mulai dilirik para mahasiswa yang mulai faham dengan pola investasi aman.

Imam menambahkan, saat ini tersedia untuk terkecil hanya ukuran 0,5 gram dan tinggal 70 pcs dengan harga Rp. 362 ribu, sementara untuk satu gramnya di posisi harga Rp. 6.680 ribu.

“Kita baru bisa selesaikan pemenuhan yang sudah inden dan persiapan produksi baru di akhir Januari 2019. Sebab kita butuh waktu lumayan lama untuk melakukan produksu total rata rata permintaan per tahun 24 ton total seluruh Indonesia,” jelasnya.

Meski posisi dolar memguat, pihaknya memastikan harga emas masih cukup stabil saat ini, dan masih bersahabat untuk meningkatkan pembelian.

“Apalagi jika mau inves untuk anak sekolah jangka panjang atau untuk tabungan haji dan umroh. Tabungan investasi emas lebih cocok karena tidak akan tergerus dengan situasi krisis dalam bentuk apapun. Jadi sangat aman, kecenderungan terus naik dari tahun ke tahun,” imbuhnya.

Dibincangi pengaruh tahun politik 2019. Imam mengaku, jika situasi bagus malah akan makin mengerek harga emas. Apalagi emas Antam sudah memiliki standart sertifikat dunia yang bisa dijual di seluruh negara tanpa terkecuali. Artinya dalam kondisi apapun, tabungan emas akan aman.

Soal pengaruh ancaman bahan baku, Imam mengaku sejauh ini, meski permintaan pasar tinggi, Antam masih mampu mengcafer dengan baik.

Patut diakui dari total 24 ton kebutuhan transaksi per tahun. Sebanyaj 22 ton masih import, karena dalam negeri hanya mampu supply sebesar 2 ton per tahun. “Ya, kita belum tahu kebijakan pemerintah kedepan. Kita berharap emas tidak perlu import sehingga harga bisa lebih murah lagi,” bebernya.

Bisnis emas beda dengan jenis usaha lainya. Butuh strategi khusus saat harus menaikkan harga. Seperti mengeluarkan desain terbaru untuk mensiasatinya.

Soal penetrasi pasar, saat ini kata Imam, segmen kawula muda dan kampus kampus mulai menggandrungi emas ini. Rate bulan penjualan tertinggi masih didominasi Agustus, September dan Oktober. Selain dipicu oleh kebijakan keluarnya gaji 13 PNS, bonus profit sharing perusahaan juga tingginya uang masuk di bulan tersebut cukup menjanjikan.

Antam berharap kedepan bisa melebarkan sayapnya meningkatkan kesadaran investasi emas logam mulia ini. (*)

Teks/Editor : Asih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *