Polemik Terhadap Penetapan Tersangka  5 Komisioner KPU Kota Palembang

Irjen Pol   Zulkarnain:  Benar atau Salah Pengadilan Yang Menentukan

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG |Polemik yang muncul setelah lima komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Kota Palembang ditetapkan sebagai tersangka hingga saat ini masih terus menjadi perbincangan masyarakat.

Kasus itu terkuak setelah Polresta Palembang menerima laporan dari Bawaslu Kota Palembang karena adanya dugaan penghilangan hak suara masyarakat pada penyelenggaraan Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) ketika pemilu kemarin.  Kemudian menetapkan Yetty Otarina sebagai tersangka yang foto kopi berkasnya beredar di kalangan wartawan. Tetapi kemudian hasil penyelidikan tersebut, menetapkan Eftiyani (Ketua KPU Palembang), Abdul Malik Syafei (Komisioner KPU Kota Palembang), Yetty Oktarina (Komisioner KPU Kota Palembang), Alex Berzili (Komisioner KPU Kota Palembang) dan Syafaruddin Adam (Komisioner KPU Kota Palembang) kelimanya sebagai tersangka karena diduga bersalah.

BACA JUGA  Sandiaga Uno Resmikan Posko 'Kami Berani' Kaum Milenial

Berkaitan dengan kondisi tersebut Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara seperti yang dilansir Kompas.com mengatakan, pasca penetapan status tersangka terhadap lima komisioner KPU Palembang, polisi banyak mendapatkan pro dan kontra atas keputusan tersebut.

Menurutnya, masyarakat ada yang menyesalkan atas sikap polisi bahkan ada juga dukungan terhadap penyidik untuk mengambil langkah tegas terhadap penyelenggara pemilu.

“Polisi adalah bagian dari aparat penegak hukum, dari pada criminal justice, ketika Undang-undang pemilu menyatakan, setelah Gakkumdu menyatakan bahwa itu pidana pemilu, diserahkan ke polisi, dilakukan penyidik dan diserahkan ke jaksa penuntut umum, jika jaksa P21 (berkas lengkap) tentu dikirim (berkas pemeriksaan),” kata Zulkarnain, Senin (17/6/2019).

Zulkarnain menjelaskan, pihak kepolisian hanya sebatas penyidik dalam suatu perkara. Seluruh hasil penyelidikan pun, dilengkapi dengan alat bukti yang kuat. “Jadi, Pak polisi bukan sama sekali muncul, seolah-olah kami mendzalimi, saya rasa ini sebuah proses,” ujarnya. Baca juga: Buntut Ditetapkan Tersangka, KPU Pusat Panggil 5 Komisioner Palembang Dalam laporannya, Bawaslu Palembang menyebutkan jika KPU Palembang tak menjalankan rekomendasi PSL ketika pemilu kemarin. Kesalahan itu membuat lima komisioner akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. “Menurut penyidik, substansifnya kan KPU itu menghilangkan hak atau suara orang yang memiliki hak pilih, karena direkomendasikan untuk melakukan PSL tapi tidak dilaksanakan. Tapi dari persepsinya KPU sendiri sudah dilaksanakan, mana yang benar dan mana yang salah kan polisi hanya menyidik, nanti pengadilan yang menetukan,” tegas Zulkarnain.

BACA JUGA  Masyarakat Jangan Terpengaruh Harga Pasar Naik

Tek: Rel

Editor: Sarono PS

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait