SMAN 2 Sekayu Muba Terus Torehkan Prestasi Internasional: Mitha dan Zahira Menjadi Utusan Youth Leaders Asia di Vietnam

7 September 2019 3:16 pm,

Bertekad Jadi Duta Kesehatan Bagi Masyarakat

SWARNANEWS.CO.ID, SEKAYU |SMAN 2 Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA) yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Dra. Roro Mini Sari Wulan, MSi terus menorehkan berbagai prestasi baik tingkat provinsi, nasional maupun internasional.

Belum lama ini prestasi kembali diukir oleh Mitha Arthamevia (17) dan Adzra Zahira (17)  di tingkat internasional. Kedua siswi Kelas XII MIPA3 SMAN 2 Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba)  yang berhasil mengikuti ajang Asia Youth Leader di Vietnam.

Gubernur Sumsel H Herman Deru didampingi Kepala SMAN 2 Sekayu Dra. Roro Mini Sariwulan, MSi memberikan dukungan kepada Mitha dan Adzra.

 

 

Untuk menggali informasi lebih jauh  keberhasilan itu, Swarnanews berkesempatan mengunjungi lembaga pendidikan tersebut di Sekayu, Rabu (4/9/2019) dan menemui Mitha Arthamevia dan Adzra Putri.

Mitha  putri  dari Yuzi dan  Widyawati  merupakan anak kedua dari dua bersaudara.  Sedangkan Adzra putri dari Untung Raharja dan Diah Setyawati merupakan anak pertama  dari 3 bersaudara.

“Semua prestasi yang berhasil kami raih menjadi motivasi kami untuk berjuang lebih keras lagi dalam menggapai prestasi berikutnya,” ujar Mitha dan Adzra kepada swarnanews di sekolahnya.

Keduanya lalu menceritakan  mengenai keikutsertaan mereka ke Vietnam berawal ketika mereka  ikut dalam ajang Festival Kewirausahaan Siswa Indonesia Oktober 2018.  Dari even tersebut alhamdulillah  mereka berhasil mendapatkan posisi kedua di tingkat nasional memperoleh medali perak. Setelah itu mereka  dibimbing oleh Kemendikbud agar bisa mengikuti kegiatan internasional.

Sedangkan prosesnya setiap peserta mengirimkan proposal  dan video tentang kebiasaan hidup sehat yang diseleksi di  tingkat nasional.   Dengan dukungan penuh Dra Roro Mini Sari Wulan sebagai kepala  sekolah keduanya  mengirimkan proposal tentang TIKONG MANGAN  atau Tisu Ampas Singkong Ramah Lingkungan. Dalam penelitian dan inovasi tersebut keduanya dibimbing oleh  Guru Pembimbing Erwin Saputra S.Pd alumni  Pendidikan Biologi FKIP Unsri. Dari naskah proposal dan video tentang pola hidup sehat yang mereka sajikan dari menu masakan di Deadline Cafe tersebut mereka akhirnya terpilih pada tingkat nasional untuk dikirimkan ke Vietnam.

BACA JUGA  Sumsel kekurangan guru dilevel merah
Mitha dan Adzra meluapkan kegembiraan

 

Saat itu, setiap sekolah mengirimkan proposal untuk diseleksi,  namun bukan  perprovinsi tetapi langsung diseleksi oleh panitia pusat. Beberapa bulan setelah itu mereka dihubungi oleh Kemendikbud yang menginformasikan bakal ada pertukaran pelajar di Vietnam.  Ternyata  proposal maupun video yang mereka sajikan terpilih untuk menjadikan mereka ikut dalam kegiatan internasional di Vietnam.

Mitha dan Adzra kemudian mengikuti kegiatan di Vietnam tersebut selama seminggu pada akhir Agustus 2019 lalu. Mereka berbaur dengan peserta dari delapan Negara di Asia yakni Indonesia, Malaysia, Jepang, Vietnam, Singapura dan lainnya berkumpul di Hanoi Vietnam.

Pada kesempatan itu mereka mempelajari  perilaku hidup bersih dan sehat di sana. Saat ditanya mengenai hal-hal yang menarik saat di Vietnam, menurut  mereka adalah para siswanya benar-benar memperhatikan kebersihan makanan dan sayuran yang  akan mereka konsumsi.

BACA JUGA  SMK Negeri 2 persiapkan diri sekolah berkelas dunia

“Kantin kantin yang berada di sekolah benar-benar diorganisir sedemikian rupa sehingga terjaga kebersihan dan kesehatan makakan yang disajikan,” ujar Mitha.

Di samping itu siswa yang membeli makanan di kantin juga harus dilaporkan ke wali kelas dan orangtua mereka sehingga asupan yang mereka makan benar-benar terpilih dan terjaga kesehatannya.

Mitha dan Adzra saat wawancara dengan Pemimpin Redaksi Swarnanews Sarono P Sasmito

 

Di sisi lain saat berkumpul dengan para utusan dari berbagai negara dirinya cukup dibuat kagum oleh utusan dari Negara Jepang. Meski yang bersangkutan belum mahir mempergunakan bahasa Inggris namun terus bersemangat belajar sehingga dapat berkomunikasi meski dengan bantuan kamus dengan utusan dari berbagai negara lainnya. Hal lainnya disiplin waktu utusan dari Jepang memang luar biasa.

Kini, usai mengikuti kegiatan tersebut, kedua pelajar berprestasi ini bertekad akan menularkan hal-hal positif dan pertukaran pelajar yang mereka jalani tersebut di tanah air. Semua hal yang mereka peroleh  dari pertukaran pelajar tersebut menjadi inspirasi bagi mereka untuk merealisasikan hal serupa di lingkungannnya. Baik di lingkungan sekolah warga masyarakat dan seterusnya. Hal itu akan mereka lakukan misalnya dengan meneruskan tentang mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat. Sebab hanya dengan membiasakan hidup bersih dan sehat maka kesejahteraan warga negara ini bisa diwujudkan, ujarnya mengakhiri pembicaraan.

Teks/Editor: Sarono PS

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait