Hacker FB, Pelajar SMK Asal OKI Ditangkap

SWARNANEWS.CO.ID, KAYUAGUNG | JF (17) seorang pelajar di salah satu SMK Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terpaksa berurusan dengan Unit Cybercrime Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) lantaran meretas akun Facebook I Wayan Wijaya, anggota Polri yang bertugas di Polrestabes Makassar, Polda Sulsel.

Pelajar kelas III SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) ini mengambil akun milik salah satu admin grup lembaga info, kejadian Makassar Kota (L-IKMK), lalu menghapus semua admin di grup sehingga menjadi admin tunggal. Usai menguasai akun korban, selanjutnya ia kembali menjualnya kepada seorang penadah bernama Dicky Arwanda, seharga Rp 500 ribu.

Kepala sekolah Salah satu SMK Kabupaten OKI, Maryono Spd Msi, saat di konfirmasi membenarkan bahwa JF tersebut benar siswanya kelas III Jurusan Teknologi jaringan komputer (TKJ), tetapi dirinya belum mengetahui apabila yang bersangkutan terlibat kasus seperti berita yang viral belakangan ini.

“Ya memang benar Jefri ini siswa kita, dan Kemarin orang tuanya datang kesini meminta izin katanya Jefri ini tidak pulang kerumahnya, sekarang lagi dicari. Sekitar satu jam kemudian, saya mendapatkan Pesan WhatsApp bahwa ada berita siswa SMK di OKI yang berinisial JF telah melakukan tindak pidana hacker, saya diperintahkan untuk mencari siswa SMK mana itu, ternyata setelah kita cek benar JF tersebut siswa kita,” jelasnya, Kamis (01/08).

BACA JUGA  Hapus Stigma Kampung Senpi

Maryono menjelaskan pihaknya akan mendatangi rumah anak didiknya yang terjerat kasus guna bertemu dengan kedua orang tuanya.

“Kalau kita manggil hari ini, orang tua siswa tersebut besok baru bisa datang ke sekolah karena kita ingin cepat, jadi terpaksa pihak kita yang mendatangi kerumahnya,” ujarnya.

Masih kata Maryono, pihaknya sangat menyayangkan sekali tindakan siswa seperti ini apalagi anaknya ini baik, rajin dan juga pendiam.

“Bagi siswa yg mempunyai kemampuan, sebaiknya kemampuan itu gunakanlah untuk kebaikan, jangan sampai kemampuan, keahlian dan kepintaran itu di gunakan untuk kejahatan,” himbaunya.

BACA JUGA  Kasus OTT DPPKB OKI Bakal Ada Tersangka Baru

Wali kelas tersangka, Leila Adawiyah Spd nyebutkan keseharian JF ini disekolah terbilang anak yang pendiam.

“Orangnya terbilang pendiam, tidak banyak tingkah dan juga rajin datang ke sekolah, tapi sudah hampir satu minggu ini dia tidak masuk sekolah,” katanya.

Mengenai kasus ini kedua orang tua pelaku merasa terpukul dan enggan memberikan komentar kepada awak media.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan OKI Muhamad Amin mengaku belum mendapat informasi terkait hal ini. Terlepas dari itu, ia mengungkapkan keprihatinannya.

“Kami menyayangkan peristiwa ini. Padahal siswa itu memilki keahlian, tetapi salah jalan, sehingga harus berurusan dengan hukum,” terangnya.

Amin mengatakan, hampir setiap saat pihaknya menghimbau siswa agar terhindar jeratan undang-undang ITE seperti kejadian ini.

“Melalui sekolah masing-masing kami terus berikan himbauan, termasuk juga dalam menggunakan ponsel pintar jangan sampai berlebihan hingga mengganggu pelajaran,” ujarnya.

Teks : Elisa
Editor : Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait