Carrie Lam Berharap Pencabutan RUU Ekstradisi Bantu Selesaikan Krisis

Demonstrasi Hong Kong

SWARNANEWS.CO.ID, HONG KONG | Pemimpin Hong Kong Carrie Lam pada Kamis (05/09/2019) mengatakan, ia berharap pencabutan resmi rancangan undang-undang ekstradisi, yang kontroversial, dan tindakan lain akan membantu menyelesaikan krisis politik di Hong Kong.

Carrie Lam, yang didukung Beijing, berbicara sehari setelah ia secara resmi mencabut RUU tersebut. RUU ini telah menyulut protes massal dan menjerumuskan negara yang pernah dikuasai China itu, ke dalam krisis politik terbesarnya dalam beberapa dasawarsa, kata Reuters –yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis (05/09/2019).

BACA JUGA  Sebelum Menjajah Palestina, Yahudi Pernah Ditawari Negara Afrika Ini

Pemrotes dan sebagian anggota Parlemen dengan cepat menanggapi tindakan Lam, sangat terlambat. RUU tersebut, yang mestinya mengizinkan pelaku pelanggaran di kota itu dikirim ke China untuk diadili di pengadilan yang dikuasai Partai Komunis, dipandang sebagai contoh paling akhir pengendalian ketat oleh Beijing, kendati ada janji otonomi.

Negara yang menjadi pusat keuangan Asia tersebut, telah diguncang sebagian kerusuhan terburuk dalam beberapa dasawarsa. Pemrotes membakar barikade dan melemparkan bom bensin, sementara polisi membalas dengan menyemprotkan air, menembakkan gas air mata dan menggunakan pentungan.

BACA JUGA  Muslim Australia Berjuang Luruskan Kesalahpahaman

Bekas koloni Inggris tersebut diserahkan kembali kepada China pada 1997 berdasarkan kesepakatan “satu negara, dua sistem”. Yang memberi negara dengan penduduk lebih dari tujuh juta orang, kebebasan lebih besar daripada kota lain yang ada di China Daratan, seperti pengadilan independen. (*)

Teks: antara

Editor: maya

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait