Sumsel Zero Konflik

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Sumsel hari ini masih mencatat zero konflik. Kondisi ini ditegaskan dalam momentum peringatan hari Bhayangkara ke-73th, diisi dengan Deville karnaval kebhinekaan dan deklarasi kebangsaan di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) pada Sabtu (20/7) yang diikuti berbagai macam lapisan masyarakat, Budaya, Agama, Pemuda, TNI, Polri dan komunitas lainnya.

Dalam orasi, Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan, sebagai masyarakat Sumsel harus patut bersyukur, karena sampai saat ini Sumsel masih menyandang predikat Zero Konflik. Semua ini tidak lepas dari kerja keras TNI dan Polri.

Kemudian, masyarakat Sumsel selalu mendukung apa yang di perbuat untuk bangsa, walaupun berbeda budaya dan etnis. Terbukti, setelah melakukan pesta demokrasi terbesar di dunia berhasil dengan baik, aman tanpa ada perpecahan.

“Sebagai pribadi dan Gubernur Sumsel mengapresiasi dan terimakasih yang luar biasa kepada Polri-TNI serta segenap jajaran dan masyarakat dengan sadar mempertahankan kebersamaan yang dimiliki,” ujarnya.

BACA JUGA  2019 Lima Kecamatan Dibangun Jargas

Hal senada, Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan menyampaikan, dalam merajut kebersamaan kita boleh berbeda tetapi tetap menjaga persatuan dan kesatuan. “Tidak ada yang bisa membangun negara ini tanpa ada persatuan dan kesatuan. Dengan bersatu dan berbeda satu akan terjalin hubungan yang harmonis dan kekeluargaan,” ujarnya.

“Mari berbeda tetapi tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Kesatuan dalam kebersamaan, perbedaan dalam kebersamaan dan kebhinekaan dalam persatuan harus tetap terjaga. Saya yakin rakyat Sumsel akan tetap menjaga Zero konflik,” tambahnya.

Sementara, Kapolda Sumsel Irjen Irjen Pol Drs Firli Msi, mengucapkan rasa bahagianya, sejak tiga Minggu berada di Sumsel. Terbukti dengan adanya peringatan sesuai tema ” Wong Kito Galo Bersatu Kebersamaan dalam keberagaman guna bakti untuk negeri mencapai Indonesia Unggul”.

BACA JUGA  Kepatuhan Pelaporan SPT Tembus 93,17 Persen

“Kata-kata ini memang gampang di ungkapkan tetapi terlalu banyak yang diharapkan untuk masyarakat Sumsel. Kita harus bersatu jika ingin mencapai tujuan,” tegasnya.

Selain itu, dirinya mengucapkan terimakasih kepada ribuan masyarakat Sumsel yang telah hadir. Intinya karena kecintaannya terhadap Sumsel dan NKRI dengan berkibar Merah Putih.

“Saya yakin masyarakat Sumsel bukan hanya menjadi saksi sejarah, namun pelaku sejarah dengan merajut kebhinekaan dalam keragaman,” paparnya

“Sejarah akan mencatat Sumsel sebagai awal semangat kebangkitan Kebersamaan dan keberagaman. Kita boleh berbeda tetapi tetap satu persatuan, kita jangan terlena tetapi bangkit dalam persatuan menuju Indonesia unggul,” tandasnya. (*)

Teks : Herwanto
Editor: Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait