Memasuki Musim Penghujan, BPBD OI Siaga

Siapkan 55 Personil

SWARNANEWS.CO.ID,  INDRALAYA |Memasuki musim penghujan yang beberapa pekan terakhir sudah dirasakan, termasuk juga diwilayah Kabupaten Ogan Ilir (OI), pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OI tetap siaga. Hal ini dikatakan Jamhuri Kepala BPBD OI kepada awak media di ruang kerjanya, Selasa (4/12/18) saat dikonfirmasi terkait kesiapan pihak BPBD OI memasuki musim hujan.

Dikatakan Jamhuri, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan kepala desa melalui camat yang ada di Kabupaten OI dan bekerjasama dengan pihak TNI dan kepolisian guna melakukan pemantauan dan penanggulangan bila terjadi hal hal yang tidak diinginkan, misalnya terjadi banjir, angin puting beliung pada musim hujan seperti ini.

Tak hanya itu, lanjutnya, pihaknya juga telah menyiapkan satuan tugas, satgas sebanyak 55 personil yang siap diturunkan ke lapangan dalam wilayah Kabupaten OI.

Saat disinggung titik prediksi puncak banjir, menurutnya musim penghujan ini diperkirakan dimulai  Desember 2018 hingga Februari 2019, sementara puncaknya diprediksi akan terjadi pada bulan Januari 2019. Dengan titik daerah rawan banjir dan angin terdapat pada sembilan wilayah kecamatan di 54 desa yang ada di wilayah Kabupaten OI.

Kesembilan daerah rawan tersebut yang mayoritas masyarakatnya tinggal di daerah bantaran sungai, antara lain, kecamatan Muara Kuang, Tanjung Batu, Tanjung Raja, Payaraman, Rantau Alai Lubuk Keliat, Pemulutan Barat, Pemulutan Selatan dan Pemulutan Induk. Namun dari data akhir 2017 hingga awal 2018 yang lalu daerah yang paling rawan akan bencana banjir yaitu kecamatan Muara Kuang dan Tanjung Batu.

Masih kata kepala BPBD OI, untuk itu pihaknya sudah melakukan persiapan, selain sudah menyiapkan 55personil petugas yang siap diturunkan kelapangan juga mempersiapkan perlengkapan lainnya yaitu peralatan dan logistik dengan tetap mengedepankan koordinasi dengan semua pihak.

“Koordinasi adalah kuncinya, saat menerima kabar, terjadi bencana, baik itu banjir maupun angin puting beliung, kita langsung melakukan koordinasi dengan semua pihak, baik itu TNI, kepolisian, camat, kades juga terhadap petugas yang akan diturunkan kelapangan”, tutup Jamhuri.

Teks: Ani

Editor: Sarono PS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *