RT Jadi Timses masih Debatable

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Bola panas banyak pihak yang menginginkan ketua RT tidak boleh terlibat menjadi tim sukses sampai hari ini masih debatable dan terus menjadi pertanyaan serius para pihak. Banwaslu Kota Palembang dalam sesi gelar diskusi panel sosialisasi UU pemilu di Horison (28/12) dihadiri oleh seluruh lurah, camat, parpol, Gakumdu pun belum bisa memberikan pernyataan resmi.

Hal itu disampaikan langsung oleh Anggota Bawaslu Kota Palembang, Eko Kusnadi didampingi oleh pembicara lainya, Ketua KPU Palembang, Faramon Syahkti, Kepala Seksi Tindak Pidana Hukum Satria Irawan, dan Kanit Pidkor Satreskrim Polresta Palembang IPTU Hamsal.

Menurut Eko, persoalan ketua RT boleh tidak menjadi Timses masih dibicarakan dan jadi pembahasan di Bawaslu pusat. Sehingga pihaknya pun belum bisa memutuskan boleh atau tidaknya.

“Persoalan ini masih debatable, jadi akan kita sampaikan setelah ada putusan resmi nanti,” imbuhnya.

Sejauh ini posisi RT bukan ANS, namun RT masuk sebagai perangkat negara yang diberi tunjangan. Sampai hari ini belum ada aturan baku mengatur hal ini.

Pokok lain muncul dalam diskusi panel tersebut, adanya temuan money politik yang terjadi dalam proses pemilu tidak bisa serta merta mampu mengesahkan hasil. Namun harus lebih dahulu mendapatkan putusan pengadilan.

Dalam kesempatan ini, Bawaslu, KPU bersama kepolisian dan Kejaksanaan hanya bisa berharap, semua pihak bisa memahami aturan UU Pemilu. Mulai proses hingga penindakan pelanggaran jika ada.

Baik pihak penyelenggara dan pengawas pun tidak bisa memaksakan banyak hal . Semua harus merujuk aturan baku sudah ditetapkan.

Untuk itulah pihaknya berharap semua pihak bisa membantu meningkatkan pengawasan dengan baik agar semua proses berjalan seadil adilnya. (*)

Teks/Editor : Asih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *