Bimtek Sekolah Binaan SPMI Angkatan III Berlangsung Sukses

 Peserta Antusias Mengikuti  Materi Tentang Kehumasan dan Media

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG |Sebagai upaya nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sumatera Selatan dengan dukungan berbagai pihak telah berhasil menyusun Panduan Bimbingan Teknis Sekolah Binaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Tahun 2019.

“Langkah ini kemudian kami ditindaklanjuti dengan kegiatan Bimbingan Teknis Sekolah Binaan  Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) angkatan III bagi para kepala Sekolah  Binaan dan Sekolah Rujukan Tahun 2019,” ujar Kepala LPMP Sumatera Selatan Drs. Suyato MAP saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Sekolah Binaan  Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)  Angkatan III di Asrama Haji Palembang, Sabtu  (29/6/2019) malam.

Kepala Seksi FPMP Dra. Hj Mia Sumiati  yang mendampingi Kepala LPMP Drs Suyato MAP mengemukakan, kegiatan tahap III tersebut berlangsung dari tanggal 29 Juni sampai 2 Juli  2019. Diikuti oleh 272 orang Kepala Sekolah Binaan , 544 orang guru senior atau ketua TPMPS, serta 17 orang sekretariat Sekolah Binaan  dari LPMP Sumatera Selatan.

Dalam sambutan sekaligus pengarahanya di hadapan peserta, Suyato mengemukakan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa Sistem Pendidikan Nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, yaitu untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia.

Selanjutnya sebagaimana diamanatkan di dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005, yang selanjutnya telah mengalami dua kali perubahan menjadi Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2013 dan Peraturan Pemerintah nomor 13 tahun 2015 bahwa setiap Satuan Pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan. Penjaminan mutu pendidikan tersebut bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan.

“Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) merupakan suatu kegiatan yang meliputi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME),” ujar pria yang dikenal memiliki etos kerja luar biasa ini.

Sedangkan ukuran keberhasilan penjaminan mutu oleh satuan pendidikan terdiri dari indikator proses, output, outcome dan dampak, urainya lagi..

Dia juga mengharapkan agar para peserta memperhatikan tentang Indikator roses yakni meningkatnya kemampuan satuan pendidikan dalam menjalankan siklus penjaminan mutu pendidikan yang dapat diidentifikasi dalam 5 Indikator

Adanya peningkatan hasil belajar peserta didik; hasil uji kompetensi dan penilaian kinerja pendidik dan tenaga kependidikan; prestasi satuan pendidikan beserta anggota; terwujudnya lingkungan belajar yang menyenangkan; adanya penghargaan serta dukungan finansial pemangku kepentingan, juga merupakan hal yang harus diperhatikan.

Di sisi lain yang tidak kalah penting adalah indikator dampak terbangunnya budaya mutu dengan terlaksananya penjaminan mutu yang berkesinambungan dan berkelanjutan pada satuan pendidikan, tegasnya lagi.

Menurut Suyato Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, LPMP dan Pemerintah Daerah Dinas Pendidikan Provinsi dan Kab/Kota saling bahu membahu dalam peningkatam mutu pendidikan melalui sistem zonasi yang diharapkan terjadi peningkatan mutu secara bersama dan merata.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2019 melalui Program Sekolah Binaan dengan menggunakan sistem Zonasi dalam hal ini Sekolah Rujukan, Sekolah Binaan, Sekolah Kewirausahaan dan Sekolah Penguatan Pembelajaran dan Penilaian (3P), juga telah memberikan enam  bantuan pemerintah sebagai stimulus terhadap sekolah binaan yang pengelolaannya dilaksanakan oleh masing-masing Direktorat PSD, PSMP, PSMA, PSMK dan LPMP.

Tugas yang tak kalah penting pada tahun ini adalah implementasi atau pelaksanaan terhadap PPDB Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2018 yaitu menggunakan system Zonasi yang diharapkan tujuannya menjamin pemerataan akses layanan pendidikan bagi siswa dan mendekatkan lingkungan sekolah dengan lingkungan keluarga.

 

 

Kepala LPMP Sumsel Drs Suyato MAP hadir dan terus memberikan arahan dan dukungan bagi peningkatan mutu pendidikan di Sumatera Selatan.

Hal itu jugaa telah diubah menjadi Peraturan Mentri pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 tahun 2019 tentang PPDB, bahwa pendaftaran PPDB dilaksanakan melaui 3 jalur:  yakni  Zonasi 80 % 2. Prestasi 15 % 3. Perpindahan tugas orang tua 5 %.

BACA JUGA  PGRI ingin pengangkatan guru honorer berkeadilan

Untuk itu, katanya peran Kepala Sekolah dalam SPMI ini sangat penting terutama dalam manajemen sekolah yaitu:  Planning meliputi apa yang harus kita lakukan, bagaimana, kapan dan siapa melakukannya.  Kemudian  Organizing (pengaturan) kemampuan membagi tugas dan waktu. Lalu  Staffing atau susunan SDM yang melatih dan mengembangkan guru-guru dan tenaga administrasi sehingga mereka bisa melaksanakan tugasnya dengan effektif.

Hal yang juga sangat penting, tambah pria yang sangat terobsesi dalam meningkatkan kualitas pendidikan ini yakni Leading (memimpin)  yang mampu memberi pengaruh pada guru-guru sehingga mau berusaha dengan ikhlas untuk mengembangkan sekolah.  Lalu dilanjutkan dengan . Controlling (pengontrolan) mengukur memperbaiki pekerjaan yang dilakukan oleh guru-guru Melalui kegiatan Bimtek Sekolah.

Melalui model ini, urainya para peserta diharapkan   mempunyai pemahaman yang sama terhadap konsep sistem penjaminan mutu internal dan pentingnya implementasi SPMI  di sekolah.

Hajah Mia Sumiati menambahkan, SPMI merupakan kegiatan penjaminan mutu yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan  yang dilaksanakan dalam satu siklus penjaminan mutu pendidikan meliputi tahap penetapan standar, tahap pemetaan mutu, tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap monitoring dan evaluasi.

Selain SPMI, pemerintah juga telah menetapkan berbagai program kegiatan lain yang dilakukan dalam upaya peningkatan mutu, termasuk peningkatan kompetensi dan kapabilitas peserta didik, antara lain program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Kurikulum 2013, dan Gerakan Literasi Sekolah.  Semua program tersebut selayaknya dilakukan secara terpadu, bukan terpisah-pisah yang akan mempermudah satuan pendidikan melaksanakan pencapaian mutu.

Agar pelaksanaan SPMI dapat dilakukan oleh seluruh satuan pendidikan dengan optimal, perlu dikembangkan satuan pendidikan yang akan menjadi model penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri, yang selanjutnya disebut sekolah model, sebagai gambaran langsung kepada satuan pendidikan lain yang akan menerapkan penjaminan mutu pendidikan sehingga terjadi pola pengimbasan pelaksanaan penjaminan mutu hingga ke seluruh satuan pendidikan di Indonesia, ujar Mia.

 

Untuk mencapai tujuan tersebut, tambah Mia Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Selatan telah melaksanakan Program Pengembangan Sekolah Binaan Penjaminan Mutu Pendidikan tahun 2016 sebanyak 85 sekolah, tahun 2017 sebanyak 305 sekolah, tahun 2018 sebanyak 201 sekolah. Pada tahun 2019 ini sasaran Program Pengembangan Sekolah Binaan  Penjaminan Mutu Pendidikan sebanyak 272 sekolah, terdiri dari 119 sekolah binaan  sasaran lanjutan tahun 2018 dan 153 sekolah binaan sasaran baru.

Dalam rangka penguatan Implementasi Program Pengembangan Sekolah Binaan l Provinsi Sumatera Selatan untuk sekolah binaan  sasaran lanjutan dan pembekalan SPMI sekolah binaan untuk sasaran baru Tahun 2019, LPMP Sumatera Selatan melaksanakan Bimbingan Teknis Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Sekolah Binaan  Penjaminan Mutu Pendidikan (PMP) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2019.

Melalui Bimbingan Teknis Sekolah Binaan  Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Tahun 2019 ini diharapkan mampu membekali kepala sekolah dan warga sekolah untuk mengevaluasi dan mengembangkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bagi sasaran lanjutan dan melaksanakan SPMI bagi sasaran baru di satuan pendidikan serta melakukan program pengimbasan kepada sekolah imbas.

Sedangkan secara khusus Bimbingan Teknis Sekolah Binaan  Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Tahun 2019  ini  bagi sasaran baru bertujuan agar kepala sekolah dan warga sekolah: Memahami tentang sistem penjaminan mutu pendidikan; Memahami tentang Standar Nasional Pendidikan, indikator mutu dan instrumen; Memahami tentang mekanisme pengembangan SPMI dan implementasi SPMI di Sekolah Binaan; Memahami tentang berbagai solusi peningkatan mutu pendidikan (Pembelajaran Berbasis HOTS, PPK, GLS, dan Kurikulum 2013); Memahami tentang Program Sekolah Binaan, Pengimbasan SPMI, RTL, dan Perjanjian Kinerja (PK); dan Memahami tentang Mekanisme Penyaluran Bantah SPMI, Penyusunan Proposal, dan MoU.

Mereka masih diarahkan untuk mencapai sasaran lanjutan yang bertujuan agar kepala sekolah dan warga sekolah: Mampu mengevaluasi implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI); Mampu memahami berbagai Solusi Peningkatan Mutu Pendidikan (Pembelajaran Berbasis HOTS, PPK, GLS, dan Kurikulum 2013); Mampu memahami Implementasi SPMI di Sekolah Binaan; Mampu menyusun program Pendampingan dan Program Supervisi Mutu Pendidikan; Mampu memahami Penguatan TPMPS; Mampu memahami Program Sekolah Binaan, Pengimbasan SPMI, RTL, dan Perjanjian Kinerja (PK); serta Mampu memahami Mekanisme Penyaluran Bantah SPMI, Penyusunan Proposal, dan MoU.

BACA JUGA  LPMP Gelar Analisis Data Mutu Pendidikan Provinsi Sumsel Tahun 2019

Dengan kegiatan tersebut diharapkan peserta memahami Sistem Penjaminan Mutu Internal. Kemudian terbentuknya Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah, Tersusunnya Proposal Program pemenuhan mutu Sekolah Binaan; Tersusunnya RAB Pengembangan Sekolah Binaan dan ditandatanganinya MoU Pengembangan Sekolah Binaan antara Sekolah Binaan dengan LPMP Sumatera Selatan.

Menurut Mia narasumber dan fasilitator kegiatan tersebut adalah  Fasilitator Nasional dan Fasilitator Daerah yang telah memperoleh pelatihan di tingkat nasional atau tingkat provinsi yang terdiri dari pejabat struktural, staf, dan tenaga fungsional (widyaiswara dan PTP) LPMP Sumatera Selatan serta unsur Dinas Pendidikan (pengawas).

Kegiatan tersebut juga menghadirkan  Pemimpin Redaksi Swarnanews Sarono P Sasmito didampingi moderator Ikhsanuddin SPd MPd yang membahas topik mengenai Implementasi Fungsi dan Peran Humas di Sekolah dalam Memenuhi Transparansi, Akuntabilitas dan Pertanggungjawaban Publik.

 

Dianeka Sari salah seorang guru SMP berprestasi di Palembang juga antusias membahas fungsi dan peran Humas untuk memajukan sekolah.

Sarono P Sasmito yang juga Ketua  Dewan Pendidikan Kabupaten Ogan Ilir (OI)  ini menguraikan mengenai isu transparansi dan akuntabilitas akhir-akhir ini semakin gencar dibicarakan seiring dengan adanya tuntutan masyarakat akan pendidikan yang bermutu. Bahkan resonansinya semakin keras, sekeras tuntutan akan reformasi dalam segala bidang.

Bagi lembaga-lembaga pendidikan, kata Sarono hal ini mulai disadari dan disikapi dengan melakukan redesain sistem yang mampu menjawab tuntutan masyarakat. Caranya adalah mengembangkan model manajemen pendidikan yang transparan dan akuntabel, Manajemen Berbasis Sekolah (MBS),

Paradigma baru peran masyarakat yang dikedepankan, tambahnya upaya untuk mencapai transparan dan akuntabilitas institusi pendidikan memerlukan kurikulum yang relevan yang memperhitungkan kebutuhan masyarakat, keterlibatan peran serta masyarakat , kemampuan manajemen yang tinggi, komitmen yang kuat untuk mencapai keunggulan, sarana penunjang yang memadai, dan perangkat aturan yang jelas dan dilaksanakan secara konsisten oleh institusi pendidikan yang bersangkutan. Untuk itu Humas di sekolah harus berperan

 Pada sesi dialog muncul sebagai penanggap Dianeka Sari Guru SMP 54 Palembang yang menyoroti plus minus dunia kewartawanan.  Memang sekolah sering menghadapi oknum-oknum wartawan yang dalam melaksanakan tugasnya tidak menaati kaidah jurnalistik sehingga menyulitkan pihak humas di sekolah. Namun di samping itu masih banyak wartawan yang memiliki idealism dan dedikasi sehingga sekolah terbantu dengan pemberitaan positif dari para wartawan, ujar pendidik yang juga produktif dalam menulis buku ini.

Sementara itu Erni Emilia Guru SMP Islam Terpadu Rabbani Muaraenim mengemukakan, wartawan dan jurnalistik masih tetap dibutuhkan oleh pihak sekolah karena dapat membantu mengekspos kegiatan positif sekolah sekaligus sebagai penghubung dan penyampai informasi yang sangat dibutuhkan oleh berbagai pihak untuk memajukan mutu pendidikan.

Pendidik dari Kabupaten OKU Selatan, Sapto Sarono juga antusias memberikan tanggapan dan sangat mengharapkan ada sinergi posisif antara sekolah, wartawan, sampai Dewan Pendidikan agar dapat bersinergi meningkatkan mutu pendidikan.

Hal menarik lagi diungkapkan oleh Yeni Wiharni Guru SD di Desa K Kalibening Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas. Guru berprestasi dan sebagai penulis cerita rakyat yang memperoleh penghargaan nasional ini, juga tetap memandang penting fungsi dan peran wartawan dan media. Sebab dirinya juga merasakan manfaat tersebut.

“Dengan pemberitaan maka saya bahkan mendapatkan kesempatan memperoleh penghargaan secara nasional dalam penulis buku cerita rakyat,” ujarnya.

Tak ketinggalan seorang guru dari SMPN 7 Pemulutan juga tetap memandang positif fungsi dan peran wartawan dan media. Dia juga mendukung upaya LPMP dalam melakukan sinergi dengan memberikan materi tentang humas dengan menggaet pihak media sehingga hal itu akan memberikan nilai tambah bagi peserta tentang pentingnya fungsi humas dan media dapat memajukan sekolah.

Teks/Editor: Sarono PS

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait