Via Vallen di HUT Banyuasin Jadi Kontroversi

SWARNANEWS.CO.ID, BANYUASIN | Ketua Resimen Masyarakat Miskin Banyuasin Sepriadi Pratama berharap wacana Pemerintah Kabupaten Banyuasin menghadirkan artis ternama (Via Vallen) dalam kegiatan Hari Jadi Kabupaten Banyuasin ke 17 tahun, jatuh pada tanggal 2 juli 2019 akan datang dianggap kontroversi dengan kondisi Banyuasin saat ini masih harus banyak berbenah khususnya infrastruktur.

“Menjadi pertanyaan selain berapa besar anggaran APBD Kabupaten Banyuasin di gelontorkan dalam kegiatan HUT Kabupaten Banyuasin, kemudian bisa dikatakan aji mumpung, dimana Acara Resepsi Pernikahan bertepatan dengan HUT Kabupaten Banyuasin, sekali berkayuh dua tiga pulau terlampaui,” ucap dia ketika dihubungi Jumat (14/6/19).

Jika kita mengkaji dari asas manfaat, tentu untuk menghadirkan artis ternama ibu kota merogoh kocek lebih dalam. Sedangkan manfaatnya tidak terlalu luas untuk kepentingan masyarakat.

BACA JUGA  Terkait Pemberitaan, ini Klarifikasi Panitia Taekwondo Banyuasin

“Masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus dikerjakan, misalkan prioritas pembangunan infrastruktur. Seyogyanya anggaran tersebut dialihkan untuk pembangunan jalan dan fasilitas pendidikan. Karena di era kepemimpinan Bupati Ir SA Supriono kegiatan HUT Banyuasin dilakukan sederhana, dengan memotong tumpeng,” kata pria bertubuh tambun ini.

Sambung dia, Dinas terkait juga diharapkan transparansi dalam penggunaan anggaran HUT Banyuasin, sehingga berapa pagu anggaranya. Jika besar pasak daripada tiang, atau acara tersebut sangat mewah sedangkan anggaran kecil. Kuat dugaanya adanya subsidi dari Dinas – dinas lainya.

“Kami menyampaikan ini bertujuan untuk menindak lanjuti Visi Misi Bupati Banyuasin, harus transparansi dan penghematan biaya anggaran APBD Kabupaten Banyuasin,” cetus dia.

BACA JUGA  Tak Ada Bantuan, Warga Sukomoro Benahi Drainase Ambruk

Sementara itu, Emi Sumirta Anggota DPRD Banyuasin, mengatakan, sah saja jika dalam kegiatan Hut Banyuasin menghadirkan artis ibu kota jika anggaranya tersedia. Akan tetapi jika kegiatan itu melebihi dari anggaran tentu hal ini menjadi pertanyaan kita semua.

“Artinya, kegiatan Hut Banyuasin disesuaikan dengan anggaran awal, dan jangan melebihi dari anggaran tersebut. Apalagi tuan rumah saat ini Dinas Pemuda dan Olahraga, mata anggarannya sudah ada dan kami minta transparan. Jangan sampai ada bahasa ngamen ke instansi lain. Padahal tujuan kita untuk membangun Banyuasin, masih banyak masalah yang urgen yang harus didahulukan ketimbang mendatangkan artis ibukota,” ucap dia lugas (*)

Teks: Heri
Editor: Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait