Dodi Instruksikan Semua Perusahaan Tangani Karhutla

SWARNANEWS.CO.ID, SEKAYU | Pemadaman karhutbunla di Desa Muara Medak terus dilakukan secara intensif. Kali ini Bupati Muba Dodi Reza menginstruksikan perusahaan-perusahaan di bumi Serasan Sekate memfasilitasi regu dan kelengkapan untuk pemadaman karhutbunla.

Pada Rapat Koordinasi Penamggulangan Karhutbunla bersama Perusahaan Perkebunan – Minerba – Migas – Kehutanan dalam wilayah Kecamatan Bayung Lencir – Lalan – Tungkal Jaya – Sungai Lilin dan Babat Supat di Kantor Camat Bayung Lencir senin (19/8/3019) Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin melalui Wakil Bupati Muba Beni Hernedi menyebutkan, diantaranya
19 Perusahaan Perkebunan wajib menyediakan 1 REGU Damkar berjumlah 10 Org/regu pemadaman di lokasi terbakar selamat 7 hari kerja ( Total 190 orang).

“Distribusi area kerja personil ke Dusun 5 Medak +Pancuran Merang), Regu Damkar dari masing-masing Perusahaan menyediakan sapras = 1 mobil operasional , 2 Unit Pompa portable, 6 – 12 roll selang air dan tenda/terpal,” ungkap Beni.

Kemudian, 7 Perusahaan Batubara Menyediakan 7 Unit Eksavator + masing-masing dengan 2 Operator (20 jam per hari /2 shift ) – Durasi kerja alat Berat selama dilapangan 1 bulan.

“Lalu, 5 Perusahaan Migas/K3S : menyediakan kebutuhan BBM alat berat sebanyak 20 ribu liter franco posko karhutla tetdekat alat berat,” bebernya.

Dengan demikian, lanjut Beni dirinya optimis pemadaman karhutbunlah di Bayung Lencir akan cepat dan efektif. “Dengan metode ini kami yakin akan maksimal dan tuntas,” katanya.

Lakukan Mapping

Berbagai kendala penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutlah) di Desa Muara Medak tak menyurutkan tekad Bupati Muba, Danrem dan Dalanud menembus hingga areal fire spot. Meski asap dari Karhutlah memaksa pilot mendaratkan heli di Desa Petaling Jaya, Muaro Jambi, Provinsi Jambi, rombongan kembali terbang menuju tujuan awal. Seperti disebutkan, rencana awal penanggulangan karhutla di Desa Muara Medak, dilakukan Bupati Muba H Dodi Reza Alex bersama Kol.Pnb.Heri Sutrisno, S.IP (Danlanud) dan Kol. Arh Sonny Septiono (Danrem). Sejak pagi mereka take off dari Lanud Palembang pukul 07.50. Kami akan turun langsung ke lokasi. Langkah pertama memang gagal dan demi keamanan pilot mendarat.

Setelah berkoordinasi dengan tim darat dan memantau peta serta koordinat udara, rombongan melanjutkan perjalanan. Penerbangan kali ini berhasil membawa rombongan hingga Dusun 5 Desa Muara Medak, Bayung Lencir. Sesaat mendarat Dodi langsung memimpin rapat di tempat dan meneruskan aksi pemadaman api.

Merasa tim darat sudah berjalan pada skedul yang disepakati, rombongan Bupati Muba kembali terbang mengitari areal kebakaran. Dodi melakukan mapping penanggulangan Karhutla dari udara. Dia langsung menuju Sekayu dengan waktu tempuh 50 menit dan mendarat di Sekayu pukul 11.10 wib.

BACA JUGA  Tunjangan THR ASN dan PTT Cair

Perkembangan di lapangan, Pemkab Muba melalui Sekretaris Daerah Muba Drs Apriyadi MSi berkoordinasi dengan Pemprov Jambi terkait bantuan dari daerah terdekat untuk gotong-royong memadamkan api.

“Staf Ahli, Haryadi sudah diperintahkan berkoordinasi dengan jajaran Pemprov Jambi. Kita minta mereka bersama-sama turut mengatasi karhutbunlah di Bayung Lencir,” ungkap Apriyadi.

Danrem Kol Arh Sonny Septiono mengungkapkan jajaran TNI juga telah melakukan penambahan personil dari wilayah lain untuk lebih memaksimalkan pemadaman api.

“Ada 200 personil tambahan dari TNI telah tiba di lokasi Karhutbunlah di Bayung Lencir. Upaya terus kita maksimalkan supaya api bisa teratasi,” terangnya.

Sebelumnya, seperti diberitakan, keadaan di areal Karhutlah tak memungkinkan untuk pendaratan helikopter yang ditumpangi Bupati Muba, Danrem dan Dalanud. Efek asap dari Karhutlah memaksa pilot mendaratkan heli di Desa Petaling Jaya, Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Dodi mengabarkan kondisi secara langsung dari dalam helikopter sesaat sebelum mendarat, Senin, pukul 09.45.

“Kami coba terbang lagi ke Dusun 5 Muara Medak. Dan tak terlalu lama sampai tujuan pada pukul 10.15 wib,” jelas Dodi sesampai di Sekayu usai melakukan mapping udara.

Dalam aksi penanggulangan Karhutla ini Dodi membentuk dua tim darat dan udara. Semua tim sudah terjun langsung untuk ikut memadamkan dan menyelamatkan masyarakat setempat di Dusun V dan Dusun IX yang saat ini paling terdampak karhutla. “Semua Turun dan kita membagi 2 Tim ke lokasi kebakaran,”kata Dodi.

Di Dusun V Desa Muara Medak diturunkan tim dari Dinas Perkebunan, Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan dan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura. Sedangkan di Dusun IX Desa Muara Medak diturunkan tim dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Sosial dan Dinas Lingkungan Hidup.

Tak hanya tim di lapangan yang dikerahkan, namun di Muba dan serta semua kecamatan Sekayu juga digelar pada doa serentak memohon ridho kepada Allah Swt dengan melaksanakan Sholat Istiaqo.

Disamping itu Dodi juga telah berkomunikasi dengan Kepala SKK Migas untuk menginstruksikan perusahan-perusahaan KKKS. Kepada seluruh perusahan perkebunan yang berdekatan dengan lokasi kebakaran juga dinstruksikan melakukan pemadaman.

BACA JUGA  Jelang Idul Adha, Pemkab Muba Gelar Rapat Persiapan Qurban

Upaya menekan resiko kesehatan akibat karhutlah juga dilakukan evakuasi warga. Sekretaris Daerah Muba Apriyadi meminta Camat Bayung Lencir untuk segera evakuasi warga. “Camat Bayung Lencir sudah mengevakuasi warga ke tempat yang aman seperti yang saya minta. Warga yang dievakuasi ditangani Dinas Sosial untuk segera membangun tenda pengungsian dan dapur umum”, ujar Apriyadi.

“Kami telah ungsikan warga dan kini menempati tenda dan rumah warga lainnya. Dapur umum telah beroperasi,” ujar Toyibir.
Usai menyampaikan keterangan kepada media, Bupati Muba H Dodi Reza Alex akan mempertajam upaya penanggulangan karhutlahbun. Kaki ini Dodi akan bicara bersama anggota DPRD Muba.

Segera Buat Payung Hukum

Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Wakil Bupati Kabupaten Musi Banyuasin Beni Hernedi mengumpulkan seluruh perusahan yang berdomisili di Bumi Serasan Sekate menuntut komitmen perusahaan untuk proaktif membantu pengendalian kebakaran hutan dan lahan, bertempat di Kantor Camat Bayung Lencir, Senin (19/8/2019).

“Ini bagian dari upaya penambahan kekuatan, karena kemampuan yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Muba saja tidak akan mampu menanggulanginya (kebakaran hutan dan lahan) apabila tidak didukung semua pihak,” kata Beni.

Pada rapat koordinasi tersebut Wabup Muba menawarkan kesepakatan pembagian wilayah tiap perusahaan dalam pencegahan dan pengendalian Karhutlah terutama di kecamatan-kecamatan yang rawan kebakaran.

“Kesepakatan ini nantinya akan kita bentuk payung hukumnya,” sambung Beni.

Wabup menuturkan hal tersebut juga dilakukan menyusul pada Karhutlah yang tengah terjadi di Kecamatan Bayung Lencir, dan kecamatan lainnya, dengan luasan lahan terbakar yang cukup luas.

“Sudah selam 29 hari wilayah kita tidak hujan. Hari ini di seluruh kecamatan telah melaksanakan Shalat Istisqa, meminta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa menurunkan hujan dengan harapan dapat membasahi lahan yang kering dan mudah terbakar,” lanjutanya.

Sementara itu H Joko Pranoto dari PT Hindoli mengapresiasi saran dari Wabup Muba terkait clusterisasi pengendalian Karhutlah tersebut.

“Clusterisasi sangat penting bagi kita (perusahaan) supaya area yang rawan kebakaran bisa terpantau,” kata Joko.

Kegiatan diikuti Kepala Disnakertrans Muba Drs H M Yusuf Amilin, Kepala DPMPTSP Muba Erdian Syahri, Camat Babat Supat Rio Aditya, dan perwakilan dari Perusahaan Perkebunan, Pertambangan, serta Migas dalam Kabupaten Muba.

Teks : Ril/Malaka
Editor : Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait