Mahasiswa Muhamadiyah Meninggal Terserang Hipo di Puncak Dempo

SWARNANEWS.CO.ID, PAGARALAM | Naas tak dapat terhindar, kali ini Gunung Dempo kembali menelan korban, yakni Firdaus (19 thn), adalah salah satu dari peserta Pendidikan Dasar (Diksar) Brigade Mahasiswa Pecinta Alam Semesta (BRIMPALS), yang tercatat sebagai Mahasiswa dari Universitas Muhamadiyah Palembang Jurusan Fakultas Hukum.

Firdaus diduga meninggal dunia dikarenakan mengalami Hipo (kedinginan) saat berada di puncak Gunung Dempo. Korban yang tercatat sebagai warga Mesuji, kabupaten OKI ini baru bisa dievakuasi pada pukul 21.00 WIB, Senin (04/02/2019).

Kapolres Pagaralam AKBP Trisaksono Puspo Aji SIK Msi melalui Kapolsek Pagaralam Utara, AKP Herry Widodo membenarkan adanya kejadian tersebut. “Satu korban meninggal dunia yakni salah satu anggota peserta Diksar dari Brigade Mahasiswa Pecinta Alam,” jelasnya.

BACA JUGA  337 Masuk Daftar Caleg Sementara KPU Pagaralam

Herry membenarkan pula bahwa korban meninggal diduga karena terserang Hipo dan tidak ada kekerasan fisik. Jenazah untuk sementara masih berada di RSUD Besemah. Sementara pihak keluarga sedang berada dalam perjalanan menuju Pagaralam.

Sementara Bayu selaku Ketua BRIMPALS saat dibincangi, mengatakan kegiatan Diksar yang dilakukan oleh Brims Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah dimulai tanggal 26 Januari 2019 dengan total seluruh 26 orang mahasiswa.

“Kami juga sudah melakukan SOP untuk seluruh peserta Diksar meliput keterangan sehat, riwayat penyakit, izin keluarga serta izin-izin lain maupun dari Kampus dan kepolisian, dari tanggal 26 Januari kita sudah di Pagaralam,” terang Bayu.

Bayu menjelaskan pula bahwa kejadian yang menimpa anggotanya secara mendadak, jelas Bayu bahwa pada saat itu usai melakukan semua kegiatan di pelataran puncak Dempo dirinya beserta anggota beristirahat untuk makan lalu packing perlengkapan. Saat mau meninggalkan pelataran Dempo tiba-tiba Firdaus tidak sadarkan diri.

BACA JUGA  Perbaikan Jembatan Endikat Jelang Lebaran, Pejabat Pagaralam Akan Lakukan Hal Ini

“Ceritanya sudah kami istirahat dan usai makan serta packing perlengkapan untuk pulang, Firdaus tiba-tiba tidak sadarkan diri, kami spontan langsung melakukan P3K serta menghubungi Forpa dan warga Kampung 4 Pagaralam Selatan untuk dilakukan evakuasi. Korban langsung di evakuasi ke RSUD lebih kurang pukul 04:00 Wib dikabarkan sudah meninggal dunia,” jelas Bayu dengan raut duka yang mendalam.

Teks : Hairul & Rina
Editor : Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait