IPC Gebrak Efektivitas Pelabuhan Sungai Lais

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Beberapa tahun belakangan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Palembang atau Indonesia Port Corporation/IPC Palembang terus berbenah, salah satunya dengan merealisasikan pembangunan Pelabuhan Sungai Lais Palembang.Ini merupakan gebrakan baru untuk memajukan perekonomian di lingkar Sumsel secara umum dan Palembang khususnya.

Pengembangan pelabuhan tersebut, tak lain guna mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan (Sumsel).

Pelabuhan Sungai Lais Palembang milik IPC berada di tepian Sungai Musi, tepatnya tak jauh dari Satpol Airud Polda Sumatera Selatan. Jarak tempuh dari Pelabuhan Boom Baru Palembang sekitar 10 km. Dengan total luas lahan sebesar 200 Ha, Pelabuhan Sungai Lais sangat strategis dan sangat potensial untuk terus dikembangkan.

“Selama ini operasional pelabuhan Sungai Lais sebagian melayani kapal-kapal tradisional (Kapal Layar Motor/KLM) untuk angkutan pangan (sembako) maupun angkutan bahan material bangunan, seperti semen yang akan dikirim ke daerah pelosok. Selain itu Pelabuhan Sungai Lais juga melayani beberapa pelanggan dengan komoditas curah cair yang didominasi oleh komoditi High Speed Diesel (HSD) serta minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang merupakan salah satu komoditi andalan Provinsi Sumatera Selatan dan juga komoditi curah kering seperti batu split dan pasir,” kata General Manager PT Pelindo II Cabang Palembang Agus Hendrianto, Selasa (9/7/2019).

Meskipun aktivitas pelabuhan Sungai Lais belum sepadat dan seramai Pelabuhan Boom Baru sebagai sentral kegiatan bongkar muat barang kota Palembang sejak beberapa puluh tahun lalu, namun potensi untuk menjadikan pelabuhan Sungai Lais sebagai pelabuhan terbesar ke-2 di Kota Palembang setelah Pelabuhan Boom Baru sangat memungkinkan, mengingat Pelabuhan Boom Baru Palembang kondisinya saat ini sudah agak sulit untuk dikembangkan lagi, dikarenakan keterbatasan lahan eksisting yang ada yang okupansinya mencapai sekitar 95% dari total lahan seluas 24 Ha.

Peran serta dan andil Sungai Musi memang sangat penting sebagai sarana transportasi perairan, peran serta Sungai Musi sangat memungkinkan dibangun pelabuhan ditepiannya. Apalagi sejak berdirinya kerajaan Sriwijaya, Sungai Musi dikenal sebagai urat nadi pereknomian, bukan saja dimanfaatkan oleh penduduk Palembang, namun masyarakat di luar Palembang. Bahkan, kala itu Sungai Musi menjadi salah satu pendorong maju pesatnya kota Palembang. Bahkan menjadi pusat perdagangan terpenting di Asia Tenggara, yakni lantaran Sungai Musi yang memiliki panjang sekitar 700 km dan lebar 200 meter.

“Atas dasar sejarah itu pula, IPC Palembang berkomitmen mengembangkan pelabuhan Sungai Lais menjadi pelabuhan yang mampu mendorong perekonomian Sumsel. Hal ini tentunya sesuai dengan program pemerintah pusat Era Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini, yang ingin menjadi Indonesia sebagai poros maritim dunia, dengan mengotimalkan peran pelabuhan, termasuk pelabuhan Sungai Lais,” urainya.

BACA JUGA  Debu Batubara Menutup 'Asa' Warga Selat Punai

Kapal-kapal bertonase besar sangat memungkinkan untuk bersandar di Pelabuhan Sungai Lais, karena pendangkalan alur Sungai Musi di perairan sekitar pelabuhan tersebut masih mampu diatasi. Saat ini kedalaman kolam Pelabuhan Sungai Lais sekitar -1 MLWS hingga -3 MLWS, tergantung dari kondisi pasang surut air sungai. Di dalam tahun 2019 ini, manajemen IPC Palembang telah mencanangkan pembangunan dermaga jetty dengan spesifikasi trestle sepanjang 50 meter menjorok ke arah sungai dengan lebar 10 meter dengan luas dermaga seluas 1.250 meter persegi, sehingga mampu memperoleh kedalaman antara -2,5 MLWS hingga -5 MLWS saat kondisi pasang tertinggi. Dengan adanya penambahan dermaga jetty ini diharapkan mampu menampung kapal-kapal pengangkut komoditi curah cair dan curah kering dengan kapasitas hingga 5.000 ton/meter kubik.

Selain itu, untuk mendukung kelancaran keluar masuk barang, manajemen IPC Palembang di tahun 2019 ini juga telah mencanangkan untuk melakukan penguatan/pembangunan jalan akses menuju pelabuhan Sungai Lais dengan betonisasi jalan sepanjang 1.770 meter dengan lebar 8 meter, serta juga akan dilakukan pengerasan jalan akses menuju lahan ex. Goethrie sepanjang 970 meter dengan lebar 10 meter, sehingga ke depan dapat dilalui oleh truk-truk dengan tonase 20 ton ke atas.

Dalam rangka menunjang keamanan di Pelabuhan Sungai Lais, manajemen IPC Palembang juga telah mencanangkan pemasangan lampu penerangan dan juga CCTV di beberapa titik strategis yang digunakan untuk memantau serta memastikan kelancaran operasional baik pada siang maupun malam hari.

Dengan direalisasikannya pengembangan pelabuhan Sungai Lais, sudah barang tentu dampaknya sangat berpengaruh terhadap roda perekonomian kota Palembang, umumnya Provinsi Sumatera Selatan. Perekonomian masyarakat setempat pun akan semakin menggeliat, pasalnya mereka pun dapat memanfaatkan areal seputar pelabuhan untuk menjadi sebuah sentra ekonomi baru yang diharapkan mampu memberikan multiplayer effect yang positif,” tutupnya.

Lebih Gampang Dengan Digitalisasi Sistem

Memasuki era baru pelabuhan, manajemen IPC Palembang terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi seluruh pengguna jasa, diantaranya dengan melakukan program digitalisasi untuk seluruh sektor pelayanan, baik bidang operasional maupun bidang non operasional, dengan tujuan untuk percepatan pelayanan untuk menekan logistic cost menjadi seefisien mungkin sekaligus mewujudkan superior good corporate governance (GCG).

Salah satu contoh program digitalisasi yang telah berjalan di Pelabuhan Boom Baru diantaraya adalah TPS Online, sistem auto tally, TOS-OPUS, auto gate system dan new billing system (NBS) yang sudah mulai diterapkan di terminal petikemas Pelabuhan Boom Baru Palembang sejak tahun 2017 lalu. “Seluruh sistem layanan online tersebut merupakan solusi digital yang digunakan untuk memudahkan pertukaran data elektronik (PDE), kontainer antara sistem IPC di Terminal Peti Kemas dengan sistem Bea Cukai di Pelabuhan guna mendukung dan mempercepat proses bongkat muat barang,” kata General Manager PT Pelindo II Cabang Palembang Agus Hendrianto, Selasa (9/7/2019).

BACA JUGA  Perlukah Kaji Ulang Master Plan Drainase?

Selain itu, dengan adanya transaksi digital diharapkan seluruh pencatatan kegiatan bongkar muat kontainer tidak perlu lagi menggunakan tenaga SDM melainkan otomatis terpantau melalui CCTV sehingga lebih update dan akurat.

Pada tahun 2019 ini IPC Palembang telah meluncurkan sistem aplikasi e-service untuk mendukung kemudahan dan kelancaran pelayanan di terminal petikemas, yang dapat diakses melalui smart phone masing-masing yang terdiri dari beberapa fitur, antara lain yakni: e-registration, berfungsi untuk registrasi online agar dapat melakukan permintaan layanan melalui web portal, e-booking, berfungsi untuk melakukan pengajuan pelayanan jasa kepelauhanan secara online melalui web portal, e-tracking, berfungsi untuk melakukan pelacakan posisi petikemas secara online melalui web portal, e-payment, berfungsi untuk melakukan pembayaran jasa kepelabuhanan secara online melalui web portal, e-billing, berfungsi untuk melakukan pencetakan nota (e-invoice) jasa kepelabuhanan secara online melalui web portal, dan yang terakhir adalah layanan e-Care, berfungsi untuk mengajukan tiket permasalahan/keluhan ataupun penjelasan beberapa informasi tentang jasa kepelabuhanan secara online melalui web portal. Aplikasi e-service ini sudah mulai Go Live di Pelabuhan Palembang sejak 16 Mei 2019.

Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan dukungan penuh (full support) dari seluruh pihak termasuk Pemkot Palembang dan Pemprov Sumsel. Peran serta dan sinergi keduanya sangat dibutuhkan, karena tanpa adanya dukungan pemilik kota dan provinsi tersebut maka hal itu sangat mustahil untuk direalisasikan dengan mulus.

Seperti salah satu diantaranya terkait dengan lahan perusahaan yang dimiliki perseroan yang saat ini ditempati warga setempat. Pemerintah Kota menjadi harapan untuk merealisasikan pembangunan infratruktur di pelabuhan. Selain itu memang peningkatan kualitas jalan menuju Pelabuhan Sungai Lais, serta keamanan yang nantinya menyangkut barang impor yang masuk.

Jika sinergi antara IPC Palembang dengan Pemerintah Kota Palembang dan Pemerintah Provinsi Sumsel senantiasa berjalan baik dengan saling mengisi satu sama lain, maka tentunya perekonomian Sumsel kian menggeliat, bahkan Sumsel menjadi tujuan utama investasi di Sumatera. (*)

Teks : Herwanto
Editor : Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait