Dikbud OI Gelar TOT Pendidikan Kewirausahaan

SWARNANEWS.CO.ID, INDRALAYA |Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ogan Ilir (OI) melalui Bidang Pendidikan Non Formal (PNF) menggelar Training Off Trainer (TOT) pendidikan kewirausahaan yang diikuti 80 Peserta yang merupakan perwakilan dari 16 kecamatan dalam Kabupaten Ogan Ilir (OI). Atau diikuti 5 orang perwakilan dari masing masing kecamatan dalam Kabupaten OI. Acara berlangsung Kamis (13/6/19) di Aula Pertemuan SMPN I Indralaya.

Pada kesempatan tersebut Bupati OI diwakili Kadin Dikbud OI Dr. Arianto, MPd yang sekaligus membuka TOT mengatakan kegiatan ini menindaklanjuti program pendidikan kewirausahaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten OI yang berslogan “Menebar Virus Entrepreneur Menuai Kemandirian” ini dilounching pada bulan  April 2019 yang lalu.

BACA JUGA  700 Pasutri Bakal Ramaikan Itsbat Nikah

Peserta merupakan 80 orang pilihan yang nantinya akan ditempatkan di masing masing kecamatan juga yang ditugaskan sebagai instruktur, sebagai pelatih di setiap bidang yang sudah ditentukan. Dengan harapan nantinya setelah mengikuti TOT ini akan lahir 80 wirausaha yang ada di OI tentu saja di bawah pengarahan dan pengawasan koordinator wilayah pendidikan dan kebudayaan di setiap kecamatan masing masing.

Pada kesempatan awal, Kabid PNF Hasnan Riadi dalam laporannya mengatakan program pendidikan kewirausahaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OI berlatar belakang tingginya tingkat kemiskinan dan banyaknya pengangguran menjadi permasalahan penting untuk ditangani bersama. Begitu juga tingginya angka putus sekolah atau tidak melanjutkan sekolah berdampak pada kemiskinan.

BACA JUGA  Pengemudi Motor Tewas Ditabrak Mobnas Camat

Lanjut Hasnan Riadi, untuk mengatasi permasalahan tersebut dinas pendidikan dan kebudayaan OI mengadakan program pendidikan kewirausahaan agar tumbuh jiwa kewirausahaan, untuk menciptakan lapangan kerja akhirnya dapat menjadi pengusaha yang tangguh bertujuan mengurangni pengangguran.
Dengan menghadirkan nara sumber yang merupakan tenaga profesional misalnya dari Unsri, BLK, sanggar dan kepala sekolah dengan materi antara lain Tata Rias, Tata boga, Las, Perikanan dan  Peternakan.

Ditambahkan Musfiroh Kasi PNF PTK PNF, peserta ini diutamakan yang putus sekolah dan untuk lanjutan usaha nantinya pihak dinas akan bekerjasama dengan BUMN, BUMD yang ada selain ditunjang dengan anggaran daerah.

Teks: Ani

Editor: Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait