Ritual-Ritual Langka Minum Kopi di Timur Tengah

8 Februari 2019 9:03 am,

Penyajian kopi memiliki filosofi tersendiri sesuai dengan konteks.

SWARNANEWS.CO.ID, Ada banyak cara yang dilakoni masyarakat atau komunitas tertentu untuk menikmati kopi. Kebiasaan itu diyakini menjadi semacam ritual khusus yang membuat kopi semakin enak dinikmati. Begitu juga di sejumlah kawasan Timur Tengah. Para penikmat kopi mempunyai ritual khusus untuk mengonsumsi minuman berkafein tinggi itu.

Mengutip Arabicpost,  mencoba memberikan ulasan singkat ihwal tradisi minum kopi di beberapa kawasan Timur Tengah. Berikut ini pemaparannya:

Di antaranya, menuangkan kopi di atas tanah, sementara posisi teko dibiarkan terbalik begitu saja.

Hal ini menandakan kesedihan tenah sebab kematian seorang kepala suku, atau tetua masyarakat. Filosofinya mirip pengibaran bendera setengah tiang.

Menyajikan kopi dengan cara berdiri, memagang teko dengan tangan kiri dan cangkir dengan tangan kanan, membungkuk saat menyajikan cangkir, memulai dari mereka yang berada di awal barisan, baru kemudian secara bergantian dari sisi kiri ke sisi kanan.

Orang tua atau tamu dilarang ikut-ikutan menyajikan kopi. Jika tamu mengaduk kopinya itu menandakan tak lagi minta tambah. Jika cangkir diserahkan kembali, maknanya justru dia minta kopi dituangkan lagi.

Jumlah volume juga memiliki makna. Jika kopi dituangkan lebih sedikit dari setengah cangkir, itu berarti tuan rumah sangat menyambut dan menginginkan Anda.

Sementara jika dituangkan hampir penuh, berarti kehadiran Anda tak terlalu disambut baik. Kopi biasanya dikonsumsi dengan makanan yang manis-manis, biasanya kurma sebagai penawar pahit.

Bagi sebagian masyarakat di kawasan Syam (kini sekitaran Palestina, Yordania, dan Suriah) kopi kerap disantap di waktu pagi. Kopi juga sajian utama bagi para tamu. Kopi tidak akan diminum kecuali setelah kecuali permintaan sang tamu dipenuhi.

Berbeda dengan sejumlah daerah, Mesir memiliki cara tersendiri dalam mengonsumsi kopi.

Di negeri piramida ini, kopi tidak disedu tetapi direbus bersamaan dengan air mendidih tetapi tidak terlalu lama. Biasanya jika terlalu lama justru cita rasa kopinya tidak akan nikmat disajikan.

Di Turki, kopi akan disajikan dengan sedikit garam. Tradisi ini biasanya dilakukan calon mempelai pria untuk menunjukkan kecintaannya terhadap calon mempelai istri. Kopi harus dihabiskan tanpa kegaduhan.

Teks: Rep

Editor: Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait