Evaluasi Kelemahan Pengeloaan Lahan Gambut Lakukan Terobosan Baru

SWARNANEWS.CO ID, PALEMBANG | Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar rapat bersama mitra gambut refleksi 2018 dan output 2019 tentang kegiatan perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut di provinsi Sumsel, sesuai tema menggalang kemitraan pengelolaan gambut untuk pelestarian gambut, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Staf khusus Gubernur Sumsel bidang perubahan iklim, Dr Najib Asmani, usai dibincangi Swarnanews di Hotel Swarna Dwipa, Rabu (16/12/2018).

Menurutnya, kegiatan ini sebagai evaluasi kelemahan-kelemahan di tahun lalu agar dapat diperbaiki di tahun 2019. “Kita lakukan untuk mencari terobosan-terobosan terkait dengan visi misi Gubernur Sumsel Maju untuk semua ” terkait dengan restorasi gambut pesan Gubernur Sumsel soal pencegahan hutan dan lahan itu bukan karena ada event-event tapi karena sesuatu kebutuhan. Jadi kita tidak memandang event-event kedepan tapi karena kebutuhan masyarakat tidak berasap, sekolah dan ekonomi lancar,” ujarnya.

Dikatakan Najib, pemanfaatan lahan-lahan bekas kebakaran dengan focus Pemerdayaan masyarakat dan pemanfaatan lahan untuk komoditi yang bisa meningkatkan income masyarakat,

“Jadi kita evaluasi untuk mencari beberapa terobosan terutama Sumsel dari Menko perekonomian melalui badan Restorasi Gambut (BRG) menjadi lumbung Pangan Nasional,” terangnya.

Lanjut Najib, menginovasi didaerah-daerah pesisir timur melakukan tambak semi teknis, yakni membangun untuk meningkatkan kapasitas tenaga muda yang berpotensi untuk menggerakkan pembangunan di pedesaan. “Kita ingin adakan traning center kebeberapa desa, untuk Muba dan Banyuasin diawali 21 desa baru, nantinya menghimbau kepada pemerintah Kabupaten dan daerah,” paparnya.

Dijelaskan Najib, terkait penilaian persoalan lahan gambut di Sumsel, Pemprov baru menciptakan sekitar 30 desa untuk model-model beberapa Pemerdayaan seperti ternak sapi, kambing, ikan dan lainnya. “Kita ingin kegiatan ini dapat melibatkan stakeholder, OPD Maupun perusahaan swasta. Dengan menerbitkan peraturan Gubernur tentang daerah kawasan restorasi gambut,” paparnya.

Untuk itu, bisa didorong melalui APBN dari pusat seperti contoh kegiatan pengembangan perikanan di pesisir yang di optimalkan, pertanian pangan jatah nasional mencapai 500 ribu hektar untuk rawa ada dua provinsi Kalsel dan Sumsel.” Siapa cepat dan siap yang siap.

“Artinya masyarakat harus berlomba-lomba saat ini sudah ada 100 hektar bantuan untuk pestisida untuk bahan tanam oleh kementerian pertanian,” ucapnya.

Saat ini, daerah yang cepat untuk dikembangkan prioritas Kabupaten Muba, Banyuasin dan Ogan Komering Ilir dan selanjutnya akan ada tambahan Muara Enim, Musi Rawas, Muratara dan Pali.
Jadi secara keseluruhan untuk di sini ada tujuh kabupaten. “Jumlah gambut di Sumsel mencapai 1,4 juta hektar dengan target 616 ribu hektar sekitar 40 persen dimulai dari tahun 2016 terutama kegiatan pembasahan.

Untuk penambahan target secara bertahap, tahun 2016 ( 30 persen), tahun 2017 ( 20 persen) dan 2018 (30 persen). Secara logika baru mencapai 70 persen yang terdampak,” urainya

Untuk di Sumsel, masih masalah soal data sesuai skala berbanding 1: 250.000, koordinasi antar lintas sektoral baik Kementerian BRG maupun unit tingkat provinsi,” tutupnya.

Teks : Herwanto

Editor : Sarono PA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *