Fintech Bakal Rebut Pasar Jasa Keuangan

Simple Bisa Salurkan Miliaran per Hari
AFPI Siapkan Sertifikasi Fintech Sah

 

Pertumbuhan industri jasa keuangan Financial Technology (Fintech) terus mengalami penetrasi luar biasa. Meski porsi market share masih kecil dibandingkan industri jasa keuangan perbankkan, namun Fintech diprediksi bakal merebut pangsa pasar industri keuangan seperti perbankkan secara besar besaran, jika hari ini tidak segera melakukan mobilisasi sistem dan kolaborasi antar lembaga keuangan yang ada.

Berproses bersama jajaran OJK, Lembaga Fintech siap bersinergi memajukan inklusi keuangan.

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Ancaman ini sungguh tidak main main. Kondisi ini terungkap dalam sesi gelar seminar ‘Membangun Industri Fintech Lending Terpercaya’ dipadu dengan Fintech Exhibition menghadirkan para pelaku industri keuangan fintech seperti AsetKu, TokoModal dan CashWagon juga sederet lembaga fintech Peer to Peer (P2P) lending, di Novotel (03/05).

Direktur Pengawasan OJK Regional 7 Sabil dalam kesempatan kemarin menegaskan, kolaborasi antara Fintech dengan industri bank mutlak dilakukan agar terjadi keseimbangan yang baik.

Ya, meski diakui Sabil, bahwa antara fintech dan perbankkan memiliki segmen berbeda. Dimana perbankkan lebih menyasar ml llbankable, sehingga butuh proses panjang. Sedangkan fintech mengambil pasar unbankable dan terkenal simpel. Meski begitu ia sangat berharap lembaga lembaga bank sudah harus bermitra dengan lembaga fintech P2P lending, agar efektifitas penyaluran dana bisa lebih cepat lagi.

Ditanya soal nasib perbankkan hari ini dengan suburnya fintech. Sabli mengaku posisi saat ini perbankkan masih aman.

“Saya sudah cros cek, rata rata pertumbuhan aset masih di atas 10 persen. Sehingga belum mengkhawatirkan bahwa bakal ada rebutan pasar antara bank dan fintech, ‘ujar Sabil menegaskan.

Kehadiran fintech justru mampu mengisi ruang kosong dan cela yang tidak bisa disasar oleh bank. Seperti minimnya account marketing di lembaga perbankkan, mampu ditutupi dengan adanya fintech lebih menyasar pangsa pasar yang belum disentuh oleh bank.

Oleh sebab itulah, sudah waktunya perbankkan berkolaborasi dg fintech agar masing masing pihak tidak mengambil pangsa.

Kolaborasi ini bisa dalam bentuk risk manajemen melalui sertifikasi. Juga untuk membentuk Oto sistem yang kuat sehingga pertumbuhan fintech bisa mengiringi jasa keuangan perbankkan.

Coba lihat angka perputaran perbankkan sudah mencapai 4.500 trilliun saat ini, sedangkan fintech baru sebesar 33 trilliun. ” Meski angkanya masih kecil, ge liatnya butuh terus diwaspadai,” imbuhnya.

Ayo Jadi Investor di Pasar Fintech

Anggota DPR RI Hafiz Tohir yang mengawasi sektor investasi berharap banyak, masyarakat pada umumnya dan generasi millenial khususnya bisa memanfaatkan fintech ini sebagai sarana investasi baru.

Anggota DPR RI Hafiz Tohir.

Fintech ini selain masyarakat bisa dengan mudah memanfaatkan dana pinjaman sebagai modal. Masyarakat juga bisa berperan sebagai investor atau pendana (pemberi dana) sehingga, siapapun bisa ikut andil sebagai pendana. Baik pribadi atau lembaga.

“Jangan sampai ini dimanfaatkan oleh orang orang asing. Anak bangsa harus bisa ikut andil mengembangkan Fintech ini, ini akan jadi kekuatan baru generasi belajar berinvestasi, ” tegasnya.

Perlu diingat, tentu masyarakat harus jeli, fintech yang bisa dimanfaatkan ini adalah yang memiliki izin resmi dan sah dari OJK dan terdaftar di Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

Ia juga berharap OJK bisa tegas melakukan pengawasan. Jika tidak terdaftar dan tidak memiliki sertifikasi, segera dihentikan agar masyarakat tidak terjebak kerugian. Bahkan ia berharap sistem wajib sertifikasi sebelum beroperasi harus secepatnya dilakukan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

Siapkan Proteksi dengan Sertifikasi

Adrian Gunadi Ketua Umum AFPI.

Ketua Umum Asosiasi Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Adrian Gunadi juga mengemukakan. Kemudahan yang bisa didapat dari P2P Lending ini, bagi para pendana bisa investasi dari jumlah sangat kecil Rp.100 ribu, 200 ribu dan seterusnya, dengan acuan keuntungan sudah ditetapkan oleh AFPI sebesar 0,8 persen maksimal pernah hari.

“Dari 144 fintech P2P lending, baru sebanyak 113 saja sudah terdaftar di AFPI, ” jelasnya.

Untuk mengamankan lembaga ini dan meningkatkan kepercayaan, AFPI sudah menyiapkan pola sertifikasi semua fintech lending. “Ini baru kita mulai tahun ini, sehingga harus diikuti semua fintech untuk menjaga eksistensi mereka tetap dipercaya dan diterima masyarakat luas, “imbunya.

Ia menekankan, industri keuangan fintech ini harus memprioritaskan sebanyak mana bisa melayani dan menjangkau masyarakat yang butuh terhadap permodalan.

Menurutnya percuma saja, meski dana tersalur banyak namun hanya dinikmati segelintir orang. Harus dibalik, jumlah dana dipinjam proporsional, dan daya jangkau (penyebarannya) harus luas.

“Semua lembaga fintech rata rata dari Jakarta dan Jawa. Untuk Sumsel belum ada yang membentuk lembaga fintech ini. Kita akan perketat kedepanya, sebelum lulus sertifikasi kelayakan operasi, baru dikeluarkan izin sepenuhnya untuk beroperasi,” bebernya.

Palembang hari ini jadi kota pertama gelar acara Fintech Exhibition dan Fintech Days ini. Selain untuk memperkenalkan pada masyarakat luas tentang legalisasi fintech dan cara penggunaanya yang benar sehingga mampu mendukung peningkatan literasi keuangan secara makro. Juga menjadi pintu gerbang, bakal dilakukanya sertifikasi fintech.

Data terakhir pengguna jasa keuangan ini sudah mencapai 116 ribu orang. Bagi pengguna ataupun pendana bisa akses fintech ini dengan KTP, NPWP dan Nomor rekening bank tanpa perlu tatap muka dan cukup online di depan komputer.

Jadi, dengan adanya aturan ini, semua aktifitas pinjam meminjam uang dan berinvestasi melewati fintech bisa aman.

Jika memang ada kolaborasi antar lembaga keuangan. Harus membawa manfaat. Memastikan technology bisa masuk ke wilayah terpencil yang sulit dijangkau lembaga keuangan lainya.

Tugas fintech jelas, hanya mempertemukan antara pengguna dan pihak investor penyandang dana.

Perputaran Asetku. Co. Id Capai Rp. 800 M

Director PT Pintar Inovasi Digital AsetKu. Co. Id Adrisyah Tauladan, didampingi Asisten Manager M. Rido Aryadi.

Direktor PT Pintar Inovasi Digital mengelola Asetku.co.id Andrisyah Tauladan didampingi Asistant Manager M.Ridho Aryadi mengakui antusiasme masyarakat luar biasa terhadap fintech ini, sehingga kini pihaknya malah sudah mulai menyasar promosi guna memperluas pasar.

“Palembang masih sangat kecil sehingga butuh banyak action sosialisasi fintech ini
agar sebanding dengan kota lain, ” Imbuhnya.

Begitu luar biasa pasarnya, sehingga perputaran uang di Asetku.co.id bisa mencapai Rp. 800 miliar, dengan jumlah investor aktif sebanyak 5.000, pendana, dg total dana 800 miliar.

Sebagai salah satu pelaku fintech, Adrisyah berharap bisa terus meningkatkan layanannya. Seperti kerjasama dengan partner ecomers TokoPedia dan lainya.

“Nah, aset ku ada di sana. Kalau buka Tokopedia misal, bisa cari akses pendanaan Aset ku dan klik syaratnya. Maka sudah bisa lakukan transaksi simpel tanpa harus tatap muka..

Dengan pola ini, pihaknya bisa melakukan doble filter dengan baik, sehingga nasabah yang ada bisa lebih tetrpoteksi, bahkan saat disinggung nilai TKB alias NPL, sampai hari ini diakuinya masih nol persen, dengan sistem TKB 90 pihaknya menjamin kegiatan fintech ini berjalan lancar.

TKB 90 ini maksudnya, menggambarkan maksud, jika lewat waktu 90 hari, pihaknya tidak akan menagih lagi alias diputihkan.

Lantas siapa yang menanggung kerugianya. Yakni pihak asuransi dan threepartri garantie.

Sejauh ini tingkat peminat masih 100 persen, dengan plafoujd Rp 1,5 juta sampai 2 juta, dengan tenor paling lama satu bulan. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

“Pada prinsip kerja fintech lebih aman mbak. Sebab dana yang masuk pasti sesuai dengan dana keluar, jadi tidak ada istilah Idol mengendap seperti layanan bank kebanyakan. IT kita langsung mengatur otomatis hal ini, “imbuhnya.

Jadi saat ada sistem memberitahukan kebutuhan permintaan pinjaman. Otomatisasi mencari pendana juga ada. Begitu seterusnya.

“Kita berharap masyarakat Palembang bisa memanfaatkan ini semaksimal mungkin,” imbuhnya. (*)

Teks/Editor : Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait