Periksa Segera Jika Ada Nyeri Perut Sebelah Kanan

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Kalau Anda merasa sering mengalami sakit perut tiba-tiba di bagian kanan secara terus menerus, segera periksakan diri ke dokter. Bisa jadi itu adalah gejala penyakit usus buntu. Sebab, jika dibiarkan, usus buntu yang meradang akan pecah, dan penangananya bakal lebih sulit.

Demikian penuturan dr M Hafidh Komar SPB – KBD, Dokter Spesialis Bedah Digestif dari RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang. Usus buntu (umbai cacing atau appendix) sebenarnya bagian dari usus yang letaknya di usus besar (caecum) dan setiap manusia memilikinya. Lokasinya berada di perut sebelah kanan bawah. “Jika terjadi infeksi di bagian usus buntu maka akan mengalami peradangan dan timbul penyakit appendicitis (usus buntu),” ucap dia.

Bentuk usus ini memang buntu, dengan diameter 6 mm. Dan karena bentuknya seperti saluran maka kotoran (fekalit) dapat masuk ke sana sampai akhirnya menyumbat usus dan terjadi pembengkakan (edema). Sehingga aliran darah yang mengarah ke usus terganggu, akibatnya usus buntu bisa pecah. “Usus buntu bisa terjadi pada setiap orang, bukan disebabkan karena makanan seperti makanan pedas, atau apapun,” tegas Dokter Hafidh.

dr M Hafidh Komar SPB-KBD

Biasanya, tanda-tanda awal terkena appendicitis yakni nyeri di ulu hati, mual dan muntah, kemudian perasaan nyeri berpindah dan menetap di perut kanan bawah. Jika sudah terasa sakit terus menerus di perut kanan bawah, artinya telah terjadi peradangan. Dan kalau sakit itu dibiarkan, lama-kelamaan usus buntu akan pecah. Apendicitis dapat dideteksi dengan cara sederhana, salah satunya seperti menekuk kaki kanan hingga menyentuh perut, jika terasa sakit dapat diperkirakan ada peradangan pada usus buntu, oleh karena itu harus segera berobat ke dokter.

BACA JUGA  Hati-hati, Stres Timbulkan Gigi Ngilu

Dan, apabila pecah, maka akan menimbulkan nyeri di seluruh bagian perut atau peritonitis (peradangan pada lapisan tipis dinding dalam perut (peritoneum). Artinya, apendix (usus buntu) yang telah infeksi ( bernanah) atau yang sudah pecah akan membuat infeksi menyebar ke seluruh perut, sehingga awalnya nyeri hanya di perut kanan bawah menjadi nyeri di seluruh perut. Jika sudah terjadi peritonitis penangananya lebih berat lagi. “Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan dengan melakukan USG abdomen atau perut,” tukasnya.

Bentuk operasi usus buntu, ada tiga jenis. Pertama, operasi terbuka, atau Apendiktomi Open, yakni dilakukan sayatan pada daerah kanan bawah perut. Dinding perut dibuka sekitar 5-10 cm hingga ketemu usus buntu yang terinfeksi kemudian dipotong. Kedua, operasi Laparoskopi Apendiktomi , yakni tindakan bedah secara minimal invasive atau menggunakan sayatan kecil di tiga titik.

Titik pertama untuk memasukkan kamera dengan membuka perut sebesar 1 cm, lalu dua titik lagi untuk alat Laparaskopinya dengan ukuran lubang setengah cm. Cara tindakan Laparoskopi Apendixtomi lebih ringan, dan keuntungannya perawatan pasca operasi tidak lama sebab pasien lebih cepat pulih. “Lama rawatnya sebentar, bisa one day care, nyerinya juga minimal, pasien dapat segera pulih dan memulai aktifitas lebih cepat dan secara kosmetik bekas sayatan yang ditimbulkan kecil,” jelas dia.

BACA JUGA  Lindungi Pernafasan dari Bahaya Kabut Asap

Ada lagi, bentuk operasi besar atau Laparotomi (buka perut besar). Biasanya dilakukan jika usus buntu sudah pecah. Nanah yang menyebar ke seluruh bagian perut harus dibersihkan menyeluruh. Pembersihan dilakukan dengan mencuci seluruh rongga perut sampai nanahnya bersih karena itu sumber infeksi. Cara ini, pemulihannya lebih lama karena sayatan dibuat lebih besar.

Namun, dari ketiga tindakan operasi tersebut, yang paling bagus menurut dokter Hafidh yakni operasi dengan cara Laparoskopi Apendixtomi. Karena sayatan yang dibuat kecil sehingga lebih cepat pulih. Walaupun usus buntu sudah pecah, tindakan dengan cara ini dapat dilakukan.

Dikatakan Dokter Hafidh di Sumatera Selatan, biasanya penanganan usus buntu ringan dapat diselesaikan di daerah. Namun, bila ada komplikasi seperti infeksi berat, yakni (sepsis berat) infeksi sudah menyebar ke seluruh tubuh dan memyebabkan kegagalan organ, misalnya terjadi penurunan kesadaran, gangguan pernafasan, atau mempengaruhi ginjal ini membutuhkan penanganan yang khusus. “Banyak orang menyepelekan penyakit ini, ketika timbul sakit kemudian minum obat kampung penghilang rasa sakit. Hilang sebentar terus kambuh lagi. Akhirnya tanpa disadari usus buntu sudah pecah,’ ujar Dokter Hafidh.

Apabila usus buntu sudah dipotong, akankah penyakitnya berulang? Dokter Hafidh berkata, tidak akan terkena penyakit usus buntu lagi. (*)

Teks/Editor: Maya/Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait