Dinkes OKI Tingkatkan Kewaspadaan DBD

SWARNANEWS.CO.ID, KAYUAGUNG | Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten OKI mengambil berbagai langkah untuk mencegah meluasnya penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) usai meninggalnya balita di RSUD Kayuagung diduga karena penyakit menular ini.

Kasi Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes OKI, Subianto mengatakan, usai mendengar kabar meninggalnya pasien atas nama David (4) yang diduga karena DBD, pihaknya langsung melakukan penyelidikan epidemiologi ke rumah korban di Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten OKI. Pemeriksaan ini, kata Subianto, dilakukan dalam radius beberapa ratus meter dari rumah korban dengan pemeriksaan jentik nyamuk. Namun, dari hasil pemeriksaan ini tidak ditemukan jentik nyamuk baik itu di rumah korban maupun rumah tetangga korban.

“Tapi kami masih mencari tahu apakah sebelum kejadian korban sempat bepergian ke tempat lain,” tutur Subianto.

Diakuinya, sebenarnya pencegahan penyakit DBD ini sendiri sudah dilakukan sebelum adanya kasus ini. Salah satunya dengan menebar bubuk Abate melalui 31 Puskesmas di OKI.

“Tapi kalau dilihat saat ini memang tengah masuk musim penghujan sehingga mulai ada yang terjangkit. Terkait kasus ini akan terus dilakukan penyelidikan,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun, pasien yang diketahui bernama David (4) masuk ke RSUD Kayuagung pada 1 Januari 2019. Meski telah mendapatkan perawatan intensif dari dokter, nyawa bocah malang ini tidak tertolong.

Direktur RSUD Kayuagung, dr Fikram didampingi dr Mirda menjelaskan, pasien balita ini dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan kurang dari 48 jam di rumah sakit.

“Pasien terlambat dibawa kesini, kondisi pasien sudah Dengue Shock Syndrome (DSS) atau fase akhir, sehingga tidak tertolong lagi,” ungkap Fikram.

Ditambahkannya, dalam beberapa bulan terakhir keluhan terkait DBD ini kerap ditangani oleh pihaknya. Menurut Fikram, dengan adanya pasien yang meninggal ini maka perlu dilakukan penanganan secara intensif aktif dan menyeluruh sehingga diharapkan tidak ada korban lainnya.

“Jika ada pasien yang meninggal dunia, maka ini bisa dikatakan Kejadian Luar Biasa (KLB),” katanya.

Dirinya mengimbau agar masyarakat yang merasakan ada gejala hal demikian dapat segera memeriksakan kesehatannya. Sebab jika telat, akibatnya bisa sangat fatal.

“Harus waspada dan aktif menjaga kebersihan lingkungan sekitar agar jentik-jentik nyamuk penyebab DBD tidak berkembang biak,” tegasnya. (*)

Teks : Elisa
Editor : Sarono PS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *