Pecinta Batu Masih Eksis, Chalcedony Masih Idola

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Sejak tahun 2014, pecinta batu akik sedang berguming – gumingnya di Nusantara terutama pecinta lokal di Sumsel. Namun, lama kelamaan mulai redup. Tetapi hal tersebut ternyata dibuktikan dengan adanya kejuaraan Permata Sriwidjaya yang berlangsung selama dua hari 02-03 Februari 2019 di Ulsilent Cafe, Palembang.

“Yang pasti utamanya dengan adanya kejuaraan ini bisa menjalin silaturahmi dari pecinta batu akik di Nusantara terutama pecinta lokal di Sumsel,” cetus Ketua pelaksana Kejuaraan Permata Sriwidjaya, Badarudin Yusuf, Sabtu (2/2/2019).

Menurut Badar, saat ini mencari batu berkualitas dan layak. Batu yang di perlombakan pada kontes kejuaraan ini ada 100 kategori, di mulai dari jenis batu chalcedony, teratai, bergambar, bermotif, dan berpola. Untuk harganya sendiri kisaran tertinggi di kontes batu akik chalcedony dihargai mencapai Rp 500 juta.

” Kita merasa bangga, batu asal Sumsel Blue Chalcedony kini menjadi primadona tanah air hingga Internasional. Tak sedikit para kolektor dunia rela merogoh kocek dalam untuk mendapatkan batu akik asli Baturaja tersebut,” katanya.

Badar menjelaskan, jenis batu blue chalcedony paling diburu lantaran batu akik itu memang susah dicari dan jumlahnya di alam sangat terbatas. Jikapun penambang mendapatkan batu, banyak sekali yang tidak sempurna sehingga sulit sekali mendapatkan batu dengan warna biru sempurna.

“Seperti bacan kan muda dicari walaupun mahal. Nah, kalah batu biru kita ini jarang orang mau jual. Karena memang sulit sekali mendapatkannya dengan warna biru mengkilat sempurna tanpa cacatnya,” beber Badarudin.

Badar menambahkan, para penggemar batu akik sebenarnya bukan menghilang, akan tetapi pencintanya masih tetap eksis namun dengan pangsa pasarnya tersendiri. Dengan demikian batu akik sendiri menjadi lebih berkualitas.

“Sebelumnya memang orang demam saja, kalau sekarang benar-benar pencinta sejati. Harganya pun sekarang Rp 5 juta jika ingin batu berkualitas. Kalau kelas kontes sampai puluhan juta,” terangnya.

Lanjut Badar, untuk jumlah peserta Kejuaraan Permata Sriwidjaya itu sendiri ditargetkan 1000 peserta, penilaiannya sesuai dengan standar dan kategorinya dilihat dari kekeristalan batu, kaler atau warna batu, karat dimensi ukuran batu kemudian kating atau gosokan batu itu sendiri.

“Acara digelar untuk menjalin tali silaturahmi sesama pecinta batu. Jumlah peserta kita targetkan 1000 orang, tahap pertama ini baru ratusan yang mendaftarkan diri, untuk juara umum sendiri diambil dari penilaian seluruh kategori kelas,” paparnya.

Teks : Herwanto

Editor: Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait