Rusuh Hong Kong, Ajak Wisatawan Hindari Baju Hitam dan Putih

SWARNANEWS.CO.ID PALEMBANG Hong Kong menjadi salahsatu destinasi wisata yang cukup diminati warga Palembang. Kotanya yang cantik dan modern, plus kehadiran Hong Kong Disneyland, mampu menarik masyarakat untuk mengunjungi kota eks jajahan Inggris tersebut. Sayangnya, adanya demo besar-besaran yang kini telah meluas di Hong Kong membuat sejumlah wisatawan mulai berhati-hati.

Beberapa usaha tour travel di Palembang pun mulai mewaspadai kerusuhan yang terjadi di Hong Kong. Sebab, kini para pendemo di Hong Kong melakukan aksinya berpindah-pindah, dan seringkali berakhir dengan kerusuhan. Wisin Tour Travel melalui Bagian Ticketing Internasional, Citra mengakui, kalau pihaknya mengetahui mengenai kerusuhan yang terjadi di Hong Kong. Untuk itu, bagi wisatawan yang akan berkunjung ke sana, mereka diminta menghindari mengenakan busana warna hitam atau putih.

“Kami sudah lama mendengar berita demonstrasi di Hong Kong. Kami meminta kepada masyarakat yang akan bepergian ke Hong Kong untuk menghindari busana berwarna hitam dan putih. Karena katanya, kalau pakai busana warna itu, akan digebuki,” ujar Citra di wawancarai, Senin (05/08/2019).

Ia mengakui, memperoleh info mengenai hal itu dari rekan-rekannya. Serta melalui laman Facebook Backpaker Internasional. Selain masalah busana, ia juga memperoleh informasi, dimana saja pendemo hari ini sedang melakukan aksi. “Nah, itu kalau pendemo sedang ada di bandara misalnya, kami sarankan jangan pakai busana warna hitam atau putih, supaya aman,” tegas dia. Ia juga meminta pada konsumennya untuk menghindari lokasi-lokasi demo.

BACA JUGA  PLN dan TNI Jalin Kerjasama Bangun Delapan Jembatan Gantung

Menurutnya, masyarakat juga tidak begitu khawatir dengan kejadian demostrasi di Hong Kong, terbukti meski tahu sedang rusuh, wisatawan ke sana masih tetap ada. “”Tanggal 20 Juli lalu kan ada demo tuh, tapi pas tanggal 28 Julinya masih tetap ada saja masyarakat kita yang berangkat ke Hong Kong,” Tukas Citra.

Informasi yang cepat meluas melalui media sosial, juga membuat masyarakat lebih cepat tahu mengenai apa saja yang terjadi di Hong Kong. Konsumen Dwidayatour misalnya, yang banyak memperoleh informasi melalui Instagram terkait kerusuhan di Hong Kong. “Makanya masyarakat tidak memilih Hong Kong sebagai lokasi hiburan mereka dalam waktu dekat ini. Ada malah yang mengalihkannya ke Jepang, karena di Jepang itu Disney Land nya lebih lengkap dan besar dibandingkan Hong Kong,” jelas Tri, bagian Ticketing Dwidayatour Jl POM IX Bukit Lama Palembang.

Namun, Hong Kong menjadi destinasi wisata wisatawan di Bulan Oktober dan akhir tahun mendatang. Pertimbangannya, di bulan-bulan itu kerusuhan diperkirakan sudah mereda. “Apalagi kemarin ada promo tiket murah Jakarta – Hongkong, 1 – 4 Agustus, jadi yang pesan tiket ramai, tapi berangkatnya masih lama. Rata-rata memilih bulan Oktober atau Desember 2019,” ungkap Tri. Paket tour ke Hong Kong sendiri terbilang terjangkau, Dwidayatour mematok harga Rp 12,3 juta untuk 6 hari 5 malam.

Belum adanya travel warning dari pemerintah, membuat pengusaha tour travel di Palembang juga belum memberikan batasan bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Hong Kong. “Itu pula yang membuat kami belum dapat menginformasikan apa-apa jika ada wisatawan yang hendak ke Hong Kong, karena sampai sekarang belum ada travel warning dari pemerintah,” tegas Veronica, Bagian Tour Mega Wisata Tour and Travel.

BACA JUGA  BPH Migas Gelar Sosialisasi Implementasi Sub Penyalur, Langkah Percepatan Penerapan BBM 1 Harga Secara Nasional

Sebagaimana diberitakan, jutaan warga Hong Kong dilaporkan telah turun ke jalan sejak awal Juni 2019 lalu. Unjuk rasa di awali oleh protes warga terkait rancangan undang-undang ekstradisi yang memungkinkan tahanan Hong Kong diekstradisi ke China. Meski pemerintah dan parlemen telah membatalkan RUU itu, para pemrotes tetap berunjuk rasa menuntut Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, mundur. Para pengunjuk rasa juga menuntut otoritas Hong Kong memberikan kebebasan berekspresi dan membebaskan para pedemo yang ditahan.

Tak hanya jalanan, demonstrasi juga berlangsung di depan kantor parlemen, gedung Kantor Perhubungan dengan China, hingga terminal kedatangan Bandara Internasional Hong Kong. Selain aktivis, unjuk rasa juga diikuti oleh para pegawai negeri sipil hingga asosiasi pramugari Hong Kong. Malah, rencananya para demonstran bertekad untuk melumpuhkan Hong Kong yang merupakan salah satu pusat perekonomian di Asia tersebut. Protes ini telah membawa Hong Kong ke dalam krisis politik terburuk sejak penyerahan kedaulatan atas wilayah itu dari Inggris kepada China pada 1997 lalu. (*)

 

Teks/Editor: Maya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait