Lobang Menganga, Jalintim OKI Rentan Kecelakaan

SWARNANEWS.CO.ID, KAYUAGUNG | Kerusakan di beberapa titik ruas jalan lintas timur (Jalintim), Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), cukup menyulitkan kendaraan yang melintas. Kerusakan jalan tersebut juga dikhawatirkan dapat mengakibatkan kecelakaan, bagi pengguna jalan yang melintas.

Seperti di ruas jalintim Desa Celikah, Kecamatan Kayuagung, tepatnya depan SPBU 24.306.169. Di lokasi ini meski belum ada korban jiwa, namun pengendara yang melintas kerapkali mengalami kecelakaan terutama disaat turun hujan pada malam hari. Apa lagi terdapat lubang ‘menganga’ yang nyaris memakan separuh ruas jalan.

Jika diperkirakan lubang pada jalan tersebut memiliki lebar sekitar 2,5 meter dengan panjang 1,5 meter dan berkedalaman hingga 30 centimeter. Ditambah dengan kurangnya penerangan lampu jalan di lokasih tersebut dikhawatirkan akan mengakibatkan kecelakaan terhadap pengguna jalan.

Menurut Ilham, selaku Security SPBU 24.306.169, saat dibincangi wartawan mengatakan, Jumat (04/01), dalam waktu dekat ini sedikitnya telah menyaksikan 5 – 6 kali terjadi lakalantas akibat lubang tersebut.

“Terutama pada malam hari. Apalagi jika hujan turun, Lubang tersebut tertutup genangan air. Bukan hanya Sepeda Motor bahkan mobil pun yang tak mengetahui terdapat lubang di jalintim ini seringkali terjebak hingga mengalami laka lantas,” katanya.

Lebih lanjut diceritakannya, seperti pada waktu itu, ada pengendara sepeda motor melintas dengan laju sedikit kencang. Lantaran diduga karena tidak hafal ruas jalan disini, ditambah dengan lubang tersebut tertutup genangan air, sepeda motor yang dikendarai oleh pengguna jalan tersebut terbalik dan mengalami kerusakan. Beruntung orang tersebut beserta, anak dan istrinya cuma mengalami luka lecet.

“Ada juga mobil sejenis avanza terjebak lubang. Karena waktu itu dengan kecepatan tinggi, salah satu roda depannya sampai terlepas dan Kaca depan retak. Seingat saya, ada sekitar 5 – 6 kali terjadi lakalantas akibat kerusakan jalan tersebut,” tandasnya.

Mengingat hal itu, tambahnya, maka dipasang kayu segitiga sebagai tanda supaya kendaraan melintas mengetahui jika terdapat lubang ‘menganga’. Meski sangat sederhana paling tidak bisa sedikit membantu pengendara agar tidak terjebak dan mengalami lakalantas,” ungkapnya.

Teks : Elsa
Editor : Sarono PS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *