Politik Destruktif Membahayakan Eksistensi Negara

FPK Kabupaten OI Bekali Peserta Dengan Pemahaman Politik Praktis

SWARNANEWS.CO.ID, INDRALAYA |Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0402 OKI-OI Letkol Inf Riyandi mengemukakan, ancaman politik saat ini justru lebih berbahaya dari ancaman dalam bentuk lain. Oleh karena itu perlu kesadaran kita semua untuk mengantisipasinya agar keutuhan NKRI tetap terjaga.

Penegasan itu dikemukakan oleh perwira TNI ini dalam acara Pendidikan Politik Praktis yang diselenggarakan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Ogan Ilir (OI) di Griya Agung Post, Rabu (14/8/2019).

Kegiatan itu menghadirkan narasumber  anggota Forkopimda OI yakni  Dandim 0402 OI-OI Letkol Riyandi, Kapolres Ogan Ilir, AKBP Akhmad Gazali, SIK MM, Kajari Ogan Ilir,  Adi Tyogunawan, SH, MH dan Kaban KesbangPol Ogan Ilir, Wilson Effendi, SH MM dengan moderator mantan Ketua DPRD OI Drs. H iklim Cahya, MM.

Seyogyanya Bupati OI, H Ilyas Panji Alam yang membuka acara tersebut namun karena bertepatan dengan Hari Pramuka maka  diwakili oleh Asisten III Drs Lukmansyah MSi.

Sedangkan peserta yang ikut aktif dalam momen itu sebanyak  100 orang dari 16 Kecamatan di OI, ASN, aktifitas LSM, ORMAS, ORSOS, dan masyarakat umum lainnya.

Hadir juga pada kegiatan ini, Pasiter Kodim 0402 Kapten inf Marsito, Kasat Intel Polres, Ketua PWI Ogan Ilir, Ust Gusti M Alie, Ketua Dewan  Pendidikan OI Sarono P Sasmito, Ustad Koesnadi Shaleh serta  Ketua Forum LSM OI, Miming Gathmir.

 

 

Dandim OKI -OI Letkol Inf Riyandi saat memberikan materi.

Riyandi pada kesempatan itu menguraikan tentang potensi  ancaman politik yang membahayakan negara. Oleh karena itu kalau ancaman dari sisi politik tidak segera diantisipasi dapat menghancurkan negara. “Ingat, negara kita tak pernah bisa dikuasai negara lain kalau kita tidak diadudomba,” tegasnya.

Pemimpim milter di territorial Kabupaten OKI-OI ini menambahkan dari sejarahnya terbentuk Negara besar ini diawali dari zaman Kerjajaan Majapahit dengan adanya Sumpah Palapa yang memunculkan nusantara. Kemudian sejarah terus berlanjut pada masa pergerakan tahun 1928  pada Konggres Pemuda muncul Sumpah Pemuda yang menjadi cikal bakal bangsa bahasa dan negara Indonesia dalam Wadah NKRI. “NKRI harga mati inilah yang harus kita pertahankan sampai kapanpun,” tegasnya.

Pembicara berikutnya Kepala Kesbangpol Drs Wilson Effendi, MSi menguraikan tentang dinamika konstitusi negara siklus pemerintahan di Indonesia. Pria yang juga akademisi ini juga menyoroti pola manajemen nasional dan cita cita nasional yang hingga kini masih terus mengalami perubahan atau revisi.

BACA JUGA  Hingga Saat Ini, Dari 53 Peserta MTQ, Kafilah OI 33 Diantaranya Masuk Final

Reformasi di Indonesia tidak ada perencanaan yang  matang apa yang akan direformasi. Apakah menyangkut dimensi politik, ekonomi, pendidikan, hukum dan lain-lain. “Semua dilakukan serentak sehingga terjadi compang camping di sana sini,” ujar Wilson.

Tentang ormas dia menambahkan saat ini terdapat 146 ormas di Kabupaten OI yang dalam pengajuan dan kelengkapan persyaratan. Sedangkan keberadaan FPK ini atas  perintah Undang-Undang kemudian ada edaran dari Kemendagri ditujukan ke Kesbangpol untuk membentuk FPK demi menjaga persatuan dan kesatuan.

Kajari OI, Adi Tyogunawan SH MH sebagai nara sumber berikutnya mengupas tentang kaitan politik dan hukum. Menurut pria santun dan ramah ini, kita mesti bersyukur karena baru saja menyelesaikan agenda politik pesta demokrasi dalam pemilu yakni Pilpres dan Pileg yang penuh dinamika.

Sebagai salah satu bagian dari Yudikatif, sebagai Kajari  pihaknya pada kesempatan menguraikan tentang hukum azas penegakan hukum yang berdasarkan pada kepastian, kemanfaatan dan keadilan. Seharusnya semua produk hukum yang juga merupakan produk politik bisa mewadahi tiga hal tersebut.

“Kita akan tetap komitmen untuk melakukan penegakan hukum meski pada realitanya sering   ekses. Inilah yang perlu kita tanggulangi bersama,” ujarnya.

Dia juga menguraikan produk hukum berupa UU Pemilu yang dalam proses penegakan banyak kendala  karena ada pasal-pasal yang sulit diterapkan.

“Misalnya UU Pidana jelas-jelas  hukuman badannya perorangan tapi kalau kemudian yang melanggar orang banyak misalnya dibahasakan sebagai penyelenggara Negara atau penyelenggara Pemilu maka hal itu sulit direalisasikan,” jelasnya.

Sementara Kapolres OI AKBP Gazali Ahmad SIK pada paparannya topik tentang Ormas dan Fungsi Perannya dalam memelihara Kamtibmas. Sebab ormas memiliki peran strategis dalam pencerahan masyarakat.

“Topik ini saya ubah tetapi maknanya tetap selaras dengan tema kegiatan ini yakni peran ormas dalam Politik terkini,” ujarnya.

 

Sarono P Sasmito yang juga Pemimpin Redaksi Swarnanews ikut menyumbangkan pemikiran pada momen tersebut.

 

 

Usai paparan dari semua nara sumber dilanjutkan dengan dialog. Sarono P Sasmito yang juga Pemimpin Redaksi Swarnanews pada kesempatan itu menyambut baik atas kegiatan tersebut. Kemudian yang bersangkutan merespon paparan Dandim, Kajari, Kepala Kesbang Linmas dan Kapolres.

Sarono sepakat dengan Dandim bahwa politik tanpa pengendalian yang baik menjadi hal riskan saat ini. Sebab bisa-bisa mengancam keutuhan Negara. Ancaman fisik dan militer saat ini bisa dideteksi dengan kecanggihan teknologi dan militer. Tetapi kalau warga Negara terjebak adu domba maka sulit untuk mendamaikannya. Sedangkan pemicu adu domba saat ini bisa dari maraknya berita bohong di medsos dan sebagainya. Untuk itu Sarono mengajak para peserta mewaspadainya.

BACA JUGA  Penampungan Minyak Terbakar, Ini Keterangan Polres OI

Pada sisi tanggapan Pasiter Kodim 0402 OKI-OI, Kapten  Marsito juga sepakat akan adanya ancaman tersebut. Kalau dari sisi kesatuan pihak TNI sangat melarang anggotanya untuk tidak sembarangan mengedarkan informasi apapun yang belum diketahui kebenarannya.

Tentang Karhutla dia juga berpesan agar kita bersama-sama menjaga lingkungan terutama tekait pembakaran lahan yang bisa menyulut kebakaran dan bisa merusak lingkungan serta menganggu kesehatan.

Sementara  Adi Tyogunawan mengajak peserta untuk  taat hukum sebelum berurusan dengan hukum agar kehidupan kita selalu aman tenteram dan kondusif.

 

 

Ketua Forum LSM Kab. Ogan Ilir Abdulah Gatmir alias Miming  juga memberikan pendapatnya pada acara pendidikan politik praktis.

Ketua Forum LSM OI, Miming Gatmir sebagai penanggap kedua menanyakan seputar legalitas  LSM di mata Kesbangpol.  Serta demo-demo seharusnya bukan di pemerintahan atau eksekutif tetapi ke DPRD karena mereka wakil rakyat yang punya kewajiban meneruskan aspirasi rakyat.

Merespon hal itu Wilson menyampaikan penjelasan tentang prosedur pendirian LSM dan syarat-syaratnya.

Pada sesi  terakhir  Gazali mengajak  peran masyarakat untuk menjaga kamtibmas. Masyarakat baik secara pribadi maupun kelompok termasuk ormas harus ikut ambil bagian memberikan contoh yang baik bagi pribadi-pribadi di lingkungan masing-masing agar rasa aman damai yang membuat kondisi kondusip betul-berul tercipta.

 

 

Para panitia peserta dan moderator pose sebelum acara.

Penanggap berikutnya Abdul Rasyid menyarankan agar ada perubahan fundamental di dunia politik kita. Sebab kalau money politik masih mengemuka maka anggota legislatif yang terpilih bukanlah orang-orang terbaik dari segi kompetensi tetapi lebih karena factor uang.

“Kita tidak bisa berharap banyak kepada mereka yang terpilih kalau kondisinya seperti itu,” tegasnya.

Sedangkan Gusti M Ali menjelaskan di OI terdapat 23 wartawan yang sudah melewati uji kompetensi.

HM Syarifuddin Basrie, S.I.Kom Ketua FPK Ogan Ilir yang juga ketua panitia pelaksana Kegiatan mengemukakan dirinya pasca pemekaran OKI menjadi Kabupaten OI dari  tahun pertama sampai tahun ke- 13 melalui ormas  Sukarelawan OI (Sukoi) terus menyelenggaran pendidikan politik.

Dua tahun terakhir dilaksanakan melaui FPK OI. Sedangkan nanti pada ultah Sukoi ke- 14 yang jatuh pada Nopember 2019 pihaknya kembali akan menggelar pendidikan politik sebagai lanjutan angkatan sebelumnya. Semua dilakukan dengan maksud untuk terus memajukan kehidupan di Kabupaten OI khusus dan Sumsel pada umumnya, ujar Syarifuddin Basrie mengakhiri pembicaraan.

 

Teks/Editor : Sarono PS

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait