STIE APRIN Bekali Semangat dan Keahlian Enterpreneur Kepada Lulusan  Hadapi Persaingan Global

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG |Menyikapi makin banyaknya  pengangguran terdidik, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) APRIN menerapkan ilmu managemen kewirausahaan, atau enterpreuneur kepada semua mahasiswanya.

“Dengan semangat  wirausaha maka lulusan akan siap bersaing dalam bisnis  global, sehingga setelah tamat dari bangku kuliah para alumni tidak hanya berorientasi sebagai PNS tapi juga bisa menciptakan lapangan kerja sendiri,” ujar Ketua Yayasan STIE APRIN  Prof. Dr. Zaidan  Nawawi, MSi  didampingi Dr. Farid Wadjdi, SE, MS kepada Swarnanews di kantornya di Jalan Baladewa Nomor 1925 Padang Selasa Bukit Besar Palembang, Selasa (21/8/2019).

Profesor Zaidan menambahkan di STIE APRIN para mahasiswa benar-benar  diajarkan untuk mampu berwirausaha sehingga siap bersaing dalam dunia bisnis baik tingkat nasonal maupun  global. Untuk itulah para mahasiswa sejak  awal semester  sudah “di-drill” untuk berwirausaha dan ini menjadi  salah satu kelebihan dari Sekolah Tinggi kita ini, ungkap Prof Zaidan lagi.

Dr. Farid Wadjdi, SE, MS saat memberikan penjelasan tentang STIE Aprin.

 

 

Bukan hanya itu, tambahnya pihaknya juga setiap tahun mengadakan workshop bagaimana meningkatkan kualitas pengajar dalam menerapkan ilmu pada mahasiswa di bidang entrepreuneur sehingga jiwa kewirausahaan mereka dapat terus terpacu. Untuk itu sering dilakukan workshop dengan memanggil para praktisi bisnis yang sukses serta para dosen dari luar.

“Kebetulan saya juga praktisi kewirausahaan sehingga ilmu dan keahlian saya juga bisa saya transfer kepada para mahasiswa,” jelas pria ramah ini optimis.

BACA JUGA  Universitas Sriwijaya akan memberlakukan kartu "smart card"

Jumlah mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi yang dipimpinnnya saat ini sebanyak  1.100 orang. Mereka belajar pada Progam Studi Ekonomi Managemen strata 1 dan Program S2 pada Magister Managemen yang  telah  terakreditasi B.

Di samping itu STIE APRIN juga  ditunjang fasilitas dan  sarana prasarana (Sarpras), serta  tenaga pengajar yang handal. Hal ini  menjadi tolak ukur orientasi mutu pendidikan yang benar-benar menjadi prioritas lembaga pendidikan tinggi yang dipimpinnnya.

Zaidan juga mengakui untuk mendirikan lembaga pendidikan yang bermutu tidak bisa dilakukan dengan “one man one show”. Untuk itu akademi yang telah menyandang gelar Guru Besar sejak lama mendesainnya dengan memantapkan  system yang terukur dan sumber daya manusia yang terus ditingkatkan mutunya.

 

 

Gedung STIE Aprin yang megah dan refresentatif.

Hal itu dilakukan dengan mengirimkan mereka tugas belajar untuk ke jejang doktoral. Saat ini ada 4 kandidat doctor yang tengah disekolahkan, baik dari beasiswa yayasan juga ada dari dana pribadi dosen yang bersangkutan, ujarnya lagi.

Para dosen bermutu yang juga mengajar di STIE APRIN di antaranya Prof. Dr. Abdul Hamid, MS, Prof. Dr. Drs. Ermaya Suradinata, SH, MS, MH, Prof. Dr. Josy Adiwisastra, Prof. Dr. H Didik Susetyo, MSi, Prof, Dr. Edwar Juliaartha, MM, Dr. Farid Wadjdi, SE, MS  dan masih banyak lagi yang lainnnya.

BACA JUGA  Kemeristekdikti Gelar Anugerah Humas PTN dan Kopertis 2017

Saat ditanya mengenai obsesinya, Zaidan dia mengemukakan, InshaAllah dalam waktu 2 atau 3 tahun mendatang ketika semuanya telah memenuhi syarat akan ditingkatkan  dari sekolah tinggi menjadi institut. Setelah berhasil menjadi menjadi institut akan terus ditingkatkan  menjadi  universitas. Untuk menjadi institut saat ini tinggal menambah tiga sampai empat prodi lagi.

Pihaknya juga punya lahan pribadi seluas 2.900M2 yang masih sangat memungkinkan  untuk membangun gedung perkuliahan bertingkat. Kemudian  di lantai 3 juga ada laboratorium untuk  TOEFL mandiri.

 

 

Ruang belajar yang nyaman sehingga kondusif untuk kegiatan belajar mengajar.

Dengan didampingi Dr. Farid Wadjdi Swarnanews juga menyambangi ruangan belajar mahasiswa dan sempat berbagi ilmu jurnalistik sekilas, ruang dosen, ruang pimpinan, serta ruang administrasi yang semuanya lengkap.

Sarpras yang ada itu juga masih dilengkapi dengan membangun gedung baru untuk Pojok Bursa. Untuk operasional gerai itu pihaknya juga  sudah menjalin MoU dengan  Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal itu dilakukan  agar para mahasiswa juga memahami  tentang  valas dan mencari uang sendiri untuk menyongsong masa depan mereka .

 

Kontributor: Triono

Editor: Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait