Aset Sekretariat PB HMI Segera Dipulihkan

SWARNANEWS.CO.ID, JAKARTA | Mencuatnya kasus penjualan Sekretariat PB HMI yang beralamat di Jalan Diponegoro Nomor 16 A Menteng Jakarta Pusat mengundang reaksi dari kader HMI di Jakarta. Mereka minta sesegera mungkin aset kepemilikan sekretariat PB HMI dipulihkan.

Saat dikonfirmasi secara langsung, Randy Oheinaung yang juga merupakan aktivis HMI Jakarta mengungkapkan bahwa penjualan aset HMI tersebut telah mencederai nama institusi HMI.

“Penjualan aset HMI di masa periodesasi saudara Arif Rosyid Hasan selaku Ketua Umum PB HMI pada waktu itu jelas mencederai nama institusi HMI,” imbuhnya.

Randy pun mengungkapkan bahwa pada kongres di Pekanbaru, kader HMI menginginkan agar sekretariat PB HMI tersebut dikembalikan sebagaimana mestinya.

BACA JUGA  Santunan Korban "Crane" Ambruk Di Masjidil Haram Akhirnya Cair

“Pada kongres HMI ke-29 di Pekanbaru, kader HMI se-Indonesia menginginkan agar sekretariat PB HMI di Jalan Diponegoro dikembalikan dan difungsikan kembali sebagai sekretariat PB HMI,” lanjutnya.

Belakangan ini muncul surat perjanjian dan pernyataan tertulis dari Ketua Umum terpilih hasil kongres di Pekanbaru yakni Mulyadi P Tamsir yang salah satu poinya akan mengembalikan sekretariat PB HMI yang beralamat di jalan Diponegoro. Dan juga secara lisan dan tertulis menyepakati siap di pecat menjadi kader HmI diatas meterai sebagaimna gambar dibawah.

BACA JUGA  Daerah Diminta Klopkan Anggaran dengan Pusat

Menanggapi munculnya surat tersebut, Randy menegaskan akan kembali menyikapi poin surat perjanjian yang ditanda tangani langsung Muliadi P Tamsir.

“Selaku kader HMI Jakarta, saya beserta teman – teman akan menyikapi isi perjanjian dengan Mulyadi P Tamsir yang menjabat sebagai Ketua Umum hasil Kongres ke-29 di Pekanbaru,” tegasnya.

“Hal ini saya lakukan dikarenakan selama periodesasi Mulyadi tidak ada niatan bahkan gerakan yang kemudian dilakukannya untuk mengembalikan Sekretariat PB HMI yang telah melahirkan banyak tokoh nasional di Republik ini,” tutupnya.(*)

Teks : Herwanto
Editor : Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait