Program Serasi Cocok Untuk Wilayah Sumsel

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Program Selamatkan Lahan Rawa (Serasi) yang akan terus dikembangkan dan di lanjutkan tahun 2019. Hal ini dilakukan merujuk program pusat Kementerian Pertanian RI terutama untuk Sumatera Selatan (Sumsel). Posisi Sumsel sebagai pemilik lahan rawa terluas di Indonesia. Lahan sawah yang berasal dari rawa sudah mencapai 350 ribu hektar berdominasi.

Hal itu disampaikan Kementerian Pertanian Haris Syahbuddin saat di bincangi usai acara Pisah Sambut Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumsel dari Bpk. Dr. Ir. Priatna Sasmita, M.Si kepada Bpk. Ir. Amirudin Pohan, M.Si dan Peresmian Gedung Kantor Baru, JI. Kol. H. Burlian KM. 6 No. 83 Palembang, Kamis (27/12/2018)

Menurut Haris, suatu kesempatan yang sangat baik untuk Sumsel membangun lahan rawa, kebetulan Pak menteri sangat tertarik dan ide pemikiran datang dari Sumsel, gimana mengelola rawa melalui tim Folder dan pompanisasi air yang keluar masuk bisa dikembangkan.

“Ada 250 ribu hektar di Indonesia separuhnya ada di Sumsel, menurut saya ini kegiatan yang cukup besar di sektor pertanian untuk Sumsel,” ujarnya

Dijelaskan Haris, saat ini dirawa sendiri IP masih diangka 1,3 jadi para petani menanam hanya 1 kali terus sepertiga lahan baku ditanam dua kali. Diharapkan dengan program Serasi tanam bisa capai dua kali karena air bisa keluar masuk dan komoditi bisa padi, jagung dan lainnya. Seperti contoh, di kawasan Tanjung lago Banyuasin bisa menanam jagung mencapai 15 ribu hektar ditanam saat musim kering.

Kemudian komoditi holtikultura perkebunan, seperti Pagaralam, kopinya terkenal sampai ke new York, Dubai, Tokyo, Uni Soviet, Rusia dan lainnya, karena Sumsel menyimpan potensi alam yang memang luar biasa, nantinya akan membuat program kampung kopi dan akan dikembangkan dengan target 150 hektar.

“Mudah-mudahan pola pengembangan seperti ini bisa menambah penghasilan bagi petani. BNPT tugasnya hanya pendamping dari soal penyuluhan dan teknologi,” terangnya.

Lanjutnya, seiring perjalanan dan waktu sesuai arahan Presiden RI terkait persoalan Sumber Daya Manusia (SDM), penguatan nilai tambah ekspor dan rupiah menjadi salah satu target semua.

“BPTP merupakan tugas dari Pak Menteri, saat ini sedang diusulkan ke Menpan RB yaitu pendampingan penerapan teknologi Pasifik lokasi mendukung program strategis menteri pertanian itu tugas baru BPTP yang sangat berat, Nanti akan ada penguatan SDM sebagai Garda terdepan BPTP,” papan.

Untuk peningkatan produksi, bahwa target 2019 padi dan jagung bisa mencapai 60 ribu ton untuk sekali panen. Hal ini memang perhitungan yang sangat cermat dari dinas pertanian dan holtikultura Sumsel. “Saya sangat mengapresiasi dan memang dapat di acungkan jempol peningkatan produksi di Sumsel,” ucapnya.

Selain itu, untuk kendala rawa terutama masalah lahan yang sub optimal yaitu lahan memang bermasalah dari sisi unsur hara yang sangat minim karena banyak mengandung besi. Untuk penanganan sendiri, harus dilakukan tata cara sistem air satu arah dengan di cuci dan dibawah keluar dari lahan, menggunakan bio tara atau kapur pertanian.” Dilahan Rawa memang kurang orang, Penanganannya secara sendiri jadi harus ada hamparanisasi, maksudnya orangnya sedikit hamparan luas,” paparnya

Sementara itu, dalam mengahadapi musim pancaroba saat ini target padi, jagung dan lainnya itu bisa di capai apabila masyarakat bisa mengurus dan mengelola tata cara air.

“Ada satu yang perlu dikembangkan yakni rawa itu di hilir bisa hujan jadi air bisa kearah hilir yang perlu di prediksi,” pungkasnya.

Teks : Herwanto
Edtor : Sarono PS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *