Masyarakat Harus Cerdas Memilih Makanan

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Kunjungan Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda ke Kantor Balai Besar Pengolahan Obat dan Makanan (BBPOM) dalam rangka ajang silaturahmi sekaligus mengucapkan terimakasih atas kerjasama dengan Pemerintah Kota Palembang

“Kemarin secara bersama-sama selama bulan suci Ramadhan melakukan pengawasan di pasar-pasar untuk mengecek makanan pangan dan obat-obatan,” ujar Wawako, di kantor BBPOM Palembang, Jumat (14/6/2019)

Sebagai Wakil Walikota, dirinya ingin memastikan seluruh pangan, makanan dan obat-obatan agar tetap selalu terjaga, tidak mengandung zat-zat berbahaya. Mudah-mudahan dengan adanya kunjungan dan silaturahmi sinergi yang dilakukan ini kedepan tetap bekerjasama dengan baik untuk menjaga segala sesuatu yang di jual dikota Palembang layak dan aman untuk di pakai.

BACA JUGA  Tiga Ormas Bagikan 1000 Takjil

“Sidak akan terus dilakukan tidak berhenti sampai di sini, terus terang walaupun tahu aman saat ini namun masih tetap terindikasi, kedepan akan ditelusuri dipastikan tidak ada lagi yang mengandung zat berbahaya,” terang Wawako.

Melalui kegiatan seperti ini diharapkanakan ada edukasi kepada masyarakat untuk disampaikan, bahwa harus betul-betul cerdas dan berhati-hati dalam memilih makanan yang dijual di pasaran. Jika terlihat berjamur dan bau serta bentuknya sudah berubah dan kemasan yang rusak jangan di beli.

Sementara itu, Kepala BB- POM Kota Palembang, Herdaningsih menambahkan, bahwa pengawasan pangan ada intensifikasi yang perlu dilakukan. Sepanjang 2018 sudah banyak diamankan jenis-jenis kosmetik berbahaya yang nilainya hampir Rp 1,8 miliar. “Kebanyakan yang tidak terdaftar dan izin edar telah habis. Nanti bisa di buka di website Publik Warning BPOM nanti terlihat daftar nama-nama kosmetik tersebut,” ujarnya.

BACA JUGA  Sumsel Evaluasi Layanan Publik

Kedepan, BB- POM akan mengeluarkan aturan tentang barang dagangan secara online, sehingga apabila sudah ditetapkan aturan tersebut, maka akan ada suatu kewenangan BPOM untuk melakukan tindakan hukum.

“Sekarang sedang konsultasi di publik melalui website, siapa saja boleh memberikan masukan atau tanggapan. Jika tidak ada sanggahan, nantinya akan di putuskan,” tutupnya.

Teks : Herwanto
Editor : Asri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait