Waspada! Siswa SMKN 2 Palembang Diserang Pakai Sebilah Pedang

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Kondisi generasi muda hari ini masih butuh perhatian semua pihak. Aksi seorang anak siswa SMKN 2 Palembang diserang oleh segerombolan anak sekolah lain dengan menggunakan sebilah parang harus diwaspadai para pihak sekolah, orang tua juga pemda setempat, sebab bisa berefek buruk jangka panjang generasi kedepan.

Hal ini terlihat saat siswa sedang nongkrong di area Jalan Yos Sudarso depan stadion Kamboja Kecamatan Ilir Timur 1 Palembang ketika bermain gitar pada pukul 12.10 WIB.

Menurut pantauan, siswa SMKN 2 Palembang tersebut sering nongkrong setiap hari di area kamboja. Malangnya, saat sedang kumpul main gitar bersama teman-temannya SMK. Seorang pemuda dari sekolah lain datang secara tiba-tiba dengan membawa sebilah pedang.

BACA JUGA  Himbauan Akhmad Najib, Jangan Tertipu dengan Harga Murah

Ketika asyik bermain gitar, tanpa disadari anak siswa memakai kaos tersebut mencabut sebilah pedang mengibaskan kepada anak siswa SMKN 2 Palembang yang berseragam batik dan menangkis dengan menggunakan gitar. Sehingga banyak orang berteriak-teriak.

Alhamdulillah, atas kejadian itu tidak ada korban terluka, karena siswa itu langsung berlari walaupun sempat dikejar. Untung ada polisi yang melintas sehingga siswa yang masih nongkrong di tempat itu kocar-kacir mengendarai motor entah kemana arahnya.

Lebih lanjut, sekitar jarak satu jam kemudian Kepala SMKN 2 Palembang, Zulkarnaen langsung turun ke lokasi kejadian untuk melihat kebenaran perkembangan kejadian itu dan mencari data-data dari warga sekitar

BACA JUGA  Ternyata Ini Alasan Dia Membunuh Aan, Penjaga Malam Pasar Perumnas Sako

“Kami tidak bisa menindak, karena anak itu belum tahu siapa namanya dan kelas berapa. Karena sering kejadian banyak siswa memakai seragam batik dan kaos olahraga SMKN 2 Palembang,” kata Kepsek SMKN 2 Palembang, usai ditemui wartawan di lokasi, Kamis (15/8/2019).

Kita sering melakukan pembinaan untuk anak didik di SMKN 2 Palembang. Namanya anak tidak bisa diprediksi seperti Buah Simalakama, hari ini dia nakal setelah tamat anak tersebut jadi orang yang bisa dibanggakan.

“Sebelumnya telah dibentuk tim, ketika ada kejadian di luar sekolah tim tersebut langsung bergerak dengan cepat kelapangan. Namun sekarang tidak aktif lagi,” tandasnya.

Teks : Iwan
Redaktur : Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait