Pedagang Sudirman Terancam Gulung Tikar

Ombudsman Segera Panggil Walikota

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Ombudsman RI perwakilan Sumatera selatan tampaknya bakal serius menindaklanjuti laporan para pedagang di kawasan Sudirman hingga Veteran yang terancam gulung tikar lantaran larangb parkir di sepanjang kawasan itu. Dalam waktu dekat, Ombudsman bakal memanggil Walikota beserta OPD terkait guna mencari solusi bersama.

Hal ini dilatarbelakangi pemanggilan pihak Ombudsman pada Persatuan Pemilik, Pengguna, Pemakai Ruko dan Pelaku Usaha (P3R PU) di Jalan Jend. Sudirman terkait keluhan kebijakan larangan parkir di di sepanjang pedestrian hingga Simpang Empat Veteran.

Pemanggilan tersebut dilakukan permintaan keterangan terkait kronologi penerapan larangan parkir di lokasi tersebut.

Syahrial Aziz, ketua P3R PU datang bersama beberapa pemilik toko lainnya menyampaikan keluhannya terkait penurunan omset sejak diterapkannya larangan parkir ini, hingga para pedagang bisa terancam gulung tikar jika tidak diberikan solusi cepat.

“Penurunan5 pendapatan kami jauh drastis, hingga 70% bahkan lebih. Karyawan saya yang semula berjumlah 10 orang sekarang tinggal 3 karena sepi pelanggan,” ucapnya.

“Tadinya ini hanya sementara, selama Asian Games, dan kami dukung itu. Tapi sampai saat ini berlanjut bahkan diiringi sikap arogan petugas yang sampai mengangkut motor dan mengunci roda mobil. Surat kami pun ke walikota dan dishub tidak ditanggapi,” tambahnya.

Agus, salah seorang pemilik toko lainnya juga mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya banyak efek buruk akibat pembangunan pedestrian dan larangan parkir disana.

“Itu toko sekaligus rumah tinggal saya pak. Saya bahkan tidak bisa memarkir kendaraan saya sendiri di depan ruko. Bahkan sejak ada pedestrian yang lebarnya 6 meter ini, ketika ada hujan langsung banjir karena saluran air tidak lancar,” ujar Agus.

Kepala perwakilan ombudsman RI Sumsel, M. Adrian Agustiansyah melalui Asisten Penanggung jawab laporan Agung Pratama mengatakan, pemanggilan ini adalah salah satu tahapan proses penyelesaian laporan yang ada di ombudsman.

“Kita ingin mendengar secara langsung bagaimana kronologi sebenarnya dan apa yang dikeluhkan oleh para pemilik dan pengguna toko di Sudirman,” tegasnya.

Agung menambahkan, ombudsman rencananya akan memanggil pihak terlapor yang dalam hal ini adalah Walikota Palembang beserta OPD terkait dalam rangka penyelesaian masalah ini.

“Kita akan meminta pihak Pemkot Palembang mengevaluasi kembali kebijakan larangan parkir tersebut, agar didapatkan solusi terbaik dan tidak ada pihak-pihak tertentu yang dirugikan”, tutupnya. (*)

Teks : Fuad
Editor : Asih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *