Sumsel Diminta Sigap Bidik Energi Baru Terbarukan

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Pesan hebat disampaikan mentri ESDM untuk memanfaatkan energi baru terbarukan kini patut segera ditindaklanjuti pemda Sumsel. Selain aktif ke kementrian, Sumsel diharapkan bisa segera melakukan terbarukan sektor Energi Baru Terbarukan (EBT).

Demi menunjukkan sektor Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) berpartisipasi aktif memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kini hadir di setiap lokasi strategis di wilayah BUMN dan swasta dalam melakukan upacara tersebar di Pertamina, PTBA, Freeport dan PLN.

Secara umum tadi sudah disampaikan saat sambutan tertulis, apa yang akan dilakukan oleh sektor ESDM, target akhir tahun 2019 dalam pencapaian-pencapaian, serta komitmen termasuk kapasitas sesuai dengan visi dan misi sekarang di era pemerintahan Jokowi.

Hal ini disampaikan Komite Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas, Ir. H Ahmad Rizal, S.H.. M.H., FCBArb usai menggelar upacara HUT ke-74 Kemerdekaan RI, di Aula Tempat Bahan Bakar Minyak (TBBM) Kertapati, Sabtu (17/8/2019).

“Kita harus meningkatkan kapasitas ESDM khususnya mendukung dan memberikan peluang seluas-luasnya bagi para calon pegawai dalam bentuk magang di sektor ESDM,” jelasnya.

Ahmad Rizal menjelaskan, seiring meningkatnya pertumbuhan penduduk, industri, transportasi dan rumah tangga. Sebenarnya tantangan itu bukan pada ESDM semata, suka tidak suka semuanya akan tumbuh dan itu tidak bisa dihindari.

BACA JUGA  Stok Beras Daging di Bulog Aman

“Sekarang jika mengandalkan industri fosil, cenderung menurun, makanya sekarang tantangannya bagaimana mengubah energi fosil ini menjadi energi baru dan terbarukan. Selama ini energi baru terbarukan masih dipandang sebelah mata belum terkemuka dan mahal,” bebernya.

Komite BPH Migas Ir. H Ahmad Rizal SH MH FCBArb saat memberikan keterangan di hadapan para wartawan.

Lalu, tantangan lainnya bagaimana membuat energi semakin murah dan bisa mudah tersambungkan dengan milik PLN.

“Saya tim dari Indonesia mewakili delegasi yang ikut hadir di arena salah satu asosiasi dunia yang membicarakan soal energi baru terbarukan. Indonesia itu anggota OPEC, bayar setiap tahun dan mempunyai hak atas itu, mau tidak mau harus mengadopsi energi baru dan terbarukan. Karena Indonesia memiliki energi berlimpah seperti matahari yang harus dimanfaatkan setiap tahunnya, “.

Indonesia sudah bekerjasama dalam proyek yang sangat besar dibentangkan di atas Waduk Jati Luhur menggunakan energi matahari atau surya.

Sumsel juga akan membangun solar sel energi surya di Kabupaten Banyuasin yang perlu untuk dimajukan. “Saya menghimbau kepada Pemprov Sumsel, ayo, datang ke Departemen ESDM untuk berbicara secara besar-besaran permasalahan solar sel tersebut agar didukung semua pihak,” ungkapnya.

Upacara HUT ke-74 Kemerdekaan RI, di Aula Tempat Bahan Bakar Minyak (TBBM) Kertapati.

Tantangan selanjutnya, bagaimana membuat energi semakin murah dan bisa mudah tersambung dengan milik PLN. Juga bagaimana ESDM mendukung prinsip-prinsip untuk mewujudkan kendaraan listrik hadir di Indonesia. Kedepan BPH Migas akan mendukung bagaimana dari pemerintah khususnya di sektor ESDM bisa mewujudkan kendaraan listrik yang lebih baik.

BACA JUGA  Jonan: sampai akhir tahun tarif listrik tidak naik

Sesuai sambutan presiden Jokowi di DPR RI akan mulai bersungguh-sungguh untuk industri mobil listrik. Disamping meningkatkan lifting-lifting minyak dan gas dengan mengambil blok-blok di Mahakam dan lainnya. Menurutnya itu prestasi yang perlu diwujudkan untuk kedepan.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemantauan Cadangan BBM BPH MIGAS, Darsono mengungkapkan bahwa dari Kementrian ESDM selalu mendorong untuk mengatasi kendala di masayarakat.

“Kita sudah memasang  energi tenaga surya dengan memanfaatkan matahari di Kabupaten Banyuasin yakni dengan fokus pada jalan penerangan umum (JPU) di daerah-daerah rawan terutama pada malam hari,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Kementerian ESDM juga memberikan bantuan berupa sumur untuk daerah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. “Kementerian ESDM dan Litbang juga membuat sampah untuk dibuat energi, dipergunakan bagi pelanggan rumah kecil, terutama daerah-daerah yang belum teraliri listrik. Sehingga kementerian ESDM di seluruh sektor mendorong untuk membantu dalam mengatasi kendala tersebut,” jelasnya. (*)

Teks : Iwan/Asri
Editor: Sarono PS/Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait