Swasembada Gula di OKI Bakal Didirikan Pabrik

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Sumatera Selatan terkenal dengan Swasembada gula.Tahun 2019, PT Pratama Nusantara Sakti (PNS) akan meresmikan Pabrik gula baru di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel, Fakhrurrozi Rais usai menggelar Focus Group Discuscation (FGD) dengan tema “Dukungan swasembada gula budidaya dan sistem panen tebu perkebunan tebu di Sumsel, di hotel Swarna Dwipa, Kamis (10/1/2019).

Menurutnya, dengan adanya pabrik di Sumsel, tentunya produksi gula cukup untuk persediaan. Persediaan bisa mencapai 50 persen.

“Selama ini tebu mereka dibawa ke pabrik gula di Lampung dengan menggunakan transportasi darat dan laut sangat merugikan. Kedepan pasar-pasar di Sumsel dapat dikelola disini tidak perlu lagi dibawa ke Lampung. Kendalanya hanya soal pabrik,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten 1 bidang pemerintahan Pemprov Sumsel, Akhmad Najib menerangkan, sebetulnya swasembada gula untuk produktivitas tidak ada permasalahan, cuma soal kebutuhan jadi masih kurang produksi dan konsumsi. Oleh karena itu dengan rencana kegiatan pabrik gula sangat positif dalam rangka memberikan kontribusi terhadap memenuhi kebutuhan masyarakat akan gula. Dalam arti melihat produktivitas harus ada beberapa kaidah-kaidah yang perlu dipenuhi.

“Makanya sekarang disamping perusahaan yang berinvestasi di Sumsel harus ada lahan, Amdal, izin lingkungan, tapi masih perlu produktivitas didukung. Oleh karena itu dengan adanya FGD hari ini bisa menyamai persamaan persepsi supaya nanti tidak ada gangguan dan produktivitas meningkat,” paparnya.

Sejauh ini, rencananya untuk wilayah-wilayah di Sumsel seperti Ogan Komering Ilir (OKI) dan OKU Timur tapi Sumsel sudah punya PTPN VII, PT Laju Prima dan gula lainnya. Tapi kondisinya belum mampu memenuhi kebutuhan.

Oleh karena itu, nantinya Kementerian pertanian akan memaparkan dari aspek norma yang harus dipenuhi dan aspek teknis dalam kajian, lebih lagi kontribusi mengurangi pengangguran dan kemiskinan.

“Dengan adanya produksi pabrik perkebunan tebu akan berdampak pada penyerapan kepada tenaga kerja, peningkatan pendapatan dari sektor pajak, dan lebih itu masyarakat miskin bisa terkurangi. Tapi yakinlah dan berterima kasih bagaimana dengan adanya produktivitas bisa terpenuhi dari pabrik-pabrik yang ada,” bebernya

Saat ini kebutuhan gula 70 ton secara nasional, untuk Sumsel masih kurang memenuhi baru mencapai 60 ton,” pungkasnya.

Teks : Herwanto
Editor : Sarono PS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *