Lahan Warga Kepayang Seluas 1.050 Hektar Diduga Diserobot PT SHP

9 September 2019 12:23 pm,

SWARNANEWS.CO.ID, MUBA |  Sejumlah Masyarakat Desa Kepayang Kecamatan Bayung Lincir Kabupaten Musi Banyuasin Pertanyakan atas pengelohan Tanah Lahan Hutan Desa Kepayang.

Seluas 1.050 Hektar (Ha) yang berstatus Hutan HPL diduga diseroboti oleh Pihak PT Sumber Hijau Permai (SHP) bergerak di bidang Tanaman Kayu Akasia.

Penyerobotan tersebut terungkap saat  masyarakat Desa Kepayang bersama tim KPHP 2 Lalan Mendis sedang melakukan survey guna pemetaan yang dicanangkan untuk Kelompok Tani Hutan Desa Kepayang.

Setelah tim turun ke lokasi diduga lahan sudah dikuasi oleh PT SHP dan status lahan tersebut bukan masuk kawasan HP tetapi masuk ke dalam HPL, Minggu (08/09/2109).

Menurut Andi dan Kawan-Kawan didampingi Febriansyah Sebagai Ketua Banteng Mudah Indonesia Kabupaten Musi Banyuasin Desa Kepayang Mengatakan.

Sebenarnya Masyarakat pernah melakukan pertemuan dengan pihak PT SHP Untuk mempertanyakan status lahan tersebut namun pihak perusahaan mengatakan.

Mereka sudah membeli lahan dengan Kelompok Tani Musi Maju Jaya ( MMJ) Seluas 750 Ha yang bertempat diwilayah Hutan Desa Kepayang sementara 300 Ha akan dikembalikan pada masyarakat namun sampai sekarang tidak terealisasi akan disayangkan kelompok tani tersebut diduga tidak melibatkan warga setempat.

BACA JUGA  HUT Bhayangkara ke-73, Polres Muba Gelar Funbike

Lebih lanjut Febriansyah menambahkan, mereka meminta untuk mengembalikan lahan Desa yang dikuasai PT. Sumber Hijau Permai ( SHP ) seluas 1050 Ha Terletak di wilayah Desa Kepayang Karena warga membutuhkan lahan tersebut untuk Usaha Kelompok Tani Hutan  masyarakat Desa Kepayang.

Dimintai tanggapannya, Kepala Desa Kepayang, Sulmin mengatakan bahwa sepengetahuannya selaku Kades Kepayang tidak pernah mengetahui bagaimana pihak SHP dapat menguasai lahan tersebut.

“Sepengetahuan saya, tidak terjadinya jual beli lahan dan jelasnya lahan itu masuk ke dalam lahan Desa Kepayang yang akan digunakan untuk masyarakat Desa Kepayang.

Lebih lanjut, Sulmin menjelaskan beroperasinya pihak SHP di Desa Kepayang tanpa sepengetahuan dirinya dan Kelompok Tani MMJ juga tidak pernah melibatkan masyarakat Desa Kepayang.

BACA JUGA  Kejurnas Motoprix dan Bupati Muba Cup Prix 2019 15 Kelas

“Sepengetahuan saya, persoalan ini telah laporkan oleh Masyarakat ke Lembaga Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan dan Hutan Muba untuk dapat segera mungkin ditindak lanjuti” Ujarnya.

Terpisah, Ketua Legmas Pelhut Suharto ketika dihubungi membenarkan adanya laporan masyarakat Desa Kepayang.

“Benar, berkas laporan masyarakat sudah kita tindaklanjuti dengan melayangkan surat ke beberapa instansi yang terkait termasuk Pemkab Muba dan Satgas P2KA agar dapat menyikapi persoalan itu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Suharto mengatakan bahwa ini merupakan persoalan rakyat yang serius dan harus segera ditindaklanjuti secara serius juga.

“Jika ditemukan adanya pelanggaran, kami meminta perusahaan dapat ditindak dan diberi sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku sebagai efek jera bagi perusahaan yang nakal,” ungkapnya.

Sementara itu pihak PT SHP saat dikonfirmasih melalui via whatshapp tidak memberikan hak jawabnya sampai berita ini diterbitkan.

Teks : Ril/Malaka
Editor : Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait