FKS Tunjukkan Semangat Gotong Royong Bangun Insfratruktur Desa

6 September 2019 8:08 pm,

Swarnanews.co.id, Kayuagung | Forum Keserasian Sosial (FKS) menggelar serasehan atau dialog tematik I, membahas pembangunan masjid Al-Husjah yang ada di Kecamatan SP Padang, Jum’at (6/9) di balai Desa Terate.

Masyarakat Desa Terate dan Desa Terusan Menang, Kecamatan SP Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yang tergabung dalam FKS menunjukkan semangat gotong royong dan kekeluargaan dalam membangun infrastruktur bersama yang ada di desa.

Dalam sambutannya Bupati OKI, H. Iskandar, SE yang dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Fahru Rozi mengatakan, Pemkab OKI sangat menyambut baik dan mendukung acara sarasehan dialog tematik dan Forum Keserasihan Sosial (FKS) yang diadakan pada hari ini.

“Hal ini sangatlah baik dan bagus untuk masyarakat desa di Kecamatan SP Padang,” katanya.

Pada hakekatnya, keserasian sosial merupakan salah satu model pemberdayaan masyarakat yang dapat di optimalkan mencegah adanya konflik ditingkat hulu (akar rumput). Keserasian sosial juga merupakan proses hubungan sosial dan interaksi sosial yang dinamis antar warga yang menjamin hidup berdampingan secara damai berdasarkan persamaan hak, kewajiban dan tanggung jawab yang di Iandasi oleh kebersamaan, persaudaraan sejati dan kesetiakawanan.

“Tentu, keinginan kita bersama yang ada disini untuk mewujudkan kehidupan dan penghidupan sosial yang harmonis antar warga. Dan ini merupakan salah satu upaya yang baik untuk mendekatkan Pemerintah kepada masyarakat, mendengar, bertatap muka langsung serta bersama sama menyatukan persepsi demi pembangunan OKI yang dimulai dari desa,” ungkapnya.

BACA JUGA  Sengketa Lahan SMKN I, Yusron : Pemkab OKI Ingkari Akta Perdamaian

Lanjutnya, dalam kurun waktu 5 tahun terakhir pihaknya telah meletakkan program-program prioritas, yaitu mendorong tersedianya infrastruktur dasar yang memadai meliputi jalan, jembatan, listrik, air bersih, rumah layak huni, serta transportasi publik.

“Prioritas ini terkesan sebagai haI-hal dasar, namun itulah kenyataannya yang dihadapi mayoritas warga OKI, yaitu mencukupi haI-hal dasar tersebut,” ujarnya.

Pembangunan tentu bukan hanya dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah, namun juga dilakukan bersama-sama dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, swasta, dan seluruh komponen masyarakat.

“Dalam kesempatan ini saya mengajak seluruh komponen masyarakat bergandeng tangan, bersinergi, untuk mempertahankan capaian kinerja pembangunan yang sudah baik dan bekerja keras Iagi untuk mengejar capaian kinerja yang belum maksimal,” ujarnya.

Pembangunan Kabupaten OKI harus direncanakan dan dilaksanakan secara utuh, terintegrasi dan tepat lokasi. Seperti pembangunan yang dilaksanakan di Kecamatan SP. Padang ini. Dari bidang Pendidikan hingga Infrastruktur tertuang dalam Program Pembangunan Kecamatan setiap tahunnya.

“Sudah saatnya kita rapatkan barisan untuk bersinergi membangun OKI, dengan Visi Ogan Komering Ilir 2019-2024 yaitu ‘Terwujudnya Masyarakat OKI yang Lebih Maju, Mandi, Sejahtera berlandaskan Iman dan Taqwa,” tegasnya.

BACA JUGA  Iskandar-Shodiq Jamin Layanan Kesehatan Warga Miskin

Sementara itu Kadinsos OKI, H. Amirudian didampingi Camat SP Padang Herliansyah Hilaluddin mengatakan, kegiatan ini bantuan dari Kementerian Sosial yang diajukan oleh FKS SP Padang untuk pembangunan yang diutamakan swadaya.

“Karena ini sipatnya swadaya dan untuk kepentingan bersama maka pengerjaannya sistem gotoroyong. Jadi, dalam pengerjaannya murni gotongroyong dari masyarakat kedua desa yakni Desa Terate dan Terusan Menang,” jelasnya.

Bantuan Kementerian Sosial yang diperuntukan untuk pembangunan sebesar Rp150 juta, dengan rincian untuk pembangunan fisik berupa tempat wudhu dan wc sebasar Rp100 juta, sisanya untuk pembangun tugu dan administrasi lainnya.

“Bantuan itu sipatnya hanya ransangan, dengan adanya ransangan bisa menggugah hati masyarakat lain untuk membantu dalam bentuk sosial, bantuan ransum, tenaga, material dan lainnya,” katanya.

Dijelaskanya juga, syarat untuk mendapat bantuan ini ada aturan tertentu, diantaranya yakni merupakan fasilitas umum yang dimiliki minimal oleh 2 desa, terutama daerah komplik yang bukan dalam arti kata karena kisruh atau objek masyarakat tidak puas, seperti jalan yang belum memadai dan lainnya.

“Intinya tujuan utama dari Kemensos RI pada program ini ialah berkerjasama dan bergotong royong dan kami ingatkan hati-hati, karena ini uang negara jadi walaupun satu rupiah saja harus ada pertanggung jawabannya,” tegasnya.

Teks : Elisa
Editor : Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait