Pengembangan Pertanian Organik: Pemerintah Harus Tingkatkan Penyuluhan.

SWARNANEWS.CO.ID, JAKARTA |Pemerintah idealnya dapat melakukan penguatan penyuluhan agar pertanian organik dapat berkelanjutan di Indonesia. Pendapat itu diungkapkan oleh Gunawan pada sidang promosi doktoral di Institut Pertanian Bogor, (IPB) Bogor, Jawa Barat, pekan ini.

Menurut Gunawan, pasca gerakan Go Organik pada 2010 luasan lahan organik di Indonesia terus menurun dari 103.908,09 ha (2010) menjadi hanya 79.833,83 ha (2015) atau menurun 23%.

“Ada indikasi pertanian organik tidak berkelanjutan, padahal potensi pengembangan sangat besar karena di sisi lain preferensi konsumen bagus,” kata Gunawan.

Pemerintah, menurut Gunawan, pernah berupaya menguatkan penyuluhan pertanian organik melalui gerakan 1.000 desa pada 2016 tetapi belum signifikan mengembalikan tren pertanian organik. “Perlu diperluas program itu dengan melibatkan penyuluhan yang efektif,” kata Gunawan.

Menurut, Ketua Dewan Promosi, Prof. Dr. Ir. Aida Vitalaya S. Hubeis, tingkat adopsi petani terhadap inovasi pertanian organik memang tergantung dari pendidikan formal petani, kemudahan metode penyuluhan, keuntungan relatif pasca adopsi, dan tingkat kerumitan inovasi. “Sederhananya biar petani di Jatim mudah menerima inovasi, akan lebih baik jika penyuluhnya orang Jatim yang menguasai bahasa lokal,” kata Aida.

Menurut Gunawan, yang juga penyuluh di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Jawa Timur, rekomendasi yang diberikannya berbasis pada hasil riset pada 234 petani sampel di Bondowoso dan Banyuwangi, Jawa Timur. “Umur dan tingkat pendidikan petani yang mengadopsi pertanian organik dan yang bukan pengadopsi tidak berbeda, yang membedakan tingkat minat mereka,” kata Gunawan.

Dengan demikian, tingkat minat tersebut harus ditingkatkan dengan meningkatkan intensitas dan lama penyuluhan serta medium penyuluhan. “Penguatan itu juga harus melibatkan tokoh-tokoh lokal,” kata Gunawan.

Kontributor: Destika Cahyana

Editor: Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait