Sumsel Berpacu di Ajang Debat Nasional

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | National School Debating Championship (NSDC) dan Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) merupakan lomba debat tingkat nasional yang sangat dinantikan oleh pelajar tingkat SMA. Lomba debat ini merupakan suatu ajang bagi pelajar SMA untuk mengasah dan membuktikan kemampuan dan kreativitas berdebat dan berpikir kritis terkait isu global masa kini.

Untuk menjadi peserta NSDC dan LDBI tingkat nasional, pelajar SMA harus melewati proses seleksi melalui lomba debat di tingkat kota dan provinsi. Proses tersebut bertujuan untuk mendapatkan putra-putri Sumsel dengan talenta terbaik yang akan mewakili Sumsel pada LDBI dan NSDC tingkat nasional.

Kegiatan NSDC & LDBI dilaksanakan pada Kamis hingga Sabtu, 1 – 3 Agustus 2019 di SMAN Sumatera Selatan sebagai tuan rumah. Masing-masing perwakilan dari seluruh Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan mengutus tim terbaiknya untuk berlaga di perlombaan debat tingkat provinsi. Pembukaan dan penutupan kegiatan NSDC dan LDBI 2019 digelar di SMAN 1 Palembang, sedangkan proses perlombaan mulai dari babak penyisihan hingga final dilaksanakan di SMAN Sumatera Selatan.

Hari pertama dan kedua merupakan babak penyisihan. Hari ketiga adalah babak grand final. Tim Palembang dan Ogan Komering Ilir bertemu di babak final LDBI, serta tim Palembang dan Ogan Ilir bersaing pada putaran final NSDC untuk memperebutkan gelar juara. Atmosfir lomba begitu kompetitif dan seluruh peserta tampil dengan memukau.

BACA JUGA  Ayo, 'Cek Klik' Sebelum Belanja

“Semua peserta menunjukkan performa yang maksimal, khususnya pada putaran final. Saya sangat menikmati adu argumen dari masing-masing tim.” ujar Annisa Nur Islamiah, salah satu juri LDBI.

Setelah melalui berbagai babak perlombaan, tim dari kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi juara pertama LDBI, disusul oleh tim Palembang pada urutan kedua, dan tim Empat Lawang pada urutan ketiga. Adapun siswa yang dinobatkan sebagai pembicara terbaik (best speaker) dan akan melaju mewakili Sumatera Selatan pada LDBI tingkat nasional, yaitu Dhonan Nabil Habiatullah (SMAN 1 Kayu Agung), Alya Deska Safira (SMAN 1 Kayu Agung), dan Aisyah Khoirunnisa (SMAN 6 Palembang).

Pada perhelatan NSDC, juara pertama diraih oleh tim dari Kota Palembang, disusul oleh tim dari Ogan Ilir sebagai juara kedua, dan tim dari Lahat sebagai juara ketiga. Adapun best speaker yang akan membawa nama Sumatera Selatan pada NSDC tingkat nasional, yaitu Regina Nunny Agustine (SMAN Sumatera Selatan), Indira Akmalia (SMAN 17 Palembang), dan Farizki Kurniawan (SMAN 17 Palembang).

“Saya tidak menyangka dapat menjadi the best speaker dan akan mewakili provinsi Sumatera Selatan dalam NSDC tingkat nasional. Ini adalah kali pertama saya mengikuti kegiatan NSDC. Meski begitu, saya akan berlatih dengan sungguh-sungguh untuk mengharumkan nama Sumsel, dan semoga nantinya dapat kembali ke Palembang dengan membawa medali.” Ungkap Reginna Nunny Agustine yang merupakan siswi SMAN Sumatera Selatan dan the best speaker pada NSDC tingkat provinsi.

BACA JUGA  PWI Sumsel Sediakan Internet Gratis

Tentang SMAN Sumatera Selatan SMAN Sumatera Selatan didirikan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk menyediakan akses pendidikan yang berkualitas dan berstandar internasional bagi siswa/i berprestasi di Sumatera Selatan yang berasal dari kalangan keluarga pra-sejahtera. SMAN Sumatera Selatan memiliki komitmen untuk mencetak calon-calon pemimpin masa depan yang kompeten, berkarakter dan berwawasan luas melalui pendidikan yang berkualitas agar mampu menghadapi tantangan global.

SMAN Sumatera Selatan menerapkan pendidikan holistik abad 21 (21st Century Learning) yang tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik namun juga non akademik serta pengembangan karakter jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, dan tanggung jawab sosial. Selain menerapkan Standar Nasional Pendidikan, SMAN Sumatera Selatan juga menerapkan kurikulum berstandar internasional menggunakanInternational General Certificate for Secondary Education (IGCSE) dan A/AS-Level sebagai ujian standar internasional yang dikombinasikan dengan kurikulum nasional.(*)

Teks : Herwanto
Editor : Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait