Anis Unggul 49 dari Kandidat Lain

Visi Misi Diulas Tuntas

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Hasil sidang senat PT UNsri akhirnya menempatkan Anis Saggaf dalam jajaran tiga besar direkomendasikan ke pusat, dengan perolehan suara tertinggi hingga 49 suara dibandingkan kandidat lain.

Prof. Anis Saggaf, MSCE masuk pada tiga besar dalam pemilihan Calon Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang periode 2019-2023, setelah sebelumnya melakukan paparan untuk program kerja lima tahun kedepan, di Aula Program Pascasarjana (PPs) Unsri, Jumat (12/7).

Prof Anis Saggaf mengungguli jumlah suara terbanyak total nilai 49 suara, disusul Prof. Dr. Ishak Iskandar M.Sc dengan 15 suara dan
Prof. Dr. Andy Mulyana,M,Sc 8 suara. Sedangkan tak termasuk tiga besar yakni M. Abu Bakar Sidik, ST, M.Eng, Ph.D hanya memperoleh 2 suara dan Prof Dr Amin Rejo, M.P nihil. Secara keseluruhan total pemilih ada 74 suara.

Menurut data, hasil ini didapat setelah kelima calon rektor melakukan paparan program kerja mengenai visi dan misi Universitas Sriwijaya Palembang kedepan. Lalu dilanjutkan dengan rapat senat tertutup dengan sistem vooting pada pukul 14.00 WIB.

Sementara, selesai paparan, anggota senat
akan memilih tiga besar calon rektor untuk melakukan penyaringan. Mudah-mudahan akan menghasilkan tiga besar supaya dapat dikirimkan di Kemenristek Dikti, karena kebijakan itu semuanya ada di tangan Pak menteri.

Prof Anis Saggaf berpendapat bahwa paparan dari bakal Calon Rektor Unsri semuanya sangat bagus. Siapapun terpilih saran saya semua itu di komplikasi untuk dijadikan satu atau disebut Updating Renstra Unsri, karena renstra akan habis tahun 2025 setelah tahun 2045 itu harus di update ulang.

“Jadi kita tidak susah untuk mencari bahan atau pemikiran Unsri kedepan, karena intinya kelima calon ini semuanya membangun, walaupun versinya itu berbeda-beda,” kata Calon Rektor Unsri Nomor Urut 3.

Selain itu, pemilihan rektor Unsri bisa dijadikan teladan seperti yang dilakukan sudah-sudah. Terpenting, bisa di contoh bagi anak mahasiswa, jangan sampai dalam ajang pemilihan rektor ini setelahnya akan saling cekal untuk saling menjatuhkan di dunia pendidikan.

BACA JUGA  Simpati Untuk Bangsa yang Masih Tercabik

“Saya mengajak kelima calon untuk menjaga itu, saat ini suasana sedang sejuk dan berjalan dengan lancar. Taraf siswa Unsri sekarang bukan taraf nasional namun sudah internasional. Diharapkan dengan sosialisasi yang di gaungkan ini tidak hanya sekedar akademik namun kegiatan kemahasiswaan juga ikut naik,” tandasnya.

Kupas Tuntas Visi Misi

Rapat senat terbuka terkait Paparan program kerja Lima Calon Rektor Universitas Sriwijaya periode 2019-2023 sebelumnya diselenggarakan di Aula Program Pascasarjana (PPs) Unsri, Jumat (12/7).

Kelima bakal calon rektor memaparkan tentang visi dan misi Unsri untuk kedepan dalam mengembangkan Unsri menuju internasional. Di moderatori oleh Ketua Panitia Prof Alfitri dan disaksikan oleh perwakilan dari Kemenristekdikti dan anggota senat selaku pemilik suara pada pemilihan nantinya.

Diharapkan dari paparan visi dan misi bakal calon rektor universitas Sriwijaya ini, akan memberikan semacam informasi, wawasan dan strategi dalam suatu kebijakan. Sehingga para anggota senat dan Kemenristek Dikti bisa mencermati dari kelima calon rektor. Karena ini sebagai mekanisme bagaimana melihat calon pemimpin Unsri kedepan, baik visioner dan komitmen dalam memajukan fakultas Unsri yang unggul untuk menuju internasional.

“Saya kira mekanisme pemilihan rektor Unsri memang harus dimulai dari bagaimana mengemukakan suatu gagasan dalam suatu program yang strategis untuk bisa meyakinkan para pemilih, yakni anggota senat dan Pak menteri,” katanya.

Kelimanya adalah Prof Dr Ir Amin Rejo MP dengan nomor urut 01, Prof Dr Ir Andy Maulana MSc nomor urut 02, Prof Dr Ir H Anis Saggaf MSCE nomor urut 03, Prof Dr Ishak Iskandar MSc nomor urut 04 dan terakhir dengan nomor urut 05 adalah M Abu Bakar Siddik ST MEng PhD.

Dalam paparannya Prof Amin Rejo menyampaikan bahwa harus ada evaluasi secara berjenjang jika Unsri akan lebih baik lagi. Menurutnya, Unsri harus menjadi perguruan tinggi terkemuka berbasiskan riset yang unggul dan inovatif dalam berbagai ilmu, teknologi serta menjadi pusat pengembangan kewirausahaan yang mampu berperan aktif dalam pembangunan.

BACA JUGA  Lima Nama Anggota KPU Sumsel Periode 2018-2023 Siap Dilantik

“Makanya perlu ada evaluasi berjenjang, setiap seminggu sekali misalnya coffe morning untuk evaluasi, karena pada rapat biasanya tidak muncul. Kemudian dengan para dekan sebulan sekali evaluasi apa langkah yang harus diambil dan diperbaiki,” urainya.

Sementara, Prof Andi Mulyana menyoroti tentang potensi SDA lahan basah, sumber energi baru yang berlimpah dan budaya melayu sriwijaya yang bernilai tinggi. Kolaborasi lintas fakultas/keilmuan, pemangku kepentingan, xan perguruan tinggi/lbaga riset luar negeri. Serta fokus pada peningkatan muru daga saing dan repevansi sistem pendidikam dan riset serta pengembangan teknologi terapan dan sosial humaniora.

“Jadi strategi Unsri menuju Global University adalah harus ada pengurangan penerimaan jumlah mahasiswa baru jenjang S-1 dan menambah mahasiswa baru jenjang S-1. Biarlah universitas lain yang menambah S-1, kita perbanyak mahasiswa S-2 karena harus ada relwvansi dan kualitas,” jelasnya.

Juga Sang Petahana, Prof Anis Saggaf menjabarkan dengan konsep berjamaah jilid II yang ditawarkan untuk membawa Unsri secara global. Menjadi perguruan tinggi terkemuka berbasis riset yang unggul dalam bidang ilmu, teknologi dan seni pada tahun 2025. Guna mengembangkan pendidikan tinggi dalam upaya manusia terdidik.

“Langkah-langkah sudah dilakukan mulai dari riset, pengembangan SDM, dan peningkatan sarana dan prasarana.Kita sudah terapkan efisiensi anggaran, makanya kita banyak bangun dan perbaiki sarana dan prasarana,” paparnya.

Calon keempat, Prof Ishak Iskandar memaknai sebagai kampus internasional dan kampus digital. Untuk menuju tersebut program dasar adalah Quick Win, mulai dari Program kerjasama dengan belanda dan relasi yang sudah dibangun dimaksimalkan lagi.

“Kita harus bersinergi, akselarasi dalam menuju Unsri yang maju dan berprestasi,” bebernya

Calon kelima, Prof Abu Bakar menyoroti soal gagasan dalam membawa Unsri sebagai revolusi industri 5.0. ” Kita tidak lagi menuju revolusi 4.0 namun 5.0. Unsri sebagai perguruan tinggi bertaraf internasional, makanya harus fokus pada program riset dan sistem pendidikan,” tandasnya. (*)

Teks : Herwanto
Editor : Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait