Kenalkan Ponpes Ar-Riyadh, Terapkan Uswatun Hasanah

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Peringatan kelahiran Baginda Nabi besar Muhammad SAW dilaksanakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Ar-Riyadh sekaligus bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (Hut) ke-47, ini merupakan kegiatan rutinitas setiap tahun diadakan di awal Jumat bulan Rabiul Awal.

Kegiatan ini sebagai bentuk pengingat sejarah junjungan kita baginda Rosullulah SAW untuk diperkenalkan kepada santri-santri untuk menuntut ilmu juga kepada masyarakat umat Islam di kota Palembang khususnya dan Sumsel umumnya.

“Insyaallah, apa yang dilaksanakan akan bermanfaat, karena dalam acara ini dijelaskan kisah perjalanan dan perjuangan dari Nabi Muhammad Saw untuk diambil dan dijadikan contoh dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara juga bermasyarakat. Sebab Nabi diangkat oleh Allah SWT sebagai panutan contoh tauladan yang baik sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Riyadh, Ustadz Al Hamid Abu Bakar Al Habsyi, usai dibincangi Swarnanews di Ponpes Ar-Riyadh jalan KH Azhari 13 Ulu Palembang, 8 rabiul awal atau bertepatan, JumatĀ (16/11).

Menurutnya, tujuan ini sekaligus untuk memperkenalkan Ponpes Ar-Riyadh. Karena Pondok Pesantren ini didirikan sejak tahun 1973. Selama ini, Pondok Pesantren Ar-Riyadh hampir meluluskan santri hampir mencapai tiga ribu alumni.

“Keluaran Ponpes tidak menekankan alumni apabila keluar dari pondok untuk menjadi ustadz. Namun Alumni bisa berguna dan bermanfaat sesuai kapasitas mereka masing-masing,” bebernya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel diwakili Kepala Dinas Sosial, Rosyidin Hasan mengucapkan salam hormat kepada jamaah pondok pesantren Ar-Riyadh yang telah menggelar acara maulid Nabi besar Muhammad SAW. Sekaligus mengucapkan selamat hari jadi Pondok Pesantren Ar-Riyadh ke-47 tahun.

“Semoga diusia ini dapat maju dan berkembang pesat juga dapat berkontribusi secara positif kepada Pemerintah Provinsi Sumsel dalam bidang keagamaan,” ujarnya.

Lanjutnya, Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw dilaksanakan hampir di seluruh belahan dunia bagi umat muslim. Hendaklah dalam peringatan ini dapat dijadikan contoh serta suri tauladan dalam perjalanan umat manusia dalam mencapai kebahagiaan dunia maupun akhirat.

Pada hakekatnya, ada kepastian untuk kehidupan di dunia dan akhirat dalam mencapai kesempurnaan yakni seperti di contohkan Junjungan kita nabi besar Muhammad SAW. Karena beliau merupakan Uswatun Hasanah.

“Dengan diiringi doa dan harapan semoga dalam kegiatan ini mendapatkan limpahan rahmat dan barokah dari Allah SWT serta mendapatkan safa’at dari Junjungan nabi besar Muhammad Saw. Juga dapat diterapkan dan dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.

Ditempat sama, Al-Ghazali Assegaf dalam tausiyah menyampaikan sesuai hadist Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa setelah aku wafat nanti, hati-hatilah kamu (umat) kepada kepemimpinan yang bodoh yakni pemimpin yang jauh dari Sunnah nabi Muhammad SAW.

“Akhir zaman nanti banyak umat yang murka kepada Allah dan nabi Muhammad SAW karena mereka saling bermusuh-musuhan sesama kaum muslim karena mereka jauh dari Sunnah dan Al Qur’an,” jelasnya.

Teks : Herwanto
Editor : Sarono PS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *