Bimtek PPK Bangun Bangsa Cerdas, Berkarakter dan Tangguh Bencana

SWARNANEWS.CO.ID, MUARAENIM | Kegiatan Bimbingan Teknis Pengimbasan Program Penguatan Pedidikan Karakter (PPK) Terintegrasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kabupaten Muaraenim dilaksanakan di SDN 6 Muaraenim bagi kepala sekolah dan pengawas sekolah sebanyak 25 orang.

Kegiatan ini difasilitasi langsung oleh Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dalam kata sambutannya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang diwakilkan oleh fasilitator nasional Baharuddin MPd mengatakan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan dari kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang diberikan kepada 140 kabupaten/kota yang ada di Indonesia salah satunya adalah Muaraenim yang dilaksanakan bertempat di SDN 6 Muaraenim.

Kegiatan Bimbingan Teknis Pengimbasan Program Penguatan Pedidikan Karakter (PPK) Terintegrasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kabupaten Muaraenim dilaksanakan di SDN 6 Muaraenim

Setelah dicanangkannya PPK sejak tahun 2016 kemudian diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter dan diturunkanlah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Formal, maka melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan penguatan kepada pengawas SD dan SMP sebanyak 6 orang serta kepala sekolah SD dan SMP sebanyak 19 orang di kabupaten Muaraenim.

“PPK tahun ini terintegrasi dengan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) melihat situasi dan kondisi Indonesia yang dianggap daerah tidak aman bencana oleh karena itu dilaksanakan kegiatan ini, yang didampingi langsung oleh fasilitator daerah yakni Ibu Sumaryanti, S.Pd,   M.M dan Ibu Sri Marita Aryani, S.T, M.M yang sudah dilatih langsung dari pusat dan telah lulus di tingkat pusat sebagai pemberi materi,” katanya.

Dirinya berharap semua peserta setelah kegiatan ini dapat mengimplementasikan minimal di sekolah masing-masing untuk kepala sekolah dan bagi pengawas dapat mengimbaskan di gugus kepengawasannya dengan harapan bahwa sekolah-sekolah yang ada di Muaraenim betul-betul ber PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) kemudian dapat memberikan pendidikan sejak dini terhadap bencana alamnya yang ada di Indonesia.

Kegiatan Bimbingan Teknis Pengimbasan Program Penguatan Pedidikan Karakter (PPK) Terintegrasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kabupaten Muaraenim dilaksanakan di SDN 6 Muaraenim

Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan salah satu kebijakan prioritas pemerintah melalui turunnya Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menindak lanjuti kebijakan tersebut dengan menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Formal yang kemudian dikuatkan dengan terbitnya Peraturan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah No. 097/D/HK/2019 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Formal.

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan turut memperkuat implementasi Kebijakan Pendidikan Karakter dengan menyelenggarakan Bimbingan Teknis Implementasi Program Pendidikan Karakter bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan di seluruh Indonesia. Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan, sebagai salah satu Direktorat Teknis dibawah Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, mengambil perannya untuk turut berpartisipasi menyelenggarakan Bimbingan Teknis PPK bagi tenaga kependidikan khususnya Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah. Peran Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan dalam menyukseskan Kebijakan PPK ini telah dimulai sejak tahun 2016 hingga 2018, sepanjang waktu tersebut telah dilatih 4.237 kepala sekolah dan 1.127 pengawas sekolah.

BACA JUGA  Bahaya! Jembatan Gantung Penghubung Desa Berugo-Desa Tanjung di Muara Enim Rusak Parah

Tahun 2019 ini, menyusul tingginya resiko bencana di Indonesia, konsep PPK yang bersifat holistik dan fleksibel diperluas dengan memasukkan materi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) secara terintegrasi. Melalui pendidikan diharapkan agar upaya pengurangan risiko bencana dapat mencapai sasaran yang lebih luas dan dapat dikenalkan secara lebih dini kepada seluruh warga sekolah terutama peserta didik.

Selain itu, PPK yang terintegrasi SPAB diharapkan dapat menjadi indikator untuk memastikan bahwa lingkungan pendidikan sekolah dan fasilitas pendidikan aman dari bencana dan bukan merupakan tempat yang dapat membahayakan bagi peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaraenim yang diwakili oleh Bapak Drs. H. Winarto, M.M Kabid Pembinaan Ketenagaan Kabupaten Muaraenim Enim mengingatkan kembali visi dan misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yakni “Terbentuknya Insan serta Ekosistem Pendidikan dan Kebudayaan yang Berkarakter dengan Berlandaskan Gotong Royong”.

“Oleh karena itu kita harus cerdas spiritual sehingga bisa menangkal hal-hal yang negatif, Intelektualitasnya, kecerdasan sosial terhadap aman bencana, cerdas berketerampilan sehingga selalu berinovasi dan kecerdasan kinestetik,” ujar Winarto.

Winarto juga menyampaikan, Ekosistem Pendidikan diharapkan dapat berjalan dengan baik, kondusif dan saling menguntungkan antara sekolah, komite, masyarakat dan industry sehingga terbentuknya ekosistem Pendidikan yang berkarakter agar implementasi ini dapat berjalan dengan baik dan harapan PPK terintegrasi SPAB akan tercapai di Muaraenim.

“Bimbingan teknis ini sangat relevan sekali dengan visi Muaraenim yang Agamis, Berdaya Saing, Mandiri, Sehat dan Sejahtera. Sehingga kegiatan ini dapat mengimplementasikan visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta tujuan kurikulum 2013 untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban dunia dalam mengembangkan program PPK terintegrasi dengan SPAB,” imbuhnya.

Kegiatan Bimbingan Teknis Pengimbasan Program Penguatan Pedidikan Karakter (PPK) Terintegrasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kabupaten Muaraenim dilaksanakan di SDN 6 Muaraenim

Bimtek tersebut bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan kemampuan kepala sekolah dan pengawas sekolah dalam mengimplementasikan PPK di satuan pendidikannya masing-masing, sejalan dengan semangat untuk melindungi hak peserta didik atas perlindungan keamanan selama berada di lingkungan sekolah.

BACA JUGA  Diduga Langgar Aturan Pemasangan Baliho Ngotot Dipasang Ulang

Kegiatan Bimbingan Teknis Pengimbasan Program PPK Terintegrasi SPAB bagi Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah melibatkan kepala sekolah dan pengawas sekolah dengan kriteria dapat mengoperasikan komputer, berusia maksimal 56 tahun dan berkomitmen untuk melaksanakan PPK terintegrasi SPAB di sekolahnya. Bimbingan teknis dilaksanakan berorientasi pada kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap peserta sehingga setelah mereka mengikuti program bimtek mereka mampu melakukan sesuatu (the ability to do something). Dengan demikian proses bimtek dilaksanakan melalui pembelajaran Andragogi dengan menggunakan Model Pembelajaran experiential learning, Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching Learning) dan Pembelajaran Partisipatif (Participative Teachingand Learning).

Kegiatan Bimbingan Teknis Pengimbasan Program Penguatan Pendidikan Karakter Terintegrasi Satuan Pendidikan Aman Bencana Bagi Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah berjalan dengan  baik dari tanggal 20 – 22 Agustus,  materi yang disajikan antara lain :  Kebijakan dan Konsep Dasar PPK terintegrasi SPAB, Manajemen Kepemimpinan Kepala Sekolah, PPK Terintegrasi SPAB Berbasis Kelas, PPK Terintegrasi SPAB Berbasis Budaya Sekolah, PPK Terintegrasi SPAB Berbasis Masyarakat, Supervisi Keterlaksanaan PPK Terintegrasi SPAB oleh Pengawas Sekolah, Mengamati Praktik Baik di SDN 6 Muaraenim, Pelaporan Hasil Praktik Baik SDN 6 Muaraenim, Penilaian dan Evaluasi PPK Terintegrasi SPAB, Rencana Tindak Lanjut yang akan dilaksanakan di tempat kerja masing-masing setelah selesai mengikuti bimbingan teknis ini. Materi tersebut disajikan oleh Fasilitator Nasional dan Fasilitator daerah Muaraenim.

Kegiatan Bimbingan Teknis Pengimbasan Program Penguatan Pedidikan Karakter (PPK) Terintegrasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kabupaten Muaraenim dilaksanakan di SDN 6 Muaraenim

Semua peserta mengikuti kegiatan ini dengan baik sehingga 25 orang peserta dinyatakan lulus dengan nilai yang sangat baik. Dan yang mendapatkan predikat terbaik pertama adalah : Rita Oktarina, S.Pd, M.M (Kepala SDN 9 Lawang Kidul), terbaik kedua Abdurrahman, S.Ag, M.Si (Kepala SMPN 1 Gelumbang), terbaik ketiga Hidayaturrahmanh, S.Pd, M.Si (Kepala SMPN 6 Muaraenim)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Muaraenim Bapak Drs. H. Zaenal Abidin, M.Si menegaskan kembali kepada para peserta bimtek agar ilmu yang sangat bermanfaat ini segera diterapkan di sekolah masing-masing baik kepada guru-guru, siswa serta melaksanakan pengimbasan ke sekolah imbas  yang disampaikan saat penutupan kegiatan bimtek. Tak lupa beliau mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah memfasilitasi kegiatan di Kabupaten Muaraenim ini dan terima kasih kepada Bapak Baharuddin, M.Pd sebagai fasilitator nasional yang telah mendampingi keterlaksanan pengimbasan program ini sehingga dapat terlaksana dengan baik.

Melalui pelaksanaan program ini diharapkan pembangunan generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan tangguh terhadap bencana dapat terwujud sehingga impian untuk menjadikan karakter Bangsa Indonesia lebih baik dan lebih baik lagi dapat tercapai.(rel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait