RSMH Pertama Pemasangan Alat Pacu Jantung Tanpa Bedah

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Mohammad Hosein Palembang adalah salah satu Rumah Sakit Rujukan Nasional yang melakukan tindakan pemasangan Alat Pacu Jantung Permanen tanpa Kabel (leadless Pacemaker).

“Ada 14 rumah sakit rujukan Nasional di Indonesia salah satunya yang mengcover Lima provinsi yakni Sumsel, Bangka Belitung, Lampung, Jambi dan Bengkulu,” ungkap Direktur RSMH Palembang dr Mohammad Syahril, Sp.P, MPH saat menggelar Press Conference, Jum’at (18/01/2019) di ruang Cathlab BHC RSMH Palembang

“Diharapkan, RSMH yang berstandar internasional memang betul-betul erat menjadi rujukan Nasional. Jadi masyarakat tidak perlu lagi keluar negeri untuk berobat,” ujarnya.

Dikatakannya, Ada lima rujukan Nasional unggulan di RSMH Palembang, yakni layanan jantung dan syaraf terpadu, Concologi terpadu (CemoTrafi /Kanker), Bedah Mal Infrasif, Bayi Tabung, Transplatasi ginjal.

“Untuk Bayi Tabung masih dalam proses dan ada kendala sedikit. Mudah-mudahan pertengahan tahun akan di lounching sekaligus peresmian gedung dijadwalkan bulan Mei nanti. Khusus layanan unggulan jantung dan saraf terpadu sudah banyak dilakukan di RSMH. Salah satunya bedah torak,” terangnya.

Sementara, Koordinator Layanan Cardioserebrovaskuler Dr. Alexander Edo Tondas, SpJp, FIHA, FICA menjelaskan, tindakan pemasangab alat pacu jantung tanpa kabel hari ini lancar.

BACA JUGA  Melalui Musrenbang OPD Harus Tepat Sasaran

“Pasien sudah kita pindahkan ke kamar. Satu atau dua hari bisa dipulangkan. Terima kasih keluarga sudah percayakan ke RSMH. Mudah-mudahan makin banyak pasien seperti pak selamet terbantu, tanpa harus ke luar negeri,” bebernya.

Dalam kesempatan ini, lanjut Edo, terima kasih dokter Diki Hanafia dari RS Harapan Kita, yang telah hadir disini. “Ini baru pertama tindakan pemasangan alat pacu jantung permanen tanpa kabel dilaksanakan di RS diluar Jakarta. Kita RS rumah sakit kedua melakukan ini setelah Jakarta,” ucapnya.

“Tindakan hari ini, pemasangan alat pacu jantung. Untuk pasien yang mengalami denyut pacu jantung lambat. Selama ini banyak pemasangan alat pacu jantung satu kabel, dua kabel bahkan tiga kabel,” terangnya.

Edo menjelaskan, dengan teknologi berkembang ukuran alat pacu jantung semakin kecil, untuk tindakan hari ini alat pacunya seperti kapsul dengan berat 2 gram. Alat pacu jantung ini mikra terkecil di dunia. Ini non bedah. Tanpa buka dada, dimasukan melalui kateter melalui paha. Jadi setelah pemasnagan alat ini pasien kami pantau. Alat pacu ini ada baterai bisa bertahan 12 tahun.

“Kita pantau dua bulan kemudian, setiap enam bulan dicek, baeterainya bagus atau tidak, fungsinya bagus atau tidak. Kateter dari paha, masuk ke pembuluh darah. Ini adalah keteter mendorong alat pacu jantung dibantu x ray, untuk melihat ke dalam. Saya bisa melihat alat ini dari luar,” bebernya.

BACA JUGA  Laporan Pansus I, Cafe Harus Ditertibkan

“Alat pacu akan menetap di jantung, untuk listriknya untuk membantu denyut jantung. Sistem kelistrikan bagus. Untuk mengecek tadi hasilnya baik. Kemudian alat sistem pengirimnya. Pasien bisa beraktivitas satu atau dua hari,” urainya.

Ditambahkan, Dokter ahli jantung dan syaraf dari RS Harapan Kita dokter Diki Hanafi menuturkan, pemasangan alat pacu jantung ini belum banyak di Indonesia.

“Diluar Jakarta baru di Palembang. Harapan kita pertama, yang kedua RSMH. Harapan kita sudah banyak yang pasang,” ucapnya.

Diki menjelaskan, beberapa hal komplikasi alat pacu jantung dengan kabel yakni bisa menyebabkan infeksi, pendadarahan, kabel menggulung. ” Tapi ini tanpa kabel. Sekarang alat pacu jantung mengecil hanya sebesar kapsul. Jauh lebih canggih dari yang biasa. Dia punya sensor sehingga bisa melihat nadinya naik, semuanya bisa dimonitor. Ini lebih bagus lagi,” pungkasnya.

Teks : Herwanto
Editor : Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait