Muslim: Siswa Mesti Antisipasi Kemajuan Iptek Tapi Tetap Berakhlak Mulia  

Penyemai Berbagai Prestasi Bagi  Mansa OI  

SWARNANEWS.CO.ID, INDRALAYA |Ramah, bersahaja dan tawadu. Kesan itulah yang selalu muncul saat bertemu dengan pria yang satu ini. Muslim Arif, S.Pd, MSi namanya. Saat ini menjabat sebagai Kepala Madrasah Aliyah Negeri 1 (Mansa) Ogan Ilir yang dulu dikenal dengan nama MAN Sakatiga.

“Berbagai langkah untuk memajukan sekolah yang saya pimpin terus dilakukan. Capaian prestasi memang banyak dan berhasil kami raih. Tapi yang utama kami ingin membekali para siswa gabungan kompetensi duniawi dan kesiapan akhlak menuju ukhrowi,” ujarnya saat ditemui Swarnanews di kantornya di Sakatiga Indralaya Ogan Ilir Sumsel, Senin (5/8/2019).

Untuk mewujudkan hal itu berbagai langkah kongkrit terus dilakukan oleh pria yang pernah menjadi tenaga pendidikan di MAN 3 Palembang ini. Salah satunya yang konsisten dia lakukan sampai sekarang adalah mewajibkan sholat berjamaah bagi semua siswanya. Hal itu berdasarkan pertimbangan bahwa sholat berjamaah memiliki keutamaan dibanding dengan sholat sendirian dengan selisih 27 derajat.

“Menunaikan sholat dzuhur berjamaah  dan sholat sunnah merupakan kegiatan ini rutin dilakukan setiap hari di  Masjid Al-Ikhlas MAN 1 Ogan,” ujar alumni Prodi Kimia FKIP Unsri ini.

 

Mansa OI mewajibkan solat berjamaah bagi siswa siswinya dengan harapan menjadi pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga teraih pahala keistimewaan solat berjamaah. (Foto Dok Mansa OI)

Menurut Muslim untuk mengefektifkan program tersebut pihaknya mempercayakan kepada
Muttahidah, S.Ag selaku Pembina Rohis Putri MAN 1 Ogan Ilir agar dapat mengkoordinir kegiatan tersebut secara efektif.

“Saat waktu masuk dzuhur semua rutinitas dihentikan, karena baik guru dan staf  maupun siswa semua harus melakukan sholat berjamaah di masjid, untuk melakukan sholat dzuhur dan sholat sunnah qobliyah dan ba’diah, yang laki-laki melakukan sholat di lantai bawah dan siswa perempuan sholat di lantai atas,” ucapnya menguraikan proses ibadah tersebut.

Melalui pembiasaan itu, pihaknya berharap semoga dengan dilakukannya kegiatan ini dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada  Allah SWT bagi 665 siswa-siswi di sekolah tersebut  dan dapat menciptakan madrasah yang bermartabat.

Dalam mengelola lembaga pendidikan tersebut, Muslim dibantu oleh 44 orang guru ASN, 25 guru non ASN, 6 orang pegawai ASN  dan 8 orang pegawai non ASN.

BACA JUGA  Sukseskan MTQ Provinsi, PPI Kirim 42 Santri

Sedangkan untuk membina profesionalisme dan kompetensi guru berbagai hal telah dilakukan, diantaranya dengan menindaklanjuti kegiatan In The Job Training I (IJT I) Diklat Fungsional Calon Kepala Madrasah di Pusdiklat Kemenag RI pada tanggal 03 s.d 19 Juli 2019 yang lalu. DR.Muhammad Abduh, M.Ag., selanjutnya mengikuti On The Job Training II (OJT II) di unit kerja masing-masing yakni di MAN 1 Ogan Ilir beberapa waktu lalu.

Muhammad Abduh yang merupakan Waka Bidang Kehumasan sekaligus Plt.KAUR TU MAN 1 Ogan Ilir berharap bisa menerapkan ilmu yang di dapat selama kegiatan ini berlangsung serta berguna bagi madrasah untuk kemajuan serta kebaikannya ke depan, sehingga terwujud madrasah hebat dan bermartabat.

Dalam hal memberikan fasilitas bagi lulusannnya, pihaknya juga menjalin sinergi dengan berbagai perguruan tinggi negeri yang ada di tanah air. Salah satunya adalah dengan Universitas Sriwijaya (Unsri).

Contohnya berupa adanya visitasi Program Bidikmisi calon mahasiswa baru Universitas Sriwijaya yang berasal dari siswa MAN 1 Ogan Ilir yang berhasil lulus Bidikmisi jalur SBMPTN  sebanyak 10 siswa.

Saat itu hadir Prof. DR. Taufik Marwah Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya Indralaya yang bertugas melakukan Visitasi di MAN 1 Ogan Ilir yang disambut langsung oleh Kamad dan waka kurikulum MAN 1 Ogan Ilir.

Prof. DR. Taufik Marwah mengatakan bahwa tujuannya berkunjung ke MAN 1 Ogan Ilir ini adalah membuktikan bahwa 10 siswa ysng divisitasi adalah benar-benar siswa MAN 1 Ogan Ilir dan layak atau tidak untuk menerima beasiswa Bidikmisi, ungkap Profesor.

Novan Armandan salah satu siswa yang lulus jalur bidikmisi mengatakan “saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak madrasah atas pendidikan dan pengajaran yang saya terima selama 3 tahun menjadi siswa di MAN 1 Ogan Ilir,  dan mengantarkan saya melanjutkan pendidikan keperguruan tinggi negeri yaitu FKIP Bahasa Inggris di Universitas Sriwijaya Indralaya,” ujarnya.

Novan juga berharap melalui jalur bidikmisi  dia  menyelesaikan pendidikan saya dan tetap konsisten dan mendapatkan nilai yang baik.

BACA JUGA  Hasil Sidak Pasar Indralaya,  Beberapa Makanan Mengandung Formalin.

Selain berbagai capaian tersebut banyak program andalan yang juga diimplementasikan di madrasah ini, seperti Program Rumah Tahfidz. Proses seleksi Tahfizd bagi siswa baru MAN 1 Ogan Ilir telah dilakukan beberapa waktu lalu di Masjid Al-Ikhlas MAN 1 Ogan Ilir.

Menurut Muslim dan Waka Kurikulum Drs. Mursalin, MSi kegiatan itu bertujuan untuk mencetak generasi Alquran. Para calon peserta diseleksi langsung oleh ustadz Fuad Amri dan Ustadz Ahmad Huazi selaku pelatih Tahfizd MAN 1 Ogan Ilir.

Ustadz Fuad Amri mengatakan sebanyak 55 siswa mengikuti tahap seleksi ini, Alhamdulillah mereka sangat antusias dalam mengikuti seleksi ini.

Dari 55 peserta diambil hanya 28 orang saja, jadi saya berharap bagi yang belum lulus tahap seleksi tahun ini tetap semangat untuk menghafal Al-quran walaupun tidak bergabung di Rumah Tahfizd MAN 1 Ogan Ilir dan bisa mengikuti seleksi tahun depan, karena tahun ini kita hanya menampung 50 siswa saja, sedangkan yang lama berjumlah 22 orang.

 

 

 

Seleksi untuk calon peserta Program Tahfiz. (Foto Dok Mansa OI)

Ustadz Fuad berharap semoga siswa yang mengikuti seleksi ini bisa menjadi penghafal Al-quran (Hafidz) yang menjunjung tinggi Al- quran, menjaga kemuliaan dan meninggikan Al-quran.

Dengan semangat para siswa dan guru tersebut, Muslim juga selalu melibatkan para orangtua siswa agar ikut menyemai pembentukan akhlak yang baik dari rumah. Sebab dengan pembentukan akhlak yang baik dari rumah  maka pihak madrasah tinggal melakukan sinergi pembinaan lebih lanjut kepada para siswanya.

“Sebab siswa yang bermasalah ketika di rumah. Misalnya minimnya pendidikan akhlak yang baik juga akan tercetus di madrasah,” ujarnya.

Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi pihak madrasah untuk membina para siswanya agar benar-benar berakhlak mulia. Jika hal itu bisa diwujudkan dengan baik maka semua lulusan Mansa OI agar menjadi generasi penerus yang membawa maslahat bagi semua, ujarnya mengakhiri pembicaraan.

Teks/Editor: Sarono PS

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait