JSC Akan Diefektifkan untuk MICE

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Pengembangan olahraga dan infrastruktur di Jakabaring Sport City (JSC) setelah Asian Games 2018 terus dilakukan, untuk menjaga infrastruktur agar dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat lokal, nasional maupun internasional.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPR) Provinsi Sumsel, sekaligus Komisaris PT JSC, Basyarudin.

“Pada Tahun 2019, ada 5 (lima)  even olahraga Internasional yang akan diselenggarakan di JSC yaitu Voli Pantai, Baseball, Dayung, Triathlon dan Boling,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa venue Dayung JSC, juga akan dijadikan sebagai pusat pelatihan dayung Internasional. Hal tersebut merupakan salah satu upaya dalam pencegahan dampak negatif terkait pemeliharaan dan penggunaan venue selepas Asian Games 2018 yaitu dengan cara peningkatan iven olahraga.

“Selain itu, venue-venue JSC juga dapat digunakan sebagai salah satu sarana latihan para atlet , sehingga menjadi cara untuk meningkatkan prestasi olahraga Indonesia, peningkatan kepedulian masyarakat untuk berolahraga, dan juga memanfaatkan venue olahraga untuk aktivitas lain di luar olahraga, seperti meeting, incentives, conferences, & exhibition (MICE),” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa untuk pengelolaan aset keolahragaan di Jakabaring secara professional, maka Pemda Palembang sendiri telah membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakabaring Sport City yang bekerja sama dengan tenaga-tenaga profesional Internasional.

“Untuk seterusnya, JSC terus dikembangkan agar data digunakan untuk aktvitas selain olahraga, diantaranya wedding party, outbond, karya wisata, dan juga kunjungan masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT JSC Bambang Supriyanto, mengatakan bahwa untuk perbaikan kerusakan JSC akibat bencana alam yang terjadi belum lama ini, yaitu akibat Angin Putting Beliung, Tim JSC berlandaskan instruksi Gubernur Sumsel telah membentuk tim satgas untuk memperbaiki kerusakan yang ada.

“Pekerjaan perbaikan telah selesai 100 persen,  perbaikan yang dilakukan yaitu meliputi perbaikan 14 venue yang rusak dan merapikan sekitar 130 pohon yang tumbang. Perbaikan ini telah dilakukan sesuai dengan target penyelesaian paling lambat awal Desember 2018,” katanya.

Bambang mengungkapkan bahwa proses perbaikan ini juga didukung oleh CSR dari perusahaan-perusahaan yang ada di Sumsel karena pihak swasta juga ikut andil dalam pembangunan JSC.(*)

Teks : Fuad
Editor : Asih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *