Penyandang Cacat pun Layak Masuk Sekolah Umum

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Sekolah-sekolah di Sumsel diharapkan dapat menerima anak-anak yang mengalami keterbatasan, jika itu memungkinkan atau tidak ada SLB di sekitarnya. Setiap sekolah harus menjadi sekolah inklusif yang berarti sekolah tersebut bisa menerima siapa pun termasuk, anak–anak yang berkebutuhan khusus yang mau bersekolah di sekolah umum, meskipun dalam hal ini masih dipertimbangkan secara teknis.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang SMA Pemprov Sumsel, Boni Syafrian saat di bincangi Swarnanews, Sabtu (24/11) di SMAN 3 Palembang.

“Makanya harus didorong, diharapkan bangunan-bangunan SMA di Sumsel ini, yang akomodatif untuk anak berkebutuhan khusus,” terangnya.

Lanjut Bonny, pihaknya tetap mendorong ABK ini untuk terus melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi, salah satunya telah melaksanakan, program piloting, dimana guru-guru SD, SMP dan SMA telah diberikan pembekalan bagaimana menangani siswa ABK.

“Keterbatasan mereka, juga harus di minimalisir dan di mengerti oleh gurunya, sehingga pendidikan yang mereka dapat bisa mencapai apa yang diinginkan,” jelasnya.

Bonny mengungkapkan, bahwa sebagian guru di 60 Sekolah di Sumsel sudah diberikan Pelatihan tentang penanganan itu. ”Jangan sampai, siswa yang ABK tersebut menjadi minder, karena itu jauh lebih penting,” terangnya.

Ditempat terpisah, Caleg kota Palembang Partai Hanura, Liza Sako mengungkapkan untuk jalur khusus bagi penyandang Disabilitas dia melihat belum ada. Itu merupakan kekurangan yang harus segera dicarikan solusinya dan ini merupakan pekerjaan rumah bagi pemkot Palembang untuk memenuhi layanan publik kedepannya.

“Contohnya gini, seperti penyandang tuna netra, untuk kota yang sudah maju harusnya ada jalan khusus untuk mereka, itu sudah mulai harus diciptakan dan itu merupakan PR kita bersama,” terang Liza, saat ditemui di Lord Cafe Palembang, Sabtu (24/11/18).

Seperti yang kita ketahui, baru saja Indonesia sukses menggelar Pesta olah raga Difabel Asian Para Games, beberapa bulan lalu di Jakarta–Bogor, Liza menilai semestinya layanan publik untuk orang – orang yang berkebutuhan khusus sudah bisa diaplikasikan untuk kota Palembang. ”Apa yang mereka perlukan, semestinya kita sudah tahu,” jelasnya.

Mungkin kedepannya, Liza berharap tidak hanya, tempat-tempat publik seperti, rumah sakit dan layanan umum lainnya di bangun fasilitas publik bagi penyandang Disabilitas, tapi mulai lah memikirkan bagaimana layanan publik dan fasilitas umum, untuk mereka juga ada di tempat-tempat wisata seperti itu,” pungkasnya.(*)

Teks : Herwanto
Editor : Fuad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *