Paskibraka  Nasional 2019 Dimas Triyono Putra:Terus Bersemangat Tularkan Jiwa Nasionalisme

Terinspirasi Kapolri Jenderal  Polisi Tito Karnavian

SWARNANEWS.CO.ID, KAYUAGUNG |Terpilihnya Dimas Triyono Putra Putra, salah satu pelajar asal SMAN 3 Kayuagung, OKI menjadi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat nasional 2019 pada HUT ke 74 RI 17 Agustus 2019 lalu masih terus mendatangkan kebanggaan bagi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan  Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) hingga kini.

Betapa tidak, Dimas bersama putra-putri terbaik Indonesia lainnya  telah berhasil mengibarkan  bendera pusaka di Istana Negara Jakarta dengan sempurna.

“Alhamdulillah saya dan kawan-kawan berhasil menunaikan tugas negara itu dengan sempurna. Hal itu memunculkan kebangggan sekaligus rasa syukur yang laur biasa,” ujar Dimas didampingi Drs.Sugiyono MSi di SMAN 3 Kayuagung kepada Swarnanews di Kayuagung, Senin  (26/8/2019).

Kepala SMAN 3 Kayuagung Kabupaten OKI Drs. Sugiyono, MSi dengan para anggota Paskibraka.

Apa yang  dilakukan Dimas  patut diacungi jempol. Sebab untuk mencapai  prestasi itu  dia  harus berjuang keras tahap demi tahap.  Putra bungsu  Drs Sugiyono MSi  dan Anita  ini terpilih setelah sebelumnya menyisihkan  51 pelajar terbaik se-Sumsel yang mengikuti seleksi dengan ketat Paskibraka Nasional di Wisma Atlet Palembang sejak April lalu 2019 lalu.

Setiap kabupaten/kota  mengutus tiga pasang pelajar untuk dipilih satu pasang mewakili Sumsel.  Untuk putra terpilih perwakilan  Dimas Triyono Putra dari Kabupaten OKI dan putri  Dini  Damayanti dari Banyuasin,   Prestasi Dimas  yang diraih Dimas itu  juga mendatangkan kebanggaan bagi  Bupati OKI, H Iskandar, SE

Lolos dari semua seleksi tersebut Dimas kemudian tergabung dalam  68 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka)  yang bertugas dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)  ke-74 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, ke-68 Paskibraka tersebut juga telah dikukuhkan oleh Presiden Joko “Jokowi” Widodo di Istana Negara untuk bertugas pada Upacara 17 Agustus hari ini. Mereka juga telah mengucapkan ikrar di hadapan sang Merah-Putih.

Banyak Hal Berkesan

 

Kepala SMAN 3 Kayuagung Drs. Sugiyono MSi dan Dimas Triyono Putra saat menerima Swarnanews.

Dimas menuturkan banyak hal sangat berkesan saat  diamanahi menjadi pengibar bendera pusaka

Di Istana Negara Jakarta. Hal yang mendebarkan saat hari H. Pagi itu kurang lebih pukul 06.00 WIB ditetapkan tim A dan tim B atau tim merah dan tim putih.

“Alhamdulillah saya berada tim merah yang menjadi tim pagi yang mengibarkan bendera pusaka,” ujarnya terharu.

Apa yang menjadi ketetapan itu justru memompakan semangat Dimas dan kawan-kawan untuk  menjalankan tugas Negara mengibarkan bendera pusaka  tersebut dengan sempurna. Usai melaksanakan tugas itu dia dan kawan-kawan tak mampu membendung rasa haru. “Air mata kami mengalir benar-benar tak bisa dibendung,” tambahnya mengenang saat-saat istimewa itu. Menurut Dimas bukan hal yang mudah untuk bisa terpilih sebagai salah satu utusan dari 34 provinsi yang ada di Indonesia.

BACA JUGA  Polres OKI Musnahkan Ribuan Botol Miras

Hal lain yang membanggakan adalah terciptanya rasa bersatu. Indonesia ini memang benar Bhineka Tunggal Ika berbeda-beda tapi satu jua.  Perasaan itulah yang muncul saat kami bertugas dan berkumpul menunaikan tugas Negara itu.

Usai bertugas itu Dimas dan kawan-kawan bertekad untuk menceritakan pengalamannya kepada teman-temannya dan  akan mendidik adik-adik kelas agar ada yang menjadi Paskibraka Nasional juga di masa-masa mendatang. Dia juga mempersiapkan diri untuk menjadi pelatih Paskib di sekolahnya.

Saat ditanya apa kiat untuk memelihara kebugaran tubuhnya, Dimas mengaku memiliki hobi bermain bola voley. Sebab dengan bermain bola voley akan membentuk tubuh  makin tinggi karena harus melompat-lompat saat bermain.

Sedangkan berkaitan dengan adanya tawaran untuk bisa masuk TNI dan Polri dipriroitaskan  bagi Paskibraka  Nasional, Dimas mengaku berkeinginan untuk masuk Akpol.

“Jujur saya terinspirasi  Jenderal  Polisi Tito Karnavian sebagai Kapolri. Apalagi beliau juga berasal dari Sumatera Selatan jadi sangat memberikan inspirasi bagi generasi penerus termasuk saya,” tambahnya.

Di sisi lain Dimas  juga terobsesi untuk ikut membangun jiwa  nasionalisme kepada kawan-kawan sebaya juga kepada adik-adik kelas dan masyarakat yang ada di sekitarnya.

“Saya melihat dan meyakini generasi penerus kita masih memiliki jiwa itu. Apalagi kalau dilihat mereka juga selalu antusias saat menonton upacara hari kemerdekaan baik itu di daerah maupun sampai di istana Negara. Itu juga menunjukkan mereka masih cinta NKRI,” tegasnya.

Untuk itu dirinya terus akan terus mengembangkan Paskibra di sekolahnya. Hal itu diawali  dengan mengubah anggapan bahwa menjadi paskibra itu latihan fisiknya seperti penyiksaan. Padahal itu bukan penyiksaan sebab dimaksudkan sebagai latihan agar fisik kita makin kuat.

Apalagi di sekolahnya Paskib merupakan kegiatan ekstrakurikuer wajib sehingga siswa kelas X dan kelas XI wajib  mengikutinya.

Sugiyono menambahkan melalui kegiatan ekstrakurikuler  Paskib itu dia mengharapkan semua siswa  di SMAN 3  Kayuagung benar-benar memiliki semangat nasionalisme. Di samping itu juga menjadikan fisik dan mental mereka benar-benar tertempa. Jiwa dan semangat nasionalisme itulah yang akan sangat diperlukan untuk membangun NKRI dulu, kini dan masa-masa mendatang mendatang, ujar pria yang juga alumni Prodi Biologi FKIP Unsri ini mengakhiri pembicaraan.

Teks/Editor: Sarono PS

Daftar ke-68 nama petugas Paskibraka 2019:

  1. M. Faris Abqari (Aceh)
    2. Indrian Puspita Rahmadhani (Aceh)
    3. Arya Juna Fathan (Sumatra Utara)
    4. Sylvia Kartika Putri (Sumatra Utara)
    5. Roni Kurniawan (Sumatra Barat)
    6. Ratih Biguna Lenadtri (Sumatra Barat)
    7. Muhamat Asraf (Riau)
    8. Tri Setya Negara Putri (Riau)
    9. Muhammad Pazi (Kepulauan Riau)
    10. Wiwik Yulianti (Kepulauan Riau)
    11. Gusnadi (Jambi)
    12. Suci Ayuni (Jambi)
    13. Dimas Triyono Putra (Sumatra Selatan)
    14. Dini Damayanti (Sumatra Selatan)
    15. Catarino Jorge Fernandes (Bangka Belitung)
    16. Annisa Hurul Aini (Bangka Belitung)
    17.Sudrajat Prawijaya (Bengkulu)
    18.Aisyah Rahmawati (Bengkulu)
    19.Bagas Satria Wijaya (Lampung)
    20. Marluna Fitri Dwiana (Lampung)
    21. Rayhan Alfaro Ferdinand Siregar (DKI Jakarta)
    22. Rachel Emmanuel Miranda Putong (DKI Jakarta)
    23. Rangga Wirabrata Mahardika (Jawa Barat)
    24.Fara El Diba (Jawa Barat)
    25. Rafi Ahmad Falah (Banten)
    26.Adilah Hana Khotimah (Banten)
    27. Muhammad Fany Nur Wibowo (Jawa Tengah)
    28.Salma El Mutafaqqiha Putri Achzaabi (Jawa Tengah)
    29. Muhammad Ma’ruf (DI Yogyakarta)
    30. Galuh Kumala Hapsari (DI Yogyakarta)
    31. Mochammad Devano Faris Estiawan (Jawa Timur)
    32. Dhea Lukita Andriana (Jawa Timur)
    33. I Gusti Agung Bagus Kade Sanggra Wira Adhinata (Bali)
    34. I Dewa Agung Ayu Alamanda Diastara (Bali)
    35. Muhammad Adzan (Nusa Tenggara Barat)
    36. Shelly Melsyan Silva (Nusa Tenggara Barat)
    37. Noval Ramadhan Mandaka (Nusa Tenggara Timur)
    38. Cecilia Cortereal Martins (Nusa Tenggara Timur)
    39. Fahmi Nur Deskaruniawan (Kalimantan Utara)
    40. Cut Putri Widya Utami (Kalimantan Utara)
    41. Wirendi Angga Rahmawan (Kalimantan Barat)
    42. Thalia Putri Andriani (Kalimantan Barat)
    43. Zaini Fahmi (Kalimantan Tengah)
    44. Ivana Maria Suilyn Tangkere (Kalimantan Tengah)
    45. Muhammad Asri Maulana (Kalimantan Selatan)
    46. Gusti Putri Dayana Sifa Dalpa (Kalimantan Selatan)
    47. Yudho Krisnahadi (Kalimantan Timur)
    48. Arina Qanita (Kalimantan Timur)
    49. Alim Arsad (Sulawesi Utara)
    50. Eugenia Agatha Rondonuwu (Sulawesi Utara)
    51. Wisko Pralistra (Sulawesi Barat)
    52. Iin Wandani S (Sulawesi Barat)
    53. Rafli Mohammad M. Tahir (Sulawesi Tengah)
    54. Afifa Anggraini Canon (Sulawesi Tengah)
    55. Muhammad Arief Wijaya (Sulawesi Tenggara)
    56. Lestari Puspita Sari (Sulawesi Tenggara)
    57. Kasatria Jaya Saputra (Sulawesi Selatan)
    58. Ulfiatussaah (Sulawesi Selatan)
    59. Mohammad Rizki Alfuandi Hunta (Gorontalo)
    60. Noviati Wulandari Saleh (Gorontalo)
    61. Murex Jackson Sahetapy (Maluku)
    62. Nanda Afifa Rahmad (Maluku)
    63. Syuhal Juliyantho Tilaar (Maluku Utara)
    64. Welna Lahengko (Maluku Utara)
    65. Menno Asyopan Waray Karubaba (Papua Barat)
    66. Uriani Vanesta Kubiari (Papua Barat)
    67. Carolus Keagop Kateyau (Papua)
    68. Denollati Nonce Kawa Pararem (Papua)
BACA JUGA  Peduli Palu, Karyawan PT OKI Pulp and Paper Mills Kumpulkan Rp57,7 Juta

 

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait