Independensi Kampus Dipertanyakan

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Banyaknya dukungan beberapa alumni kampus yang menyatakan terang-terangan ke salah satu paslon capres dan cawapres dinilai melanggar etika dunia pendidikan dan bisa mencoreng dunia pendidikan.

Pengamat Politik Bagindo Togar menilai bahwa alumni-alumni kampus ini
diharapkan mampu memberi evaluasi terhadap pemerintahan saat ini berdasarkan latar belakang keilmuan atau jurusan Fakultas yang diperolehnya selama menjadi Civitas Akademika di Perguruan Tinggi terbaik.

“Sebaiknya mengesampingkan unsur atau variabel lain yang tidak terkait langsung sebagai Insan Intelektual yang sarat dengan nilai nilai Objektifitas yang Kritis serta keluhuran Budi Pekerti maupun Keilmuan. Seyogyanya merumuskan pilihan dengan acuan data juga fakta yang genuine, minus apologi dan persepsi yang jernih tanpa emosional yang tidak mendasar,” ungkap mantan Ketua IKA FISIP Unsri saat diwawancarai, Senin (21/1).

Bagindo, menambahkan jadikan perbedaan atas pilihan serta pandangan politik sebagai Trigger kekuatan untuk saling mengapresiasi. Bukan malah sebaliknya, mengusik dan mengarahkan sikap politik masyarakat ke lokus yang jauh kaitannya dengan ragam indikator efektifitas.

“Program-program pembangunan pemerintahan Nasional dalam kurun waktu tertentu. Artinya para Kaum Intelektual Alumni punya tanggung jawab Sosial berbasis Intelektual ketika mengstimulasi Publik Daerah ini, untuk mengutamakan daya Rasionalitas dalam menetapkan Sikap Politiknya sebagai Warga Negara,” pungkasnya. (*)

Teks : Fuad
Editor : Asih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *